Islam Dan Akal Sehat #40 : Selibat Dalam Pandangan Islam


Video ini dibuat secara dadakan.

Idenya muncul ketika ada seorang muslim ikut berkomentar di video breaking-news yang kebetulan membahas masalah selibat. Komentarnya kurang lebih mengatakan bahwa hidup selibat tidak sesuai dengan fitrah manusia, maka penerapannya pasti akan menimbulkan masalah.

Komentar tersebut dapat dimaklumi karena ajaran islam memang tidak mengenal hidup selibat. Maka amat wajar jika muslim tidak mampu melihat selibat sebagai salah satu pilihan hidup yang terhormat. Sebaliknya, mereka malah melihat pilihan hidup selibat sebagai bentuk pelanggaran terhadap fitrah atau kodrat hidup manusia.

----

Pandangan seperti itu tentu saja tidak lepas dari teladan hidup nabinya, yaitu muhamad....

Setelah perkawinannya dengan Khadijah, muhamad bagaikan kuda liar yang lepas kendali. Ia mengawini Aisya yang baru berusia 6 tahun dan menidurinya saat Aisya berusia 9 tahun. Itu terjadi saat muhamad sudah berusia lebih dari setengah abad dan lebih pantas menjadi kakeknya ketimbang suaminya.

Tidak cukup punya istri seorang anak di bawah umur, muhamad juga mengawini banyak wanita-wanita lainnya dengan berbagai alasan. Bahkan Zainab, istri dari Zaid anak angkatnya sendiri juga dikawininya setelah Zaid yang merasa tidak enak hati karena muhamad sang ayah angkat suka pada istrinya, terpaksa menceraikannya.

Tidak cukup hanya dengan sembilan istri, muhamad juga meniduri budak-budak sesuka hatinya. Diceritakan juga dalam sebuah hadis, karena akal sehatnya yang sudah menjadi tumpul akibat berpindah ke selangkangan dia nekat meniduri budaknya di tempat tidur Hafsah, salah satu istrinya... Kenyataan menjijikkan seperti itu muncul dalam kehidupan muhamad karena dalam islam memang dibenarkan meniduri budak-budak atau milkul-yamin tanpa harus mengawininya.

Itu semua cukup untuk menunjukkan obsesi muhamad yang luar biasa pada pemenuhan hawa nafsu seksual. Bahkan begitu besarnya obesi muhamad pada pemenuhan hawa nafsu seksual ini, sehingga kenikmatan yang ditawarkan islam di dalam surgapun tidak lain adalah pesta seks tanpa batas! Itu tercatat dengan jelas di dalam beberapa ayat Alquran, salah satunya dalam Surah Ath Thuur 52:17-20.

Dengan teladan hidup muhamad yang begitu terobsesi pada pemenuhan nafsu seksual, maka dalam islam memang mustahil muncul penghargaan terhadap hidup selibat.

Mengapa?

Karena dengan menghargai hidup selibat berarti kita menempatkan penyangkalan hawa nafsu seksual sebagai sebuah keutamaan rohani. Jika penyangkalan hawa nafsu seksual ditempatkan sebagai keutamaan rohani yang patut dihargai, lalu dimanakah posisi muhamad?

Tentu saja posisi muhamad menjadi jatuh karena dia akan terlihat sebagai manusia cabul berkarakter lemah yang tidak mampu menyangkal hawa nafsu seksualnya. Dan ini adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh muslim. Itu sebabnya islam tidak mungkin menghargai hidup selibat.

Untuk membela posisinya yang tidak menghargai hidup selibat ulama-ulama muslim sering berdalih bahwa selibat itu melanggar fitrah manusia...

Sayangnya pandangan ini juga menimbulkan masalah tersendiri..

Islam juga mengakui Yesus sebagai nabinya, meski mereka menyebut Yesus dengan nama Isa. Dan islam juga mengakui Yesus hidup tidak kawin atau selibat. Jika selibat dianggap sebagai pelanggaran atas fitrah manusia maka mereka harus menempatkan Yesus yang mereka akui sebagai nabi sebagai pelanggar fitrah manusia. Masalahnya, menempatkan Yesus sebagai pelanggar fitrah manusia tentu akan bertentangan dengan ajaran alquran yang mengakui Yesus tidak berbuat dosa ataupun kesalahan! Hal ini tentunya menjadi bumerang, karena pasti akan membingungkan muslim sendiri...

