Islam Dan Akal Sehat #38: Kebohongan Islam Dalam Penyaliban Yesus



Ada banyak kesamaan pandangan antara kaum muslim dan Kristen terhadap Yesus, meski tentu saja ada perbedaannya yang mendasar.

Muslim memuliakan Yesus dengan menerima-Nya sebagai nabi. Muslim tidak keberatan dengan kelahiran Yesus dari seorang Perawan tanpa ayah biologis. Mereka mengakui berbagai mujizat-Nya, bahkan mereka juga mengakui Yesus sebagai Kristus atau Sang Mesias.

Apakah itu berarti kaum muslim juga pengikut Yesus Kristus?

Sama sekali tidak, karena sampai kapanpun muslim tidak akan pernah mau mengakui dua hal penting ini: penyaliban Yesus dan juga ketuhanan Yesus.

Itu dua hal yang paling disangkal ajaran Islam dari Yesus Kristus!

-----------

Pada video kali ini kita akan membahas masalah penyangkalan Islam terhadap penyaliban Yesus. Sedangkan penyangkalan Islam terhadap ketuhanan Yesus akan kita bahas di video berikutnya. Dengan memahami penyangkalan Islam terhadap penyaliban dan ketuhanan Yesus semoga kita bisa memahami dimana posisi islam yang sesungguhnya dalam sejarah keselamatan!

Ayat Alquran yang paling jelas menyatakan penolakan terhadap penyaliban Yesus adalah ini:

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (An Nisa 4:157)

Penafsiran klasik para ulama islam secara umum menunjukkan bahwa ayat ini menyatakan Yesus tidak pernah disalibkan dan yang sesungguhnya disalibkan adalah orang lain yang diserupakan dengan Yesus. Penafsiran tersebut sesuai dengan apa yang tertulis di surah An Nisa 4:157....

[video klip]

Mengenai siapa yang menggantikan Yesus, tidak ada kesepakatan diantara para ulama. Beberapa ulama mengatakan itu adalah salah satu murid Yesus yang mengajukan dirinya untuk menjadi pemeran pengganti. Ada pula penafsiran lain yang mengatkan bahwa itu adalah Yudas Iskariot yang diserupakan sebagai hukuman atas pengkhianatannya.

Masalah utama dari semua penafsiran yang menyangkal adanya penyaliban terhadap Yesus adalah: penafsiran-penafsiran tersebut bertentangan dengan fakta!

Ke-empat Injil jelas ditulis oleh saksi mata atau orang-orang yang mengenal saksi mata dan semuanya hidup di jaman Yesus. Seluruhnya memberi kesaksian sama: Yesus telah disalibkan dan wafat di atas kayu salib! Ini diperkuat juga dengan sumber-sumber non-Kristen seperti tulisan Josephus Flavius, seorang sejarawan Yahudi abad 1. Juga tulisan dari Tacitus, seorang senator dan sekaligus juga sejarawan romawi yang hidup di abad 1 - 2 masehi. Keduanya memberi kesaksian tentang fakta penyaliban Yesus.

Kisah penyaliban yang begitu detail dalam Injil juga menutup peluang adanya skenario penggantian peran ini, apabila yang diserupakan hanya wajah saja.

Mari kita cermati dengan menggunakan akal sehat!

Jika yang disalibkan adalah Yudas Iskariot sebagai hukuman atas pengkhianatannya, sejak awal pasti dia berusaha menjelaskan kesalahan ini, misalnya dengan berkata, "Kalian salah, aku bukan Yesus!" Tapi kita tidak melihat sedikitpun upaya ini. Selain itu Injil jelas menyatakan Yudas tewas bunuh diri. Jadi tidak mungkin Yudas menggantikan Yesus di kayu salib.

Jika yang disalibkan adalah murid Yesus yang mengajukan diri secara sukarela, berarti semua murid tahu siapa sesungguhnya yang ada di atas kayu salib. Pertanyaannya, apakah mungkin murid-murid Yesus rela menjadi martir untuk mewartakan kebohongan tentang Yesus yang wafat di kayu salib dan bangkit kembali? Sama sekali tidak mungkin! Orang hanya bersedia mengorbankan nyawa bagi sesuatu yang diyakininya sebagai kebenaran, bukan bagi kebohongan.

Selain itu perkataan-perkataan Yesus di atas kayu salib begitu meyakinkan sehingga mustahil dikatakan oleh orang lain selain Yesus sendiri.

