Islam Dan Akal Sehat #33: Alif Lam Mim Dan Problem Alquran



Mungkin sudah menjadi kehendak TUHAN, setiap hari fakta kepalsuan Alquran makin terbongkar dan tak terbantahkan lagi. Ini bagaikan memberi kesempatan pada muslim yang masih mau menggunakan akal sehatnya untuk segera keluar dari islam. Video yang terakhir tentang jin islam dan rukyah, misalnya, tidak mendapatkan bantahan yang berarti karena fakta dan argumen yang diungkapkan memang amat sulit untuk disangkal.

Salah satu yang disinggung dalam video tersebut adalah masalah ayat-ayat misterius yang tak terpahami maknanya, seperti alif lam mim, alif lam raa, alif lam mim shad, dsb. Pada video kali ini saya akan mengeksploitasi lebih lanjut persoalan tersebut sehingga umat muslim yang masih berakal sehat memiliki alasan yang makin kuat untuk meninggalkan islam.

Adalah sebuah fakta yang tidak mungkin dibantah muslim bahwa memang ada ayat-ayat yang tak dipahami maknanya, baik oleh muhamad sendiri sebagai nabi islam, maupun para ulama-ulama islam di sepanjang sejarah. Bahkan para ulama besar islam akhirnya sepakat untuk mengatakan bahwa makna ayat-ayat tersebut hanya diketahui oleh allah swt saja. Dalam alquran juga tertulis jelas memang ada ayat-ayat hanya dipahami oleh allah swt saja (Q3:7). Dengan demikian upaya untuk menduga-duga makna dari ayat-ayat misterius tersebut juga sudah dianggap melanggar perintah alquran yang menyatakan ayat-ayat tersebut hanya dipahami oleh allah swt saja.

Maka muncul pertanyaan, untuk apa suatu ayat diberikan jika tidak mungkin dipahami manusia? Karena maknanya tidak diketahui, gunanya bagi manusiapun tidak mungkin diketahui juga. Dengan demikian ayat-ayat tersebut tidak bermakna dan sekaligus tidak berguna bagi manusia!

Maka hanya ada satu jawaban paling logis yaitu: ayat-ayat tersebut adalah mantra! Alif lam mim, alif lam raa, dan ayat-ayat sejenis lainnya tidak lebih dari mantra yang tak bermakna dan tak berguna bagi manusia. Sama seperti abrakadabra, alakazam, sim sala bim, dan sebagainya. Tapi kalau abrakadabra itu mungkin mantra fiktif, kalau alif lam mim adalah mantra sungguhan!

Keberadaan ayat-ayat tersebut sebagai mantra dan juga ditunjang dengan fakta adanya praktek rukyah menggunakan ayat-ayat alquran lainnya di kalangan muslim menjadi bukti kuat bahwa salah satu fungsi alquran adalah sebagai penghubung manusia dengan dunia roh. Bahkan beberapa praktek rukyah juga membuktikan bahwa ayat-ayat rukyah dapat mendatangkan jin alias roh jahat atau iblis.

Itu dari sisi mantra....

Lebih jauh lagi keberadaan ayat-ayat misterius tak bermakna ini juga menjadi sebuah problem besar bagi muslim....

Bahkan sebenarnya ini problem mematikan yang akan mengubur dalam-dalam semua klaim muslim tentang islam sebagai agama yang sempurna (Q3:19, Q5:3)

Mengapa demikian? Mari kita gunakan akal sehat untuk memahaminya....

Bagaimana mungkin islam dikatakan agama yang sempurna jika di dalam alquran jelas diakui terdapat banyak ayat-ayat misterius yang tidak dapat dipahami maknanya? Fakta itu saja sudah menunjukkan bahwa sampai kapanpun muslim tak mungkin menerima seluruh kebenaran yang sudah dinyatakan, selalu ada bagian dari alquran yang menjadi rahasia dan tak terpahami selamanya!

