Islam Dan Akal Sehat #31a: Allah SWT Yang Terusir Dari Surga (bagian 1)



Di video yang lalu kita sudah membahas tujuh alasan fundamental mengapa allah swt yang disembah muslim selama ini bukanlah TUHAN, melainkan iblis yang mengaku tuhan. Sekalipun ketujuh alasan tersebut amat sulit atau tidak mungkin dibantah ulama manapun sampai saat ini, kebanyakan muslim masih tidak dapat percaya bagaimana mungkin allah swt yang selama ini dengan tulus mereka sembah dengan bersujud ke arah kabah ternyata tidak lebih dari iblis.

Alasan-alasan yang sering terlontar beberapa diantaranya adalah: tidak mungkin allah swt bukan tuhan karena alquran itu mengajak manusia untuk berbuat kebaikan dan menjauhi yang jahat, atau alquran itu mengajarkan manusia untuk menolak godaan syaitan yang terkutuk, lalu ada juga yang berdalih ayat-ayat alquran mampu mengusir setan dan roh-roh jahat, dan sebagainya..

Sayang sekali itu semua alasan yang sangat lemah, naif, bahkan kekanak-kanakan...

Satu hal yang tidak mereka sadari adalah ini: iblis itu penipu yang amat licik dan pandai. Sebagai penipu ulung tentunya ia tidak akan menyesatkan manusia secara langsung dengan ajaran-ajaran yang jelas-jelas jahat atau menyesatkan. Sama seperti seorang penipu ulung yang pasti akan membungkus tipuannya dengan banyak hal baik, demikian juga allah swt alias iblis yang mengaku tuhan ini pasti juga akan membungkus kesesatannya dengan banyak ajaran-ajaran yang tampak baik. Muslim seharusnya sadar bahwa alquran sendiri sudah mengakui bahwa allah swt itu perancang tipu daya terbaik (Q3:54, Q8:30), dia tentu lebih lihai dari penipu terpandai.

Dan tepat seperti itulah yang dilakukan allah swt dengan berbagai ajaran kebaikan yang ada dalam ayat-ayat alquran! Bisa kita katakan semua ajaran kebaikan yang ada dalam alquran tidak lebih hanyalah bungkus sekaligus pancingan yang akan menjerumuskan muslim untuk menerima berbagai ajaran jahat yang telah disiapkan allah swt alias iblis bagi siapapun yang terperangkap di dalamnya.

Kita dapat mengerti masalah ini dengan memahami kisah penciptaan dan karya keselamatan yang dinyatakan Tuhan dalam Alkitab dan ajaran Gereja. Sumber ini kita gunakan sebagai rujukan karena apa yang tertulis dalam Alkitab sudah lebih dahulu dipercaya dan diverifikasi kebenarannya oleh banyak nabi (sekali lagi saya tegaskan...banyak nabi, bukan cuma satu nabi) dan secara berkesinambungan serta konsisten dilengkapi oleh ajaran Gereja selama berabad-abad.

Sebaliknya alquran tidak layak dijadikan sumber rujukan karena selain muncul belakangan dan memiliki narasi yang berbeda, juga terdapat kesalahan fatal dalam konsep penciptaan.

Ini salah satu kesalahan fatalnya....

Alquran mengajarkan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya, iblis diciptakan dari api, dan manusia diciptakan dari tanah.

Tidak semua dari ketiga pernyataan itu salah, manusia diciptakan dari tanah itu benar. Sebagai mahluk yang memiliki tubuh fisik, manusia memang diciptakan Tuhan dengan menggunakan bahan-bahan yang telah diciptakan sebelumnya. Konsep ini sejalan apa yang diajarkan dalam Alkitab.

Tapi pernyataan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya dan iblis diciptakan dari api, salah total.

Malaikat dan iblis keduanya adalah mahluk spiritual, sementara cahaya dan api adalah unsur-unsur material. Silahkan pelajari ilmu fisika dasar kalau tidak percaya...

Pertanyaannya....

Mungkinkah mahluk spiritual membutuhkan bahan-bahan fisik untuk membentuk eksistensinya?

