Tuhan Islam Dan Kristen Sama? | Itu Tidak Benar!


Pax vobis, salam damai dan sejahtera...

Dalam sebuah video saya pernah menegaskan bahwa dokumen Lumen Gentium, yaitu salah satu dokumen Konsili Vatikan II, yang menyatakan Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang sama adalah keliru. Saya menyatakan itu karena sebagai eks-muslim saya tahu persis bahwa muslim memang tidak menyembah Tuhan yang sama dengan Kristen. Muslim tidak menyembah ALLAH TRITUNGGAL yang disembah Kristen. 

Silahkan tanyakan pada muslim di seluruh dunia, mereka akan menjawab itu dengan tegas dan tanpa keraguan. Kecuali kalau mereka sedang bertaqiya, itu soal lain....

Tapi beberapa hari yang lalu ada sebuah video dari seorang diakon Katolik, seorang calon imam, yang menyatakan Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang sama dengan menyertakan berbagai argumen untuk membela pernyataan teks Lumen Gentium.

Di satu sisi saya senang dengan video tersebut karena mengkonfirmasi kekeliruan dokumen Lumen Gentium. Jadi bukan saya saja yang menginterpretasikan teks tersebut mengatakan demikian. Menurut diakon tersebut, yang tentunya sudah menerima pendidikan teologis jalur resmi sesuai semangat konsili, memang benar dokumen Lumen Gentium mengatakan muslim dan Kristen menyembah TUHAN yang sama. Ini perlu kita catat baik-baik....

Argumen dasarnya kurang lebih demikian, Islam juga menyembah Allah yang sama dengan yang disembah Abraham namun dengan pemahaman yang berbeda. Kristen dengan pemahaman yang penuh, sedangkan Islam tidak. Oleh karenanya menjadi tugas Kristen untuk mewartakan kebenaran penggenapan pewahyuan Kristus kepada mereka.

Ini pernyataan nonsense! 

Jika muslim sudah menyembah TUHAN yang benar, apa hak kita untuk menawarkan Kristus sedangkan mereka sudah beriman dengan benar sesuai tuntunan tuhan mereka yang benar? Sama sekali tidak ada! 

Apalagi pewahyuan Islam datang belakangan yang tentu dalam logika muslim pewahyuan yang mereka terima lebih benar dari semua pewahyuan sebelumnya, ternasuk dari iman Kristen. Jadi dengan menyatakan muslim menyembah Tuhan yang sama dengan kita maka kesempatan untuk mewartakan kebenaran Injil otomatis juga sudah tertutup.

Selanjutnya diakon tersebut memberikan tantangan: jika ada orang yang mengatakan Islam menyembah Tuhan yang berbeda dengan Kristen, tunjukkan bahwa Islam tidak menyembah Allah-nya Abraham.

Baik, tantangan saya terima dan akan saya tunjukkan.. 

Fakta yang tidak dapat disangkal adalah muslim menolak Yesus sebagai TUHAN. Bagi mereka Yesus hanyalah nabi dan bukan Tuhan yang layak disembah. Dengan demikian muslim TIDAK menyembah Allah Tritunggal. Catat ini baik-baik...

Pertanyaannya, apakah Abraham menyembah ALLAH TRITUNGGAL? Jawabannya tegas YA, meski Abraham tidak memahaminya sebagai ALAH TRITUNGGAL tapi sebagai Elohim, Allah yang esa. Berdasarkan akal sehat saya pastikan ALLAH yang disembah Abraham sama persis dengan Allah yang disembah oleh para Rasul dan juga semua Kristen. Sebabnya jelas, Allah di Perjanjian Lama sama persis dengan Allah dinyatakan dalam Perjanjian Baru. Beranikah diakon tersebut membantah ini? Saya yakin tidak.

Selanjutnya, jika Allah yang disembah Abraham sesungguhnya adalah Allah Tritunggal, maka muslim yang menyembah allah yang berbeda dari ALLAH TRITUNGGAL, bahkan menyangkal ALLAH TRITUNGGAL berdasarkan logika akal sehat sudah pasti tidak menyembah ALLAH yang disembah Abraham. Disini argumen diakon tersebut sudah runtuh berantakan....

