Benarkah Gereja Katolik Menentang ZIONISME?

 


Transkrip:

Baru-baru ini ada berita yang cukup hangat tentang Carrie Prejean Boller yang dipecat oleh Donald Trump dari Komisi Kebebasan Beragama Gedung Putih gara-gara ucapannya yang menolak mendukung zionisme dengan alasan zionisme bertentangan dengan ajaran iman Katolik.
Selanjutnya channel-channel Katolik konservatif dan tradisional ramai-ramai memberikan dukungan, mulai dari Michael Matt, John Henry Weston, dll.

Mereka membahas bagaimana Carrie Prejean dipersekusi oleh golongan kanan pendukung Donald Trump sambil membangun opini seolah-olah ajaran iman Katolik bertentangan dengan zionisme. Biasanya mereka mengambil rujukan dari percakapan antara Paus St. Pius X dengan Theodor Herzl yang intinya Paus St. Pius X menolak mendukung gerakan zionisme.

Dari situ kemudian diambil kesimpulan Gereja Katolik menentang zionisme.

Benarkah demikian?

Salah besar! Tak ada satu pun ajaran Gereja Katolik yang menentang zionisme. Silahkan cek sendiri. 

Dalam percakapannya dengan Theodor Herzl pada tahun 1904, Paus St. Pius X memang menolak untuk mendukung gerakan zionisme, tapi dia juga tidak menghalanginya. Dengan kata lain, Paus St. Pius X mengambil sikap netral. Bahkan di bagian akhir percakapannya Paus St. Pius mengatakan jika orang-orang Yahudi telah menetap di Tanah Suci, Gereja Katolik memiliki imam-imam yang siap membaptis mereka. Itu secara implisit menunjukkan Paus St. Pius X berharap zionisme berhasil dan Gereja Katolik akan mempertobatkan orang-orang Yahudi di sana, di tempat dimana mereka telah menolak Kristus. Bahkan Mgr. Eugenio Pacelli (yang kemudian menjadi Paus Pius XII) pada tahun 1926 mendorong umat Katolik Jerman untuk mendukung pemukiman orang-orang Yahudoi di Tanah Suci.

Singkatnya, sekalipun secara formal Gereja Katolik tidak mendukung zionisme namun secara informal punya kecenderungan untuk mendukungnya.

Sekarang, mari kita lihat masalah ini secara geopolitik.

Zionisme yang menghadirkan negara Israel sebagai satu-satunya negara Yahudi di dunia, membuat Tanah Suci terbebas dari penguasaan muslim. Ini keadaan yang jauh kebih baik bagi orang-orang Kristen yang mesih perlu berziarah ke sana. Dengan alasan itu zionisme sebenarnya layak untuk kita dukung secara prinsip, tanpa membenarkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

Sebaliknya, menentang zionisme (seperti yang dinyatakan oleh Carrie Prejean dan parea pendukungnya) sama artinya dengan mendukung penguasaan muslim atas Tanah Suci orang Yahudi dan Kristen. Inikah yang mereka inginkan???? Lihat apa yang terjadi di London, New York, dan berbagai kota di Amerika dan juga Eropa dimana imigran muslim berkembang pesat.

Faktanya zionisme telah menyelamatkan Tanah Suci dari islamisasi. Menentang zionisme adalah tindakan bodoh yang tidak pernah didukung ajaran Gereja.

Viva Christo Rey!


Posting Komentar

0 Komentar