Manusia tercipta dari tanah karena manusia memang memiliki tubuh fisik yang membutuhkan unsur-unsur material sebagai pembentuknya. Tapi malaikat dan iblis adalah sepenuhnya mahluk spiritual yang tidak memiliki tubuh fisik sehingga tidak membutuhkan unsur-unsur material untuk membentuknya. Maka mengatakan malaikat tercipta dari cahaya dan iblis tercipta dari api bertentangan dengan kodrat malaikat dan iblis sebagai mahluk spiritual.

Bisa kita simpulkan konsep penciptaan dalam alquran memiliki kesalahan yang sangat serius dan tidak bisa dijadikan rujukan.

Sekarang mari kita pahami konsep penciptaan dan karya keselamatan sebagaimana yang dinyatakan Tuhan melalui Alkitab dan ajaran-ajaran Gereja.

Kita mulai dari persoalan paling mendasar...

Sebelum ada ciptaan, TUHAN itu hidup sempurna dan tercukupi dalam DiriNya sendiri, Dia tidak kesepian dan juga tidak membutuhkan apapun dari luar DiriNya. Maka ketika TUHAN menciptakan sesuatu, pasti Tuhan tidak mengadakannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanNya dalam bentuk apapun juga. Alasan TUHAN mengadakan ciptaan adalah ini: untuk mengekspresikan DiriNya sendiri di dalam ciptaan-Nya. Ini kurang lebih sama seperti pelukis yang mengekspresikan rasa seninya dalam lukisan, atau pemahat yang mengekspresikan rasa seninya dalam patung-patung.

Maka tepatlah apa yang tertulis dalam Kitab Yesaya bahwa manusia diciptakan demi kemuliaan Tuhan (Yes.43:7).

Mengekspresikan DiriNya melalui ciptaan adalah alasan terbaik yang dapat kita pahami dari TUHAN dalam mengadakan ciptaan. Tidak akan anda temukan alasan yang lebih baik dari ini dimanapun juga.

Konsekuensinya, TUHAN pasti akan membuat ciptaan yang terbaik yang dapat diciptakanNya agar dapat menjadi ekspresi yang terbaik dari DiriNya. Yaitu ciptaan yang serupa dengan gambar DiriNya sendiri. Itulah batas ciptaan TUHAN karena tidak mungkin ada ciptaan yang lebih baik dari itu.

Dan TUHAN menciptakannya dalam dua dimensi yang berbeda...

Dalam dimensi spiritual TUHAN menciptakan malaikat sebagai ciptaan yang serupa dengan gambar DiriNya sendiri. Sedangkan dalam dimensi fisik/material, TUHAN menciptakan manusia sebagai ciptaan yang serupa dengan gambar DiriNya!

Dalam Alkitab sangat jelas, manusia memang diciptakan sebagai citra TUHAN (Kej.1:26). Tapi kita tidak menemukan teks yang mengatakan malaikat juga diciptakan sebagai citra TUHAN. Fakta bahwa malaikat juga diciptakan sebagai citra TUHAN kita dapatkan melalui penafsiran yang kita tarik dari teks-teks KITAB SUCI...

Dalam Kitab Mazmur jelas dikatakan bahwa manusia diciptaan sedikit lebih rendah dari para malaikat:

...apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat (Mzm.8:4-5).

What is man that thou art mindful of him? or the son of man that thou visitest hi?Thou hast made him a little less than the angels, thou hast crowned him with glory and honour (PS.8:4-5)

Jika malaikat lebih tinggi dari manusia sedangkan manusia diciptakan sebagai citra TUHAN maka malaikatpun pasti juga diciptakan sebagai citra TUHAN karena tidak mungkin ada ciptaan yang lebih baik dari citra TUHAN. Malaikat dikatakan lebih baik dari manusia bukan karena mereka lebih baik dari citra TUHAN tapi karena kodrat para malaikat yang diciptakan sebagai mahluk spiritual lebih baik dari manusia yang memiliki tubuh fisik dengan berbagai keterbatasannya.

Dalam Alkitab juga tidak dijelaskan secara eksplisit kapan para malaikat diciptakan. Tapi dari penafsiran bapa-bapa Gereja seperti St. Augustinus dan St. Thomas Aquinas kita tahu bahwa para malaikat diciptakan lebih dahulu dibanding ciptaan lainnya. Para malaikat diciptakan di hari pertama penciptaan saat TUHAN berkata. "Jadilah terang!" (Kej.1:3). Dan iblis tidak diciptakan tetapi dipisahkan dari para malaikat saat Tuhan memisahkan terang dari gelap (Kej.1:4). Juga di hari pertama penciptaan.

