Islam Dan Akal Sehat #31b: Allah SWT Yang Terusir Dari Surga (bagian 2)


Di video bagian pertama kita sudah mengetahui alasan sesungguhnya mengapa islam mati-matian menolak Yesus sebagai TUHAN yang berinkarnasi. Pada video bagian kedua ini saya akan menjelaskan lebih lanjut mengapa allah swt melalui alquran juga menolak penyaliban Yesus. Parahnya, penolakan ini dengan cara nekat dan tanpa malu dilakukan sekalipun alquran tidak punya bukti apapun soal itu. Dasarnya hanyalah cerita hoax tentang seseorang yang dijadikan mirip Yesus lalu disalibkan sebagai Yesus (Q4:157)

Jika inkarnasi TUHAN menyelesaikan satu persoalan penting, yaitu membuka jalan bagi kembalinya manusia pada kodratnya semula sebagai citra TUHAN...maka penyaliban TUHAN menyelesaikan dua masalah sekaligus: menebus dosa-dosa manusia dan melepaskan iblis dari kekuasaannya atas dunia serta isinya....!

--------------

Kita akan mulai dari yang pertama, penyaliban sebagai penebusan dosa manusia....

Apa yang akan saya jelaskan berikut akan menjawab keberatan terbesar muslim terhadap penyaliban Yesus. Dalam logika mereka, sangat tidak mungkin TUHAN membiarkan nabi-Nya dibunuh seperti penjahat dan juga tidak mungkin dosa manusia ditebus oleh orang lain... Karena itu mereka dengan mudah percaya pada ajaran alquran bahwa Yesus atau Nabi Isa tidak mati di kayu salib, sekalipun dasarnya hanya cerita hoax tanpa bukti apapun.

Konsep perlunya kurban sebagai upaya untuk mengatasi dosa yang dibuat manusia sudah ada sejak manusia diusir dari Taman Eden. Saat itu setelah makan buah terlarang Adam dan Hawa menyadari ketelanjangan mereka... dan mereka berusaha menutupinya dengan daun pohon ara. Tapi TUHAN memberi solusi yang lebih baik, yaitu membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang (Kej.3:21). Ayat itu mengajarkan kita bahwa di mata TUHAN harus ada yang dikurbankan untuk menutupi akibat-akibat yang muncul dari dosa yang diperbuat oleh manusia.

Perlunya kurban ini disadari oleh Adam dan Hawa, dan diajarkan kepada semua keturunannya. Ini seperti yang tercatat dalam kisah selanjutnya dimana Kain dan Habel memberikan kurban bakaran dari hasil jerih payah mereka.

Di jaman Nuh, dalam murkaNya akibat kejahatan manusia, TUHAN membinasakan semua manusia di muka bumi dengan air bah dan hanya menyisakan Nuh serta keluarganya. Setelah air bah mereda, Nuh mempersembahkan kurban bakaran berupa sebagian dari binatang-binatang yang dibawanya. Menanggapi kurban tersebut TUHAN berfirman, "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan..." (Kej.8:21)

Dari ayat tersebut kita dapat belajar bahwa kurban persembahan dapat meredakan murka TUHAN dan sekaligus membuka pintu kerahimanNya...

Lebih jauh lagi di jaman Musa TUHAN menunjukkan bagaimana darah kurban anak domba yang ditorehkan pada pintu-pintu rumah orang-orang Israel telah menyelamatkan mereka dari bencana kematian anak sulung yang melanda seluruh tanah Mesir (Kel.12:7-13). Juga di jaman Musa, TUHAN secara eksplisit memperkenalkan konsep kurban sehari-hari yang harus dipersembahkan kepada TUHAN sebagai penghapus dosa (Kel.29:36)

Apa yang dapat kita simpulkan dari sini?