Tapi mungkin orang masih berdalih, "Bukankah muslim mengakui mereka menyembah ALLAH yang disembah Ibrahim atau Abraham?"

Pengakuan saja tidak cukup. Pengakuan atau klaim bisa apa saja, bahkan merekapun mengaku Quran adalah kitab suci terakhir yang meluruskan kitab-kitab suci lain termasuk Injil, yang menurut mereka sudah diubah-ubah. Lalu klaim ini kita percaya? Betapa bodohnya kita!

Diakon tersebut harus membaca kembali Injil Yohanes, dimana pengakuan orang farisi bahwa mereka menyembah Allah yang satu ditolak oleh Yesus karena pengakuan itu tidak benar, 
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu..." (Yoh.8:42-44).

Teks Injil ini mengajarkan kita bahwa pengakuan saja tidak cukup dan dapat menjadi tidak benar jika tidak sesuai dengan fakta. Dengan demikian sekalipun orang farisi mengaku menyembah Allah yang disembah oleh Abraham, Yesus menyatakan pengakuan mereka palsu karena mereka telah menolak Dia. Menurut Yesus sesungguhnya orang-orang farisi tersebut tidak menyembah Allah yang benar, tapi iblislah yang mereka sembah danmereka ikuti keinginan-keinginannya!

Demikian juga dengan muslim! Sekalipun mereka mengaku menyembah Allah pencipta langit dan bumi, menyembah Allah yang disembah Abraham dan semua nabi, pengakuan mereka palsu seperti pengakuan orang farisi! Mereka hanyalah menyembah iblis yang mengaku sebagai allah.

Allah yang benar tidak mungkin menyangkal penyaliban Yesus seperti yang tercatat di Quran dalam surah An Nisa 157. Sudah pasti allah yang mereka sembah bukan ALLAH TRITUNGGAL tapi iblis, bapa segala dusta.

Dengan demikian jelas muslim tidak menyembah ALLAH yang sama dengan Kristen! Teks Lumen Gentium yang menyatakan kita dan muslim menyembah Tuhan yang sama harus diakui salah dan harus diabaikan. Penjelasan terbaik sekalipun tidak akan mengubah fakta allah yang disembah muslim menjadi TUHAN yang sama dengan yang kita sembah. Tuhan yang mereka sembah memang berbeda dengan Tuhan kita.

Jika Ya katakan Ya, jika tidak katakan tidak, lebih dari itu berasal dari si jahat. Demikian nasehat Injil.

Sesudah terbukti pernyataannya dalam video salah, sebaiknya diakon tersebut dengan bijak menghapus video-video yang bermasalah itu dari channelnya. Contohlah Rm. Aba dari channel 'romo ndeso' yang pernah memposting video kontroversial dimana Rm. Aba menyanyikan lagu pujian terhadap sosok agama lain. Namun karena video tersebut banyak menuai protes, akhirnya dengan besar hati dan bjak Rm. Aba menghapus video tersebut dari channelnya.

Demikian juga kita berharap diakon tersebut menghapus video-video yang menyatakan Kristen dan Islam menyembah Tuhan yang sama. Ini penting karena video-videonya dapat menyesatkan banyak jiwa.

Bayangkan apa yang terjadi pada seorang Katolik atau Kristen yang sedang mengalami pergumulan iman jika melihat video tersebut. Pasti dampaknya buruk sekali. Misalkan saja orang tersebut sedang menjalin hubungan dengan muslim dan sedang bimbang apakah harus tetap pada iman Kristennya, atau menjadi mualaf mengikuti iman pasangannya. Ketika pasangannya memperlihatkan video pernyataan seorang diakon calon imam Katolik yang mengakui TUHAN mereka ternyata sama, maka pilihan menjadi mualaf menjadi sangat masuk akal!

Apakah diakon tersebut mau bertanggung jawab atas tersesatnya banyak jiwa karena videonya?
Kosekuensi ini seharusnya dia pikirkan masak-masak, apalagi dalam posisinya sebagai calon imam kata-katanya pasti lebih didengar dan diikuti banyak orang.

Sekian dulu dan terima kasih atas perhatian anda...

Viva Christo Rey...

Posting Komentar

0 Komentar