Nah, dengan mengetahui bagaimana iblis dipisahkan dari para malaikat ini kita akan memahami siapakah iblis itu dan mengapa mereka begitu konsisten untuk berupaya menyesatkan manusia sampai dengan akhir jaman.

Jika manusia diciptakan sebagai satu spesies, maka menurut St. Thomas Aquinas para malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari pasir di pantai itu diciptakan dengan spesies yang berbeda-beda, setiap malaikat masing-masing adalah spesies yang unik.

Berbeda dengan manusia yang perlu proses belajar untuk memahami kebenaran, malaikat mendapatkan pengetahuan tentang seluruh kebenaran secara langsung tanpa proses belajar. TUHAN Sang Pencipta menanamkan pengetahuan tentang seluruh kebenaran kepada malaikat saat mereka diciptakan dari ketiadaan. Maka dari itu jika manusia melakukan kesalahan mereka masih punya kesempatan untuk bertobat, sebaliknya jika malaikat yang melakukan kesalahan dan menentang TUHAN tidak mungkin bertobat karena mereka melakukannya dalam kesadaran dan pengetahuan yang penuh. Malaikat yang melakukan kesalahan tidak pernah menyesali semua pilihan dan perbuatan yang sudah mereka lakukan.

Diantara para malaikat yang diciptakan TUHAN ada satu yang paling cemerlang dan dijuluki sebagai Bintang Timur atau Lucifer karena kecemerlangannya. Lucifer berasal dari kata LUX FERRE yang artinya pembawa cahaya. Begitu cemerlangnya Lucifer sehingga dia menganggap dirinya memiliki pengetahuan dan kemuliaan yang setara dengan TUHAN Sang Pencipta. Kesombongan ini yang kelak akan mengarahkannya untuk melawan Tuhan.

Pemicunya adalah ketika TUHAN, dengan tujuan untuk menguji para malaikat yang diciptakanNya, mengungkapkan suatu nubuat bahwa kelak Dia akan berinkarnasi sebagai manusia dan para malaikat harus bersujud untuk menyembah Tuhan yang hidup dalam rupa manusia.

Lucifer mengetahui bahwa kodrat manusia yang diciptakan dengan tubuh fisik memiliki keterbatasan dibandingkan malaikat. Maka dalam kesombongannya yang merasa setara dengan TUHAN, ia menolak menerima kenyataan bahwa TUHAN memilih berinkarnasi menjadi ciptaan yang lebih rendah dari malaikat dan mereka (para malaikat) harus bersujud pada TUHAN dalam rupa manusia. Bagi Lucifer ini sebuah penghinaan terhadap martabat para malaikat yang memiliki kodrat lebih baik dari manusia. Selanjutnya Lucifer menghasut malaikat-malaikat lain untuk bergabung dengannya dan memberontak melawan TUHAN.

Tetapi pemberontakan ini digagalkan oleh seorang Malaikat yang kemudian dikenal sebagai Mikhael. Arti dari Mikhael adalah "Siapa seperti TUHAN". Ia mendapat nama demikian karena keberaniannya menentang kesombongan Lucifer yang merasa dirinya setara dengan TUHAN. Malaikat Mikhael diberi kuasa oleh TUHAN untuk memimpin bala tentara para malaikat melawan pemberontakan Lucifer (Why.12:7). Berkat perlawanan Malaikat Mikhael dan pasukannya akhirnya Lucifer dan para pengikutnya tidak dapat bertahan. Mereka terusir dari surga dan tidak mendapat tempat lagi di sana.

Setelah terusir dari surga, iblis ingin menguasai bumi dan seluruh isinya. Tapi tempat itu sudah diberikan TUHAN kepada manusia untuk dipenuhi dan dikuasai.

Ini dengan jelas tercatat dalam Kitab Kejadian:

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (kej.1:28)

Maka satu-satunya cara iblis untuk menguasai bumi serta isinya adalah dengan menipu manusia agar kehilangan haknya sebagai penguasa bumi serta isinya. Itulah yang dilakukan iblis dengan cara menyamar sebagai ular dan membujuk Adam serta Hawa untuk makan buah terlarang.