Berbeda dengan iblis yang dosanya tak dapat terampuni dan tak ada solusi apapun selain mengusir mereka selamanya dari surga, sejak awal TUHAN sudah menunjukkan bahwa sekalipun dosa manusia telah mendatangkan maut dan sekaligus juga mendatangkan murkaNya, tetap ada solusi untuk memulihkannya, yaitu kurban persembahan.

Tapi apakah kurban-kurban binatang yang dipersembahkan manusia bisa menghapus seluruh dosa dan sepenuhnya meredakan murka TUHAN? Sayangnya TIDAK.

"Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya--" begitu kata Daud dalam Mzm.49:7-8...

Dosa-dosa manusia yang telah mendatangkan maut nyatanya memang terlalu mahal untuk ditebus oleh manusia, apalagi hanya dengan kurban binatang. Tak ada kurban dari pihak manusia yang sepadan untuk menebus seluruh dosa yang telah diperbuat mausia!

Tapi karena TUHAN sendiri memerintahkan dan sekaligus memberi harapan kepada manusia bahwa kurban dapat menjadi penebus dosa, maka logikanya... pasti ada suatu korban sempurna yang sedemikan berharga di mata TUHAN sehingga seluruh dosa manusia dapat dihapus dan murka Tuhan dapat diredakan seluruhNya.

Dengan demikian semua kurban yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan tidak memadai itu sesungguhnya hanyalah bayangan atau pendahuluan dari kurban sejati yang kelak akan menjadi penebusan total seluruh dosa manusia.

Inilah dilema penebusan dosa:
Menurut Sabda Tuhan yang disampaikan oleh Daud, tak ada manusia yang dapat memberikan kurban yang memadai untuk menebus dosa. Sementara itu dengan berkenan menerima kurban nabi-nabi dan bahkan memerintahkan Musa mempersembahkan kurban sehari-hari, TUHAN memberi harapan bahwa mempersembahkan kurban tidak sepenuhnya sia-sia, dengan demikian ada kurban yang dapat menebus dosa manusia.

Bagaimanakah dilema ini dapat diselesaikan?

Hanya ada satu solusi yang mungkin...

Yaitu, TUHAN sendiri yang harus mempersembahkan kurban tersebut atas nama manusia! Tidak ada jalan lain.

Karena TUHAN sendiri yang mempersembahkan kurban, maka kurban itu pastilah sempurna. Dan karena dipersembahkan atas nama manusia maka kurban itu diperhitungkan sebagai penebusan bagi dosa manusia.

Masalah terselesaikan!

Lalu bagaimana kurban sejati itu akan diwujudkan?
Secara tidak langsung TUHAN sudah menubuatkannya kepada Abraham ketika Dia meminta Abraham mengurbankan Ishak, anak tunggalnya (Kej.22:2)

Permintaan itu memang hanya ujian bagi Abraham karena bagaimanapun pengurbanan Ishak, sekalipun itu kurban terbaik yang dapat diberikan Abraham, tetap tidak akan cukup untuk menjadi penebus dosa manusia. Tapi selain ujian bagi Abraham, permintaan itu sesungguhnya juga suatu type atau simbol dimana kelak TUHAN sendiri, yaitu BAPA di surga yang akan mengutus Anak Tunggalnya, yaitu Yesus Kristus, sebagai kurban sempurna bagi penebusan dosa-dosa manusia!

Itulah yang terjadi ketika di kayu salib Yesus membiarkan DiriNya menjadi kurban yang sempurna tanpa cacat untuk menebus dosa-dosa manusia.

Iblis sama sekali tidak menyangka momen penyaliban adalah momen penebusan yang akan membebaskan manusia dari dosa. Dalam kebenciannya pada inkarnasi TUHAN, dia terus menghasut orang-orang farisi dan ahli-ahli Taurat untuk membinasakan Yesus. Bahkan dia menyesatkan Yudas, salah satu rasul pilihan Yesus, untuk mengkhianati Gurunya sendiri agar Yesus dapat ditangkap dan disalibkan sampai mati.