----

Sekarang saya akan mengajak anda melihat dua perbedaan ekstrim yang akan menyadarkan kita semua, ke arah manakah kedua agama ini akan membawa manusia....

Baik Kristen maupun Islam mengakui bahwa TUHAN pertama kali menciptakan manusia berpasangan, Adam dan Hawa. Dengan demikian setidaknya kedua agama sama-sama mengakui bahwa perkawinan monogami adalah kodrat manusia yang dirancang TUHAN pada mulanya...

Namun dalam perkembangannya kemudian muncul perbedaan...

Yesus melalui contoh teladan hidup-Nya telah memberikan pilihan hidup yang lain bagi manusia, yaitu hidup selibat demi Kerajaan TUHAN. Ini seperti yang dikatakan dalam Injil:

"Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." (Mat.19:12)

Bahkan menurut Rasul Paulus, bentuk hidup selibat adalah pilihan yang lebih baik sebagai mana yang tercermin dalam tulisannya:

...Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. (1Kor.7:1-2)

Selanjutnya,

...Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya.. (1Kor.7:32-33)

Amat jelas dari kedua ayat tadi pilihan hidup selibat ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi ketimbang hidup perkawinan, meski keduanya sama-sama baik.

Sementara itu melalui teladan hidup muhamad, ajaran islam memberikan pilihan hidup perkawinan yang lain, yaitu poligami.

Alquran menganjurkan poligami dengan syarat sanggup berbuat adil, tapi jika tidak sanggup maka alternatifnya adalah monogami.

Ini seperti yang tertulis di Alquran (An Nisa 4:3),

...maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja...

Dengan demikian islam menempatkan perkawinan poligami sebagai bentuk perkawinan yang lebih baik, karena bentuk ini juga diteladankan muhamad ketika dia punya kebebasan untuk melakukannya. Sementara monogami adalah jenis perkawinan kelas dua, yaitu pilihan bagi muslim yang tidak sanggup berbuat adil secara materi atau bagi mereka yang terpaksa tidak dapat berpoligami seperti halnya keadaan muhamad sewaktu beristrikan khadijah...

Jadi baik Kristen maupun islam sama-sama mengajarkan bentuk kehidupan lain selain perkawinan monogami. Kristen menawarkan selibat sementara islam mengajarkan poligami.

Tapi perlu diingat, keduanya, baik itu selibat maupun poligami bukanlah kodrat manusia pada waktu manusia diciptakan semula.

Nah, sekarang mari kita menggunakan akal sehat kita...

Mengapa Yesus mengajarkan manusia untuk hidup selibat, bahkan meneladankannya melalui hidup-Nya sendiri? Apakah Yesus mengajarkan manusia untuk melanggar kodratnya sendiri yang sejak semula diciptakan berpasangan dan hidup sebagai suami istri?

Sama sekali tidak....

Dengan menawarkan hidup selibat sesungguhnya Yesus mengajarkan kodrat manusia yang lain, yaitu kodrat manusia di dalam surga. Di surga manusia hidup seperti malaikat, yaitu mereka tidak kawin alias hidup selibat! Nah, kehidupan manusia seperti di dalam surga itulah yang ingin diajarkan Yesus melalui hidup selibat.

Jadi hidup selibat sebagaimana yang sampai hari ini dilakukan oleh para imam dan uskup, dan juga oleh para biarawan / biararawati di Gereja Katolik, adalah bayangan atau lambang dari kehidupan manusia yang akan datang di dalam surga. Kodrat manusia dalam kehidupannya di dalam surga itulah yang ingin diajarkan TUHAN melalui hidup selibat!

Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti....

Lalu bagaimana dengan islam...

Ternyata sama!

Poligami juga adalah lambang dari kodrat manusiawi di surga versi islam...
Di surga versi islam orang menikmati pesta seks tanpa batas dengan partner banyak bidadari surga yang disediakan cuma-cuma oleh allah swt. Dengan demikian di surga setiap muslim kelak akan melakukan hubungan seks dengan banyak partner yang berganti-ganti sampai selama-lamanya....

