Quran Dipastikan Tidak Asli?



Kemajuan teknologi internet yang membuat informasi begitu terbuka bagi semua orang menjadi berkat yang luar biasa bagi muslim. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka punya kesempatan untuk mengetahui kebohongan-kebohongan Islam yang selama 14 abad menipu semua muslim! Sampai dengan beberapa tahun yang lalu, para ulama selalu menyuarakan mitos yang seragam: Quran adalah kitab suci yang paling terjaga keutuhannya hingga setiap hurufnya sejak Kalifah Ustman!

Berikut contoh pengakuan Dr. Yasir Qadhi dan Dr. Shabir Ally mengenai kemurnian quran...

[video]

Tapi keajaiban internet buatan manusia ternyata mengalahkan keajaiban Quran yang diturunkan Allah swt! Sejak Dr. Jay Smith dan Hatun Tash memamerkan 26 versi Quran yang berbeda di 'Speaker's Corner' - London, mitos kemurnian Quran tidak bisa dipertahankan lagi.


Beberapa ulama terpaksa mengubah pandangannya dan mulai mengakui ada beberapa versi Quran yang berbeda. Ini pukulan yang sangat telak bagi mitos keutuhan Quran yang terpaksa harus mereka akui tidak benar karena bukti-bukti yang ada tidak mungkin ditutupi lagi di era keterbukaan informasi ini.

Berikut pengakuan dari Dr. Yasir Qadhi dan Dr. Shabir ALly, yang sebelumnya mengatakan Quran terjaga sempurna..

[video]

Ada pertanyaan yang menarik... apakah perubahan sikap itu terjadi karena mereka baru mengetahui fakta tersebut setelah Dr. Jay Smith dan Hatun Tash membuktikan keberadaan 26 versi Quran yang berbeda?

Jawabannya: tidak!

Banyak ulama dan akademisi muslim yang sudah tahu adanya perbedaan versi itu sejak lama tapi mereka sengaja menutupi fakta tersebut dari umat.

Salah satu contohnya adalah Dr. Shehzad Saleem yang dengan jujur mengungkapkan adanya perbedaan versi quran.
 
[video]

Video tersebut mengungkapkan hasil riset doktoral dari Dr. Shehzad Saleem selama 15 tahun. Dan video itupun dibuat sebelum Dr. Jay Smith dan Hatun Tash memamerkan 26 versi Quran yang berbeda. Artinya, fakta adanya perbedaan versi quran itu sedikit atau banyak sudah lama diketahui para ulama dan akademisi muslim!

Setidaknya fakta bahwa quran yang beredar sekarang adalah edisi Kairo yang dicetak pada tahun 1924 dengan tujuan untuk menyeragamkan Quran, sudah pasti diketahui oleh kalangan ulama dan akademisi muslim! Saya sendiri sudah mengetahui fakta Quran edisi Kairo tahun 1924 ini kurang lebih 20 tahun yang lalu.

Maka ulama dan kaum intelektual muslim sekelas Dr. Yasir Qadhi atau Dr. Shabir Ally mustahil tidak tahu fakta tersebut. Mereka pasti sudah tahu!

Pertanyaannya, mengapa mereka sengaja berbohong selama bertahun-tahun dengan terus mengatakan Quran terjaga sempurna?

Memang tidak ada pengakuan langsung dari mereka, tapi ini kemungkinannya: mereka berusaha menutupi kelemahan Islam yang terbesar!

Bayangkan apa yang terjadi jika banyak umat muslim yang tahu bahwa Quran ternyata memiliki beberapa versi sementara di Quran jelas tertulis bahwa Allah SWT menjaga keutuhan Quran? Tentu kepercayaan terhadap Quran menjadi hilang dan dengan mudah muslim akan meninggalkan Islam!

Dan itu berarti bencana besar bagi Islam Inc. Bisnis haji, umroh, dan kencing onta hancur berantakan, bisnis busana muslim gulung tikar, sertifikasi halal tidak laku, bisnis dakwah para ulama bangkrut, dan banyak lagi.

Disinilah saya katakan di awal video tadi teknologi internet menjadi berkat yang luar biasa bagi muslim. Terbukti dengan keterbukaan internet, ulama-ulama seperti Dr. Yasir Qadhi dan Dr. Shabir Ally terpaksa mulai mengungkapkan fakta kebohongan mitos keerjagaan Quran. Mereka tidak punya pilihan lain seperti maling yang terpaksa mengaku karena barang buktinya ketahuan! Jadi, berbeda dengan muslim generasi sebelumnya, muslim hari ini bisa mengetahui fakta kebohongan mitos keterjagaan Quran dan punya pilihan apakah mau tetap percaya pada mitos bohong tersebut atau meninggalkannya.

Kita tinggal menunggu bagaimana para ulama menjelaskan tentang Quran edisi Kairo tahun 1924 yang sejak tahun 1985 ditetapkan sebagai satu-satunya Quran resmi oleh Raja Fahd dari Arab Saudi! Ini akan menggelikan sebab edisi Kairo diambil dari teks Quran versi Hafs, yang ditulis oleh Hafs Ibn Sulayman al-Asadi yang hidup tahun 708 - 796 di Kufa, Irak. Berarti kemungkinan besar teks Quran versi Hafs tidak didasarkan pada dialek Quraish! 

Sebagaimana kita ketahui sekitar tahun 650 Kalifah Ustman membakar semua salinan Quran yang ada selain dialek Quraish, dan mengkanonisasi Quran untuk pertama kalinya dengan menggunakan dialek Quraish. Dengan fakta adanya banyak versi Quran sekarang ini kita tahu bahwa upaya menyatukan versi Quran oleh Ustman sudah gagal. 

Masalahnya, apakah teks Quran edisi Kairo 1924 yang sekarang digunakan sama dengan teks Quran yang dikanonisasi oleh Ustman?

Tanpa adanya bukti manuskrip asli Quran versi Ustman yang sampai saat ini belum juga diketemukan, maka kemungkinan besar teks Quran versi Hafs yang berasal dari Kufa (Irak) tidak menggunakan dialek Quraish. Artinya, kemungkinan besar teks Quran versi Hafs tidak sama dengan teks Quran versi Ustman! Dan parahnya, Hatun Tash menemukan ada 7 versi teks Hafs yang berbeda! Jadi tidak ada kepastian bahwa teks Quran edisi Kairo 1924 yang digunakan sekarang ini adalah teks Hafs yang asli, dan juga hampir dipastikan berbeda dengan teks Quran dialek Quraish yang dikanonisasi oleh Kalifah Ustman!

Fakta-fakta ini tidak pernah terungkap kepada publik sebelumnya. Tapi berkat keajaiban internet buatan manusia yang mampu mengalahkan mujizat Allah SWT, sekarang semua orang tahu Quran tidak terjaga sesuai janji Allah SWT dalam Quran.

Ini berkat luar biasa bagi muslim! Dengan terbongkarnya kebohongan Quran, kini mereka tidak perlu ragu untuk meninggalkan Quran karena sesungguhnya Quran telah meninggalkan mereka sejak lama. 

Wassalam....

Posting Komentar

0 Komentar