Ironisnya, momen penyaliban yang awalnya dianggap iblis sebagai momen kemenangannya atas TUHAN, berbalik menjadi momen kekalahannya. Kurban sempurna yang dibutuhkan bagi penebusan dosa-dosa manusia dan dinantikan oleh para nabi selama berabad-abad justru terwujud dalam penyaliban Yesus Kristus.

Tapi bukankah kematian adalah kekalahan?
Kematian Yesus di kayu salib sama sekali bukan kekalahan karena diikuti oleh kebangkitan-Nya!

Tanpa kebangkitan, kematian Yesus di kayu salib memang sebuah kekalahan dan kesia-siaan (1Kor.15:14). Tapi kebangkitan Yesus mengubah segalanya.

Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian menjadi pernyataan tegas sekaligus bukti yang telak bahwa penyaliban tersebut bukanlah sebuah kekalahan karena maut tidak berkuasa atas Yesus. Sebaliknya, penyaliban Yesus Kristus adalah momen keselamatan yang sudah dinantikan para nabi, terutama Abraham.

Ini seperti yang dikatakan oleh Yesus,
"Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.." (Yoh.8:56)

Pada momen penyaliban Abraham melihat bahwa kesediaannya mengurbankan Ishak telah membuahkan penebusan dosa manusia melalui kerelaan Bapa di surga mengurbankan Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Inilah kurban sempurna yang menebus manusia dari kematian akibat dosa dan sekaligus akan membangkitkan atau memulihkan kembali seluruh kemanusiaan dalam kemuliaan TUHAN.

Dengan demikian semua upaya iblis untuk menyesatkan dan mencelakakan manusia kini menjadi tawar dan tidak berarti lagi oleh jasa salib Yesus Kristus.

"Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?", begitulah yang dikatakan Rasul Paulus dalam 1Kor.15:55

Jika diringkaskan, yang terjadi dalam penyaliban adalah sebuah solusi sempurna:
Melalui kesalahan Adam, manusia telah jatuh ke dalam dosa dan kematian. Tetapi berkat penyaliban Yesus Kristus, yaitu Adam yang kedua, manusia dipulihkan dari dosa dan kembali memperoleh kehidupan.

Sekarang tinggal satu masalah lagi: mencopot iblis dari kekuasaannya atas dunia dan menempatkan kembali manusia sebagai penguasa bumi serta seluruh isinya...

Dari Kitab Kejadian kita tahu bahwa pada mulanya manusia diciptakan untuk menjadi penguasa bumi serta isinya (Kej.1:28). Tapi karena manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia kehilangan haknya untuk menguasai bumi. Dan dari godaan iblis kepada Yesus kita tahu bahwa iblislah yang kemudian menguasai dunia dan seluruh isinya.

Tapi harus dicatat, itu semua hanya dapat terjadi karena TUHAN sendiri yang memberikan ijin. Dan ijin itu diberikan bukan karena jasa iblis melainkan sebagai hukuman bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ini kunci penting untuk memahami bagaimana iblis kelak akan kehilangan kekuasaannya atas dunia...

Pada saat Yesus berpuasa 40 hari lamanya, iblis menawarkan kepada Yesus seluruh dunia dengan segala kemegahannya, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Mat.4:9). Ini sebenarnya cuma ungkapan kesombongan saja karena iblis tidak bodoh dan tahu tahu persis bahwa Yesus yang adalah TUHAN dalam rupa manusia tidak akan mau bersujud menyembahnya. Iblis hanya ingin membalikkan keadaan dan memuaskan egonya, jika dulu saat masih di surga dia yang diminta untuk bersujud menyembah TUHAN yang berinkarnasi menjadi manusia, kini dialah yang berkesempatan meminta Yesus untuk bersujud menyembah kepadanya... Kalau Yesus tidak mau, tidak masalah buat iblis... toh dulu dia juga tidak mau diminta untuk menyembah Yesus yang berinkarnasi!