Gambaran kehidupan di surga semacam itulah yang dilambangkan dengan perkawinan poligami dan juga hubungan seks dengan para budak atau milkul yamin. Karena di surga kelak manusia menikmati hubungan seks dengan partner yang berbeda-beda, baik dengan istri-istri maupun dengan bidadari-bidadari, maka kehidupan semacam itu juga yang disiapkan dalam ajaran islam melalui poligami dan hubungan seks bebas dengan para budak!

Sekarang kita serahkan pada akal sehat kita, manakah yang benar... di surga manusia hidup kudus dan selibat dalam kebersamaan dengan TUHAN, atau sebaliknya hidup penuh dengan pemuasan hawa nafsu tanpa batas dan menikmati seks dengan berganti-ganti pasangan sampai selama-lamanya?

Dokter saja tahu bahwa hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti itu tidak sehat dan mengundang banyak penyakit. Maka mustahil pola hidup tidak sehat dan menjijikkan itu jadi lambang dari kehidupan di surga!

Surga juga tersedia bagi segala usia, termasuk bagi anak kecil karena kematian dapat menjumpai siapa saja tanpa pandang usia. Nah, coba ceritakan dengan gamblang kepada anak-anak anda seperti apa kelak kehidupan di dalam surga.. Surga versi Kristen atau surga versi islamkah yang akan anda ceritakan? Jika akal anda masih sehat pasti akan memilih untuk menceritakan surga versi Kristen!

Dengan demikian pilihan akal sehat pastinya cuma satu: di surga manusia hidup kudus dan selibat! Konsekuensinya, surga versi islam yang menawarkan kenikmatan seks tanpa batas tidak sudah pasti tidak lebih dari surga palsu, alias neraka jahanam.

Nah, sekarang menjadi jelas mengapa di dalam Kristen diajarkan tentang hidup selibat sebagai salah satu pilihan. Dan juga sekaligus mengapa poligami dan hubungan seks dengan para budak dibenarkan dalam islam...

Keduanya menunjukkan arah kehidupan setelah kematian yang berbeda satu sama lain. Ajaran Kristen mengarahkan manusia ke surga untuk hidup bahagia bersama dengan TUHAN Sang Pencipta, sementara ajaran islam mengarahkan manusia untuk terjerumus ke jurang neraka kekal melalui propaganda tawaran kenikmatan seks tanpa batas...

Bagi muslim, silahkan bantah pernyataan ini kalau kalian sanggup!
Saya beri waktu sampai akhir jaman...

Mungkin muslim akan bertanya, bagaimana dengan kenikmatan seks yang dijanjikan?

Sayangnya muslim tidak akan pernah menjumpai itu... tawaran pesta seks di dalam surga hanyalah upaya promosi bohong dari iblis agar para muslim yang lupa menggunakan akal sehat tertarik untuk mengikuti ajarannya. Nah, yang namanya promosi.. apalagi promosi yang dilakukan oleh iblis, tentu jauh dari kenyataan.... Mereka tidak akan menemukan kenikmatan seperti yang dijanjikan, sebaliknya yang akan mereka temukan adalah siksaan kekal di neraka.

Muslim mungkin akan bertanya lagi... lalu kenikmatan apa yang dirasakan di surga jika tidak ada seks tanpa batas?

Jawabannya memang bukan kenikmatan, tapi kebahagiaan karena berjumpa dan hidup bersama dengan TUHAN Sang Pencipta dalam seluruh kemuliaan-Nya. Dan itu jauh melampaui segala bentuk kenikmatan yang dapat terbayangkan manusia...

Bayangkanlah kebahagiaan yang dirasakan setiap tahun ketika kita pulang mudik berjumpa dengan orang tua dan kerabat saat hari raya. Kebahagiaan hidup di surga akan jauh melampaui itu karena kita akan berjumpa dan hidup bersama dengan TUHAN Sang Pencipta!

Ini bukan sekedar kenikmatan ragawi seperti yang dibayangkan muslim sampai akhir hidupnya... tapi kebahagiaan sempurna dan tanpa batas!

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Semoga video ini dapat membantu kalian untuk segera tersadar dari segala penyesatan islam, dan dapat membantu kalian untuk membuka hati dan pikiran kalian pada satu-satunya ajaran yang benar dan menyelamatkan, yaitu ajaran Yesus Kristus, TUHAN dan Penyelamat semua manusia.