Kejatuhan manusia ke dalam dosa berakibat fatal. Tidak hanya mereka terusir dari Taman Eden, tapi juga kehilangan kodratnya sebagai citra TUHAN dan sekaligus juga kehilangan haknya sebagai penguasa bumi serta seluruh isinya. Alam tidak lagi melayani manusia, dan manusia harus berjuang keras untuk dapat hidup (Kej.3:17-19).

Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, iblislah yang mengambil alih untuk menjadi penguasa bumi serta isinya.

Fakta ini bisa kita ketahui dari kisah Injil yang mencatat godaan iblis pada Yesus setelah Ia menjalani puasa selama 40 hari:

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Mat.4:8-9)

Dalam penggalan kisah Injil tersebut iblis mengklaim bahwa dia menguasai seluruh dunia dengan segala kemegahannya dan berkuasa memberikan kepada siapapun yang dikehendakinya. Mengenai klaim iblis tersebut, Yesus sama sekali tidak menyangkalnya.

Bagaimanapun penguasaan iblis atas dunia dan isinya bukanlah kehendak TUHAN. Demikian juga jatuhnya manusia ke dalam dosa yang mengakibatkan mereka kehilangan kodratnya sebagai citra TUHAN. Tapi seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, berbeda dengan iblis yang tidak dapat bertobat dari kesalahannya, manusia punya kesempatan untuk bertobat dan berbalik dari kesalahan yang sudah dibuatnya.

Maka karena kasih-Nya pada manusia, TUHAN merancang sebuah rencana keselamatan untuk memulihkan kembali keadaan manusia dan sekaligus memulihkan segala kerusakan yang terjadi akibat kesalahan manusia.

Setidaknya ada tiga hal penting yang harus dituntaskan dalam rencana keselamatan tersebut:

1. Dosa manusia yang harus ditebus
2. Kodrat manusia sebagai citra TUHAN yang harus dipulihkan
3. Bumi dan isinya yang harus direbut kembali dari tangan iblis dan dipulihkan keadaannya agar kembali seperti saat diciptakan semula, yaitu kembali melayani hidup manusia sehingga keadaan di bumi menjadi seperti di dalam surga.

Dengan menipu manusia dan menjerumuskannya ke dalam dosa, iblis mengira dirinya sudah menang. Sekalipun dia tidak lagi bisa hidup di surga, setidaknya dia berkuasa di bumi bagaikan tuhan dan manusia yang sudah terjatuh ke dalam dosa ada dalam genggaman kuasanya. Bahkan melalui berbagai berhala, manusia telah memperlakukan iblis seperti tuhan, mereka menyembahnya. Bukankah dengan demikian keinginan iblis untuk menjadi seperti TUHAN sudah terwujud?

Tapi apa yang dianggap iblis sebagai kemenangan ini hanya sementara. Karena rencana keselamatan TUHAN akan direalisasikan sesuai dengan apa yang dulu pernah dinubuatkan di surga dan menjadi mimpi buruk semua iblis, yaitu TUHAN akan berinkarnasi menjadi manusia!

Satu hal yang perlu kita catat disini, iblis sangat membenci inkarnasi TUHAN karena hal tersebut telah menjadi pemicu kejatuhannya dari surga. Iblis tahu bahwa dia tidak mungkin lagi mendapat tempat di surga. Dan celakanya tempatnya yang kosong kelak akan diberikan kepada manusia.

Ini seperti yang dikatakan oleh Yesus di dalam Injil, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu..." (Yoh.14:2).

Menjadi pertanyaan penting, mengapa Yesus perlu mempersiapkan tempat tersebut? Apakah tempat itu tidak tersedia bagi manusia-manusia lain sebelum kedatangan Yesus?
Memang tidak!

Iblis kehilangan haknya menempati tempat tersebut karena mereka menolak inkarnasi TUHAN. Maka menjadi sangat adil jika tempat tersebut diberikan kepada manusia yang percaya pada inkarnasi TUHAN. Catat ini baik-baik karena akan menjadi salah satu kunci penting untuk memahami seluruh karya keselamatan.