Misalnya, tidak mungkin manusia biasa akan berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk.23:34) pada saat orang tersebut merasakan penderitaan luar biasa hebat di kayu salib. Respon manusiawi yang wajar pada saat seperti itu adalah menjerit kesakitan dan marah sambil mengutuki orang-orang yang terlibat dalam penyaliban...

Juga tidak mungkin orang biasa dapat berkata kepada penjahat yang ada di sebelahnya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Luk.23:43).

Selain itu di Injil tercatat Yesus menyerahkan Maria ibu-Nya kepada Yohanes (Yoh.19:27). Itu jelas mustahil dilakukan jika yang disalibkan bukan Yesus sendiri!

Bahkan fenomena alam berupa kegelapan dan gempa yang mengiringi saat-saat kematian Yesus (Mat.27:45-51) juga ikut memastikan bahwa yang wafat di kayu salib memang benar Yesus Kristus, bukan orang lain!

Kesimpulannya, jika yang disalibkan itu wajah-Nya mirip Yesus, kata-kata-Nya mirip Yesus, hati dan pikiran-Nya mirip Yesus, murid-murid dan ibu Yesus percaya itu Yesus, bahkan alam ikut memberikan tanda, maka Dia pasti memang Yesus! Mengatakan orang yang disalibkan tersebut bukan Yesus terlalu mengada-ada dan sangat melecehkan akal sehat.

Berhadapan dengan fakta yang kuat seperti itu tentu saja klaim Alquran yang baru ditulis hampir 6 abad setelah kejadian, di tempat yang jauh dari kejadian, dan oleh sumber yang tidak memiliki kedekatan dengan tradisi dan kisah penyaliban, menjadi amat lemah. Akibatnya ayat Surah An Nisa 4:157 yang sering digunakan muslim untuk menyerang fakta penyaliban sekarang berbalik menjadi bumerang bagi muslim! Ayat tersebut adalah titik lemah yang justru membuktikan kebohongan Alquran dengan amat telak!

Tapi karena para ulama tidak mungkin mengakui kebohongan Alquran, mereka masih mencoba menutupinya dengan kebohongan lain...

Sekarang beberapa ulama mulai mengakui bahwa yang disalibkan memang Yesus, tapi mereka tetap menolak kematian-Nya! Dalam asumsi mereka, setelah menjalani penyiksaan hebat dan lambungnya ditembus tombak Yesus tetap hidup. Entah bagaimana Yesus berhasil pulih dari luka-luka hebat yang diderita-Nya, berhasil membuka batu penutup kuburan, lalu keluar menemui para murid-Nya...

[video klip]

Ironisnya, dengan mengakui bahwa yang disalibkan adalah Yesus, meski tanpa mau mengakui kematian-Nya, maka secara tidak langsung mereka telah mengakui kekeliruan ayat Alquran. Artinya, ulama-ulama muslim sekarang telah mengakui pernyataan surah An Nisa 4:157 yang mengatakan bahwa Yesus tidak disalibkan dan orang lain yang menggantikan sebagaimana penafsiran banyak ulama sebelumnya, adalah salah total!

Blunder ini bertambah parah karena asumsi bahwa Yesus disalibkan tapi tidak mati juga tidak bisa dipertahankan....

Salah satu argumen yang mereka gunakan untuk meyakini Yesus tidak mati adalah perkataan Yesus tentang tanda Nabi Yunus, "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Mat.12:40).

Karena Yunus tetap hidup di dalam perut ikan, maka menurut logika mereka Yesus pasti juga tetap hidup.

Ini kesimpulan yang keliru karena yang jadi analogi dalam perumpamaan itu adalah Yesus yang dikuburkan dalam perut bumi sebelum kemudian bangkit kembali dan keluar dari perut bumi, bukan soal mati atau tidak! Sementara itu pernyataan Yesus tentang kematian yang harus dilalui-Nya sudah dinyatakan oleh Yesus sendiri di banyak ayat-ayat lain.

Ini beberapa contohnya:

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Mat.16:21)

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. (Mrk.8:31)

"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."  (Mrk.9:31)

"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit." (Mrk.10:33-34)

"Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."  (Luk.9:22)

Maka berdasarkan ayat-ayat tersebut Yesus jelas sudah mengetahui bahwa Ia harus mengalami kematian di atas kayu salib! Jadi mustahil tanda Nabi Yunus pada Mat.12:40 dimaksudkan oleh Yesus bahwa Ia tetap hidup saat dikuburkan!