Bandingkan ini dengan Kristen dimana seluruh kebenaran dinyatakan dengan sempurna dan terang benderang di dalam Yesus Kristus, seperti yang dikatakan-Nya dalam Injil:

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.." (Yoh.14:6)

Artinya, setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan penyelamat telah menerima seluruh kebenaran secara utuh. Pertama dalam iman, dan selanjutnya dengan karunia Roh Kudus juga dalam akal budi. Ini seperti yang terjadi pada para murid ketika Yesus membuka pikiran mereka (Luk.24:45)

Apakah itu berarti tidak ada misteri kebenaran lagi bagi Kristen? Tentu tetap ada! Tapi semua kebenaran yang diperlukan manusia bagi keselamatan dan pengudusan jiwanya sudah dinyatakan seluruhnya tanpa ada rahasia sedikitpun. Ini jelas dikatakan Yesus dalam Injil:

"Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan..." (Luk.8:17)

Dan juga ditegaskan oleh Rasul Paulus,

Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. (1Kor.2:7)

Dengan demikian di dalam ajaran iman Kristen seluruh kebenaran yang perlu diterima dan diketahui manusia bagi keselamatan dan pengudusan jiwanya telah dinyatakan seluruhnya tanpa ada yang dirahasiakan! Atau dengan kata lain, orang Kristen menerima seluruh kebenaran secara utuh tanpa ada rahasia!

Ini baru sempurna!

Sebaliknya dalam islam keadaannya berbeda!

Alquran terbukti memiliki ayat-ayat misterius alias mantra-mantra yang tidak mungkin dipahami manusia selamanya. Dengan demikian kepada muslim, bahkan kepada muhamad nabi mereka, kebenaran yang dinyatakan dalam alquran tidak mungkin dipahami dan diimani secara utuh!

Kesimpulan singkatnya, dalam ajaran Kristen tersedia seluruh kebenaran yang menyelamatkan, sedangkan dalam islam tidak!

Ini konsekuensinya fatal....

Karena klaim islam sebagai agama sempurna berasal dari alquran (Q3:19, Q5:3), maka fakta bahwa islam bukan agama sempurna menunjukkan ayat-ayat alquran tersebut berisi kebohongan. Sementara itu, sedikit saja ada kebohongan sudah cukup untuk membatalkan klaim alquran sebagai kitab suci! Akibatnya muslim suka atau tidak suka harus mengakui bahwa seluruh pernyataan Alquran yang berbeda dengan kitab-kitab suci sebelumnya, mulai dari anak yang dikorbankan oleh Abraham, hingga penyaliban Yesus, semuanya cuma kebohongan juga!

Pada akhirnya berbagai kebohongan itu menunjukkan dengan jelas bahwa sumber inspirasi alquran berasal dari bapa segala dusta, yaitu iblis!

Tapi mungkin masih banyak muslim yang berat untuk meninggalkan islam karena di alquran ada banyak ajaran kebenaran dan kebaikan. Jangan tertipu! Tidak peduli ada 99% kebenaran dalam alquran, 1% kebohongan yang ada sudah cukup alasan untuk meninggalkannya.

Mengapa?

Karena 99% kebenaran yang ada hanyalah untuk memancing muslim agar percaya pada 1% kebohongan yang menyesatkan dan akan menjerumuskan muslim ke neraka selamanya. Seluruh ajaran kebenaran di dalam alquran dapat saya pastikan tujuan utamanya adalah satu: supaya muslim juga percaya pada satu kebohongan fatal yaitu menolak Yesus Kristus sebagai TUHAN! Dan cukup satu kebohongan itu akan menjerumuskan muslim ke dalam jurang neraka selamanya.

Dalam Injil dikatakan, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Mrk.16:16).

Demikian juga soal ajaran kebaikan. Injil menegaskan bahwa hanya TUHAN saja yang baik (Mrk.10:18). Karena alquran tidak berasal dari TUHAN maka semua ajaran yang dipercaya muslim sebagai kebaikan sudah pasti hanyalah kebaikan palsu yang pada akhirnya akan mencelakakan.

Saya ambil contoh penyembuhan rukyah yang sedang populer di berbagai TV swasta... Dalam acara tersebut sering digambarkan bagaimana seorang ustad berhasil mengusir setan atau roh jahat yang merasuki seseorang dengan membaca mantra atau ayat-ayat rukyah yang diambil dari alquran.

Karena alquran bukan kitab suci, maka kuasa supranatural yang digunakan dalam rukyah untuk mengusir setan atau roh jahat yang merasuki korban pasti tidak berasal dari TUHAN. Praktek-praktek pengusiran setan dengan kuasa yang tidak berasal dari TUHAN adalah hal yang umum terjadi di berbagai tradisi, termasuk juga di agama-agama pagan penyembah berhala.