Tapi tanpa disadari iblis, tawaran kurang ajar yang penuh kesombongan tersebut sekaligus menjadi titik lemahnya. Mengapa? Karena itu berarti iblis sudah setuju melepaskan kekuasaannya atas dunia dan segala kemegahannya dengan satu harga yang teramat mahal: penyerahan diri Yesus sendiri!

Jawab Yesus: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Mat.4:10)...

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, iblis memang berkuasa atas dunia, tapi sekali lagi... kekuasaan itu dimiliki iblis atas ijin TUHAN dan diberikan bukan karena jasanya melainkan sebagai hukuman bagi manusia atas dosa. Maka untuk mengambil alih kekuasaan iblis atas dunia, Yesus tidak perlu membayar harga yang diminta kepada iblis, sebaliknya Yesus akan membayar itu kepada BAPANYA sebagai bagian dari kurban penebusan dosa manusia. Ini ibarat beli satu gratis satu....

Inilah kata-kata Yesus di atas kayu salib, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." (Luk.23:46), lalu semuanya berakhir dengan kemenangan mutlak....

Dengan kata-kata tersebut Yesus bertindak sebagai manusia untuk membayar tuntas harga yang dibutuhkan kepada Bapa-Nya sendiri. Bukan hanya untuk menebus dosa manusia (1Kor.6:20, 1Kor.7:23), tapi sekaligus juga untuk mengambil kembali kekuasaan atas dunia dari tangan iblis.

Karena harganya sudah dibayar lunas dan dosa-dosa manusia sudah ditebus, maka Bapa di surga dalam keadilan dan kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas menarik kembali kuasa iblis atas dunia dan menyerahkannya kepada Yesus Kristus. Iblis tidak bisa memprotes dan menuntut apa-apa karena dia sendiri pernah menyebutkan harganya ketika mencobai Yesus di padang gurun. Dan melalui pengorbanan Yesus di kayu salib harga itu sudah terbayar lunas kepada Bapa di surga, maka kekuasaan iblis atas dunia dan seluruh isinya menjadi hilang.

Kini Yesus Kristuslah yang berkuasa atas dunia dan semua manusia yang percaya kepadaNya akan ikut ambil bagian dalam kekuasaanNya. Itu tepat seperti yang dikehendaki TUHAN pada mulanya, yaitu manusia akan menguasai bumi serta isinya di dalam TUHAN dan bersama TUHAN....

Nanti dalam kedatangan-Nya yang kedua, kita akan melihat Yesus bukan lagi sebagai penebus, tapi sebagai Raja yang berkuasa! Berbahagialah mereka yang percaya kepada-Nya dan setia menjaga imannya hingga akhir, karena mereka akan ikut berkuasa bersama Yesus Kristus Sang Raja Semesta Alam.

Nah, sekarang menjadi sangat jelas mengapa allah swt dalam alquran berupaya keras meyakinkan muslim untuk percaya bahwa penyaliban Yesus tidak pernah ada! Bagi allah swt alias iblis, jika inkarnasi mengingatkan iblis pada pengusirannya dari surga, salib mengingatkan iblis bahwa semua upayanya menipu manusia ke dalam dosa menjadi sia-sia dan diapun kehilangan kekuasaannya atas dunia!

Salib adalah lambang kekalahan total yang sangat menyakitkan bagi allah swt alias iblis. Maka dari itu kebencian muslim yang tidak beralasan pada salib sesungguhnya tidak lain adalah perpanjangan dari kebencian iblis sendiri yang diekspresikan melalui pengikut-pengikutnya, salah satunya melalui para muslim!

Jadi seperti itulah takdir muslim yang sesungguhnya... hanya menjadi budak untuk memenuhi keinginan-keinginan iblis yang dengan taat mereka sembah sebagai allah swt.

Ada satu lagi....

Yang sangat menggelikan, demikian bencinya allah swt pada salib sehingga melalui berbagai hadis kepada muslim diajarkan nubuat palsu bahwa kelak kedatangan Yesus atau Nabi Isa di akhir jaman salah satunya adalah untuk mematahkan salib dan membunuh babi...