Dengan demikian teori para ulama muslim bahwa Yesus tidak mati saat disalibkan tidak dapat dipertahankan lagi. Apalagi kematian Yesus di kayu salib sudah dikonfirmasi oleh prajurit Romawi yang memastikannya dengan menikam lambung Yesus (Yoh.19:33-34).

Itu tadi adalah kesaksian dari Injil...

Sekarang kita akan melihat apa yang dikatakan oleh kitab-kitab Perjanjian Lama....

Di Kitab Daniel dikatakan demikian:

Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu...(Dan.9:26)

Ayat tersebut menubuatkan dengan tepat tentang Mesias yang disingkirkan atau dibunuh dan juga penghancuran Kota Yerusalem serta Bait Allah yang terjadi setelahnya, yaitu pada tahun 70 Masehi!

Selanjutnya Kitab Yesaya pasal 53 seluruhnya menubuatkan dengan sangat tepat tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus!

Kita ambil contoh beberapa,

Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (Yes.53:8-9)

Ayat tersebut jelas menubuatkan kematian Yesus.

Berikutnya,

Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak (Yes.53:12)

Ini juga amat jelas menubuatkan kematian Yesus dan bagaimana Ia berdoa memohon pengampunan bagi orang-orang yang telah menyalibkan Dia, tepat seperti apa yang telah tercatat dalam Injil!

Bukan itu saja, Kitab Kejadian juga memberikan type yang merujuk pada penyaliban Yesus.
Apa itu 'type'?

Type adalah tokoh atau kejadian nyata di dalam Kitab Suci yang secara simbolik merujuk pada suatu kejadian di masa depan.

Type yang dimaksud disini adalah kisah tentang Abraham yang hendak mempersembahkan Ishak anaknya sebagai korban persembahan sesuai dengan permintaan TUHAN. Meskipun permintaan TUHAN itu hanyalah ujian bagi Abraham, namun kejadian itu merujuk pada korban persembahan yang sesungguhnya di masa depan, yaitu penyaliban Yesus Kristus.

Jika dalam ujian iman itu Abraham diminta untuk mempersembahkan Ishak anak tunggalnya, maka dalam penyaliban yang sesungguhnya Allah Bapa sendiri yang menyerahkan Yesus Kristus Putra Tunggal-Nya sebagai korban penebus dosa seluruh manusia!

Itu sebabnya TUHAN berkata keoada Abraham, "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat..."  (Kej.22:18)

Berkat bagi seluruh bangsa yang dimaksud adalah penebusan dosa yang dilakukan Yesus Kristus dengan wafat di kayu salib. Nubuat itu terpenuhi dengan sempurna karena Yesus adalah keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub!

Jadi sama sekali tidak ada celah bagi skenario Yesus tidak mati di kayu salib!

Dengan demikian sekarang ulama-ulama muslim sudah terpojok, mereka kehabisan argumen dan suka atau tidak suka harus menerima fakta bahwa Yesus memang wafat di atas kayu salib dan Alquran telah berbohong!

Mari kita lihat bertapa parahnya kebohongan surah An Nisa 4:157...

Pernyataan bahwa Yesus tidak mati, SALAH!
Pernyataan bahwa Yesus tidak disalibkan, juga SALAH!
Pernyataan bahwa yang mati adalah orang yang diserupakan dengan Yesus, ini pernyataan yang paling SALAH dan bahkan mulai disangkal oleh ulama-ulama muslim sendiri!

Nah, jika satu ayat saja sudah terdapat setidaknya tiga kebohongan fatal, ada berapa kebohongan lain yang mungkin ada di dalam seluruh Alquran? Tentu ada banyak sekali! Kitab penuh kebohongan seperti itu sudah pasti bukanlah kitab suci! Hanya orang yang tidak menggunakan akal sehatnya saja yang dapat percaya pada kebenaran alquran! Mereka adalah orang-orang yang mungkin tetap akan percaya kalau 1+1=5 jika itu tertulis di alquran!

Sekarang yang menjadi pertanyaan, mengapa Alquran berbohong separah ini? Mengapa Alquran harus memaksa untuk menyangkal penyaliban Yesus?

