Transkrip video:
Kaum Muslim sering mengejek iman Kristen dengan pertanyaan seperti ini. Bagaimana mungkin 1 tambah 1 tambah 1 sama dengan 1? Iman kalian tidak masuk akal. Dan selama berabad-abad, orang Kristen terus-menerus berada di posisi bertahan, mencoba menjelaskan misteri Trinitas kepada orang-orang Muslim yang yakin bahwa konsep ketuhanan mereka jauh lebih rasional.
Tapi ada 1 pertanyaan sederhana yang belum pernah mereka jawab. 1 pertanyaan yang jika Anda tanyakan dengan tenang dan biarkan logikanya berjalan sampai habis, akan membuat seluruh bangunan teologi Islam itu rubuh dari dalam.
Pertanyaan itu adalah ini:
Seperti apakah Allah ketika dia belum menciptakan apapun?
Menurut Islam, Allah itu Maha Esa, 1 pribadi, tidak terbagi. Dan sebelum segala ciptaan ada, Allah ada sendirian. Tidak ada siapapun selain dia. Sekarang bayangkan dengan cermat kondisi itu.
Islam juga mengajarkan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tapi pertanyaannya: kepada siapa kasih dan sayangnya itu ditujukan? Jika Allah sendirian sejak kekal, maka sifat kasihnya belum pernah aktif, belum pernah nyata.
Hanya sebuah potensi yang menunggu dan menunggu ciptaan untuk hadir agar kasih itu akhirnya bisa diekspresikan. Dan disinilah masalahnya menjadi serius. Filsuf dan teolog besar Santo Thomas Aquinas menjelaskan bahwa Tuhan yang benar-benar sempurna adalah "actus purus", aktualitas murni.
Artinya, dalam diri Tuhan tidak boleh ada potensi yang menunggu untuk diaktualisasikan. Segala kesempurnaannya harus sudah nyata, aktif, dan sudah penuh sejak kekalan. Jika ada sifat Tuhan yang baru aktif setelah ada ciptaan, berarti ada sesuatu yang berubah dalam diri Tuhan, dan perubahan menandakan ketidaksempurnaan.
Lebih jauh lagi, jika Allah membutuhkan ciptaan agar sifat kasihnya bisa teraktualisasi, maka Allah bergantung pada ciptaan, dan Tuhan yang bergantung pada sesuatu di luar dirinya bukan Tuhan yang sempurna. Ada sebuah hadis sufisme Islam yang berbunyi, Aku adalah harta tersembunyi dan aku ingin dikenal, maka aku ciptakan ciptaan. Perhatikan baik-baik, Aku ingin dikenal, berarti ada keinginan, tepatnya keinginan yang belum terpenuhi, dan keinginan yang belum terpenuhi adalah kekurangan, dan kekurangan adalah bentuk ketidaksempurnaan.
Apakah ini gambaran Tuhan yang agung dalam Islam? Sekarang, bandingkan dengan apa yang diajarkan iman Kristen. Trinitas bukan sekedar formula teologis yang rumit. Trinitas adalah jawaban atas masalah yang baru saja kita bahas.
Dalam konsep Trinitas, Allah adalah satu esensi ilahi dalam tiga pribadi, Bapak, Putra, dan Roh Kudus. Dan ketiga pribadi ini bukan tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan yang sejak kekal sudah hidup dalam relasi kasih yang sempurna di dalam dirinya sendiri. Sebelum ada ciptaan, Tuhan dalam konsep Trinitas sudah sempurna.
Tidak ada potensi yang tertidur. Tidak ada kasih yang menunggu objek kasih. Kasih itu sudah nyata dan sempurna di dalam Bapak, Putra, dan Roh Kudus sejak kekal.
Dengan demikian, Allah Tritunggal adalah Tuhan yang sempurna dalam dirinya sendiri sejak semula. Jadi, ketika seseorang mengejek konsep Trinitas dengan analogi matematika, sekarang Anda bisa menjawab dengan tenang. Anda benar, kami percaya tiga pribadi dalam satu Allah.
Tapi sebelum saya jelaskan lebih lanjut, silakan jawab dulu pertanyaan ini. Seperti apakah Allah Anda ketika dia belum menciptakan apapun? Biarkan pertanyaan itu bekerja. Argumen maud ini baru permulaan.
Dalam buku Trilogi Islam dan Akal Sehat bagian yang pertama, akan diuraikan lebih jauh mengapa konsep Tauhid Unitarian tidak hanya lemah secara filosofis, tapi juga tidak koheren secara internal. Jika Anda ingin memahami iman Kristen bukan sekedar dengan hafalan tapi dengan akal sehat yang penuh, buku ini ditulis untuk Anda. Jika Anda seorang Muslim yang berani, punya intelektualitas yang baik, dan ingin menguji konsep ketuhanan Islam dengan pertanyaan-pertanyaan tajam, buku ini juga untuk Anda.
Dapatkan bukunya sekarang. Lihat link-nya di keterangan video.









Kindle Unlimited Membership Plans
0 Komentar