Kebencian pada salib kita sudah paham mengapa... tapi mengapa babi juga ikut-ikutan dimusuhi?

Ini sama sekali sudah benar-benar di luar akal sehat!

Babi ternyata tidak hanya diharamkan sebagai makanan, tapi juga harus dibunuh di akhir jaman.... Pertanyaannya, mengapa allah swt sangat membenci babi?

Saya yakin 100% tidak satu ulamapun yang tahu alasan sesungguhnya... bahkan juga muhamad si nabi palsu itu tidak pernah tahu... dia cuma meneruskan bisikan allah swt alias iblis.

Ini dia alasannya....

Itu karena di Injil dikatakan bahwa iblis pernah diusir Yesus dari tubuh manusia dan dipindahkan kepada sekumpulan babi (Mat.8:30-32). Jadi bagaimanapun babi juga mengingatkan iblis pada kekalahan mereka yang terusir dari tubuh manusia dan harus terhina dengan dipindahkan ke sekumpulan babi yang dengan bodoh terjun ke dalam danau lalu mati lemas. Maka kebencian muslim yang tidak masuk akal pada babipun sebenarnya merupakan perpanjangan dari kebencian iblis...

Jadi bisa dikataan apapun yang menjadi keinginan allah swt alias iblis, itulah yang diajarkan kepada muslim melalui islam. Dengan kata lain, muslim selama 14 abad lebih betul-betul hanya menjadi budak iblis, tidak lebih!

Sudah saatnya bagi muslim yang berakal sehat untuk bebas dari perbudakan ini!

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Jika kalian mau menggunakan akal sehat, setelah penjelasan tadi kalian seharusnya bisa mengerti mengapa Yesus diutus ke dunia untuk mati di kayu salib. Dan kalian juga harusnya percaya bahwa kurban salib Yesus memang dapat menebus dosa manusia.

Jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak percaya pada Yesus Kristus dan karya penebusan-Nya di kayu salib....

Lihatlah betapa ironisnya keyakinan iman kalian....

Dengan merayakan Idul Adha seharusnya kalian bisa percaya bahwa mempersembahkan kurban itu punya makna. Setidaknya kalian tidak bisa membantah bahwa TUHAN memang menghendaki adanya kurban.... itu fakta!

Tapi karena percaya ajaran iblis kalian malah menolak kurban terbesar yang dapat menebus dosa manusia. Dan sebaliknya seperti mahluk tak berakal kalian justru percaya bahwa mencium batu Hajar Aswad bisa menghapus dosa manusia dan kalian rela membuang uang begitu banyak hanya untuk itu...

Mana yang lebih masuk akal? Percaya bahwa Yesus telah disalibkan untuk menebus dosa atau percaya pada batu tak bernyawa yang dapat menghapus dosa?

Gunakan akal sehat kalian jika itu memang masih ada!

Ingatlah...

Yang membenci inkarnasi dan penyaliban Yesus sesungguhnya adalah iblis. Inkarnasi dan salib telah mengingatkan iblis pada penyebab terusirnya dari surga dan sekaligus juga kekalahannya di dunia. Maka dengan ikut menolak inkarnasi dan penyaliban, sesungguhnya kalian hanya menyuarakan kehendak iblis yang selama ini kalian sembah sebagai allah swt!

Apakah kalian ingin terus menyuarakan keingingan-keinginan iblis sampai nafas terakhir? Kalau kalian tidak mampu membantah video ini, resikonya terlalu besar... Iblislah yang sesungguhnya kalian ikuti!

Selagi kalian masih diberi kesempatan, segeralah keluar dari islam dan tinggalkan ajaran iblis itu selamanya.

Sekarang perkenankan saya mengulangi seruan Rasul Petrus, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus..." (Kis.2:38)

Terimalah Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Penyelamat maka dosa-dosa kalian akan dihapuskan seluruhnya dan kalian akan terdaftar sebagai penghuni surga...