Inkarnasi TUHAN tidak hanya memungkinkan manusia mengisi banyak tempat di surga yang telah ditinggalkan oleh iblis. Inkarnasi TUHAN juga memungkinkan manusia kembali pada kodratnya semula sebagai citra TUHAN. Itu sebabnya Yesus memberi perintah ini: "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat.5:48).

Sehubungan dengan ayat tersebut sering muncul pertanyaan, bagaimana mungkin manusia dapat menjadi sempurna seperti TUHAN?

Yesus adalah TUHAN yang hidup dalam rupa manusia dengan segala keterbatasan manusiawi yang ada namun tidak kehilangan kesempurnaan sebagai TUHAN. Maka dengan meneladani hidup dan ajaran Yesus, manusia juga dapat hidup sempurna seperti TUHAN dan kembali pada kodratnya semula sebagai citra TUHAN. Tanpa adanya inkarnasi, sampai kapanpun manusia memang tidak mungkin menjadi sempurna seperti TUHAN.

Satu masalah, yaitu pemulihan kodrat manusia sebagai citra TUHAN, sudah teratasi melalui inkarnasi. Tinggal dua masalah besar lagi, tapi itu akan kita bahas di video berikutnya!

Sekarang kita kembali pada ajaran islam....

Bagaimanakah alquran mengajarkan muslim tentang inkarnasi?

Berikut ini adalah beberapa ayat alquran:

Dia tiada beranak dan diperanakkan! (Q112:3)

Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. (Q19:88-91)

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Q6:101)

Ayat-ayat tersebut dan banyak ayat-ayat lain di dalam alquran memang tidak secara eksplisit menyangkal inkarnasi, tapi dengan jelas menyangkal adanya PUTRA ALLAH. Dengan demikian alquran telah menyangkal Yesus sebagai TUHAN yang berinkarnasi menjadi manusia. Bahkan kita bisa merasakan adanya sikap anti inkarnasi yang amat kuat di dalam alquran....

Siapakah yang tidak menghendaki manusia percaya Yesus sebagai TUHAN yang berinkarnasi menjadi manusia? Tentu saja iblis. Dan itulah yang diajarkannya kepada muslim agar mereka menjadi sama dengan iblis, yaitu tidak punya hak untuk menempati surga!

Mengenai itu, Rasul Yohanes sudah mengingatkan kita,

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.  (2Yoh.1:7)

Karena allah swt melalui alquran mengajarkan manusia untuk menolak inkarnasi TUHAN, maka dengan pasti bisa kita katakan bahwa allah swt yang disembah muslim selama ini sesungguhnya adalah iblis yang telah terusir dari surga!

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Melalui video ini semoga kalian dapat terbuka pada kebenaran untuk mengetahui siapa sesungguhnya allah swt yang kalian sembah selama ini. Dan yang lebih penting dari itu, kalian dapat memahami perlunya percaya Yesus sebagai TUHAN yang berinkarnasi menjadi manusia.

Itu kunci utama bagi setiap manusia untuk mendapatkan tempat di surga.

Lihatlah, betapa sia-sianya semua ajaran kebaikan yang diklaim banyak ulama muslim ada bertebaran di dalam alquran. Sebab sebaik apapun ajaran islam, dengan tidak mempercayai Yesus sebagai TUHAN maka takdir kalian akan sama seperti iblis, kalian tidak punya tempat di surga!

Semua ajaran kebaikan yang ada di alquran itu tidak lebih cuma pancingan allah swt alias iblis agar kalian tertarik untuk percaya pada ajarannya sampai akhirnya kalian terjerat pada kesesatan yang dirancangnya, yaitu menyangkal Yesus sebagai TUHAN. Selain itu dalam islam kalian telah membuat iblis mencapai tujuannya, yaitu untuk disembah bagaikan tuhan.

Tapi harapan masih ada....

Sebagai manusia kalian punya kesempatan untuk bertobat. Maka demi keselamatan jiwa kalian sendiri, ubahlah takdir kalian dengan meninggalkan Islam sesegera mungkin dan mulailah percaya pada Yesus sebagai TUHAN dan Penyelamat. Dengan cara demikian kalian telah mengklaim sebuah tempat di surga yang dulu dimiliki oleh iblis sebelum mereka terusir dari surga.