Bahkan di jaman Yesus, praktek itu juga biasa dilakukan sehingga ketika Yesus mengusir setan dari tubuh seseorang, banyak orang Farisi yang menganggap Yesus melakukan praktek serupa, "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."  (Mrk.3:22).

Yesus menjawab, "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya..." (Mrk.3:23-26)

Karena iblis tidak dapat mengusir iblis, maka yang terjadi pada kasus semacam itu adalah kesepakatan diantara iblis untuk saling bertukar tempat. Iblis yang lebih lemah memberikan tempatnya bagi iblis yang lebih kuat. Karena iblis adalah pendusta maka mereka membuatnya seolah-olah terjadi pengusiran, padahal yang terjadi hanyalah sandiwara diantara iblis dimana korban diserahkan pada iblis yang lebih kuat dan lebih jahat. Jika korban tampak sembuh, yang terjadi adalah efek kerasukannya yang hilang atau reda, sementara itu roh jahat yang mengikat korban justru semakin kuat. Sandiwara penipuan yang sama juga terjadi pada kasus jin yang seolah bertobat dan mengucapkan kalimat sahadat. Itu cuma tipuan iblis kepada manusia karena iblis atau jin mustahil dapat bertobat.

Maka praktek pengusiran setan yang menggunakan mantra-mantra atau rukyah dengan menggunakan alquran hanya memberikan kesembuhan palsu. Dalam kenyataannya yang terjadi keadaan korban malah lebih parah karena diikat oleh kuasa iblis yang lebih kuat.

Pola seperti ini juga berlaku untuk semua solusi yang ditawarkan oleh alquran! Semuanya hanya menghasilkan kebaikan semu yang sebenarnya makin merusak. Orang yang mengikuti ajaran alquran dan sunnah, hidupnya akan semakin kehilangan damai dan kasih. Dan yang pasti jika tidak bertobat hidupnya akan berakhir di neraka. Demikian juga negara yang mengikuti hukum syariah sesuai alquran dan sunnah akan mengalami kemunduran peradaban dan berubah menjadi negara totaliter yang menindas martabat manusiawi warganya!

Mari kita bandingkan dengan Kristen yang ajarannya merupakan penggenapan dari seluruh ajaran-ajaran para nabi dan ajarannya berasal dari TUHAN Sang Pencipta. Karena berasal dari TUHAN maka Kristen memiliki solusi yang sempura terhadap semua persoalan yang menyangkut keselamatan jiwa manusia!

Seperti juga Sabda TUHAN yang dinyatakan dalam dua bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, setiap solusi yang yang sempurna juga terdiri dari dua bagian: pemurnian dan pengudusan.

Misalkan untuk mengusir roh jahat, dibutuhkan tahap pemurnian berupa pengusiran roh jahat dan tahap pengudusan berupa penyertaan TUHAN. Hanya mengusir roh jahat saja tidak cukup karena seperti yang dikatakan Yesus dalam Injil,

"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula..." (Mat.12:43-45)

Maka dari itu tahap kedua, adalah penyertaan TUHAN menjadi perlu agar roh jahat tidak dapat kembali lagi menguasai orang tersebut.

Ini solusi yang sempurna!

Dari Kitab Suci amat jelas bahwa kepada pengikut Kristus diberi kuasa untuk mengusir roh jahat (Mrk.3:15, Mrk.16:17), juga dapat memohon penyertaan Roh Kudus (Kis.8:17). Dengan demikian dalam Kristen terdapat solusi yang sempurna untuk menyembuhkan kerasukan roh jahat, bukan penyembuhan palsu seperti yang terjadi pada rukyah islam!

Demikian juga untuk mengubah manusia, hanya Kristen yang menyediakan solusi sempurna sebagaimana yang diungkapkan dalam perintah Yesus, "..haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat.5:48).

Caranyapun terbagi dalam dua bagian. Yang pertama, pemurnian melalui pertobatan, pengampunan dosa dan penyangkalan diri. Yang kedua, pengudusan melalui doa-doa kontemplatif, sakramen-sakramen, dan meneladani hidup Tuhan.

Bahkan juga untuk mengubah bangsa-bangsa dan dunia, melalui proses pemurnian dan pengudusan kelak Kerajaan Tuhan akan hadir di muka bumi sehingga kehidupan di bumi akan menjadi seperti di dalam surga! Ini sesuatu yang mustahil dilakukan dengan penerapan hukum syariah!