Jawabannya terletak pada apa yang ingin dinyatakan TUHAN melalui penyaliban Yesus. Apapun itu, islam sudah pasti bermaksud menyangkalnya!

Sabda TUHAN dalam Kitab Yesaya pasal 53 tertulis demikian,

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yes.53:5)

Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya.. (Yes.53:10)

...karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yes.53:12)

Dari nubuat Kitab Yesaya sudah jelas bahwa tujuan dari penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menanggung penderitaan akibat dosa banyak orang, menebus dosa-dosa manusia, dan mendatangkan keselamatan.

Tapi muslim yang dididik untuk tidak percaya pada konsep penebusan dosa sering mempertanyakan: bagaimana mungkin manusia dapat berkorban untuk menebus dosa manusia-manusia lain? Tentu saja bisa! Tapi untuk memahaminya kita perlu mengerti konsep tentang korban persembahan.

Konsep tentang korban yang harus dipersembahkan kepada TUHAN untuk menebus dosa sudah mulai dikenal manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa di Taman Eden ketika TUHAN memberikan pakaian kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan mereka (Kej.3:21). Disini TUHAN mengajarkan kepada manusia tentang perlunya korban untuk memulihkan keadaan manusia yang terjatuh akibat dosa.

Tradisi memberikan korban persembahan ini kemudian dilakukan oleh keturunan-keturunan Adam. Ketika Kain memberikan korban berupa hasil bumi, TUHAN tidak berkenan. Tapi korban anak kambing-domba yang dipersembahkan Habel, TUHAN berkenan menerimanya. Bahkan ketika Nuh mempersembahkan beberapa binatang, TUHAN menerima persembahan itu dan menyatakan kerahiman-Nya:

"Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan..." (Kej.8:21)

Kesimpulannya...

Jika binatang saja dapat dijadikan sebagai korban untuk penebus dosa dan pereda murka TUHAN, maka penderitaan dan wafat Yesus Kristus di kayu salib tentu juga dapat menjadi penebus dosa dan meredakan murka TUHAN. Bahkan karena pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib adalah pengorbanan yang sempurna, maka pengorbanan itu mampu menebus seluruh dosa manusia secara tuntas dan sekaligus mengubah murka TUHAN menjadi kerahiman yang tak terbatas!

Tapi tentu saja penebusan dosa dan keselamatan itu hanya berlaku bagi mereka yang percaya sebagaimana yang sudah tertulis di Injil:

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Mrk.16:16)

Maka dengan percaya dan menerima pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib kita dibebaskan dari dosa, berdamai sepenuhnya dengan TUHAN, dan mendapatkan keselamatan kekal.

Iblis tentu saja tidak menghendaki manusia memperoleh keselamatan dan berusaha keras menggagalkannya. Maka Iblispun tidak menghendaki manusia percaya pada penyaliban Yesus.
Ini pokok permasalahannya!

Oleh karenanya melalui alquran iblis berupaya keras menyangkal kematian Yesus di kayu salib, meski penyangkalan itu tidak memiliki bukti dan argumen yang memadai. Iblis berharap ada banyak manusia yang tidak menggunakan akal sehatnya dan percaya begitu saja pada alquran!

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Semoga semuanya sudah menjadi jelas bahwa Yesus Kristus memang wafat di kayu salib. Itu sesuai dengan fakta historis, sudah dinubuatkan para nabi, dan sejalan dengan seluruh rencana TUHAN untuk menyelamatkan manusia.

Justru pandangan yang berusaha menolak fakta penyaliban Yesus asalnya adalah dari iblis yang tidak ingin manusia memperoleh keselamatan kekal!

Sekarang saya ingin membalikkan situasi....

Mampukah kalian memberikan argumen dan bukti yang meyakinkan bahwa Surah An Nisa 4:157 tidak berdusta? Kumpulkanlah semua ulama di seluruh dunia, dan jawab tantangan tersebut! Jika kalian sanggup memberikan jawaban yang meyakinkan, maka saya akan menutup channel Crusader Network ini untuk selamanya!

Sebaliknya jika kalian tidak sanggup membuktikan kebenaran ayat tersebut, saya mengajak anda untuk mengakui dengan jujur kekeliruan alquran. Dan selanjutnya dengan tulus dan dalam kasih Tuhan saya ingin anda mengakui kebenaran Injil bahwa Yesus Kristus memang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia dan membawa keselamatan kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya.