Transkrip video:
Sebelum Anda bersujud menyembah Tuhan, ada satu pertanyaan yang seharusnya Anda tanyakan terlebih dahulu.
"Apakah saya benar-benar mengenal Tuhan yang saya sembah?"
Karena jika jawabannya tidak, maka seluruh hidup beragama Anda dibangun di atas fondasi yang sangat rapuh. Anda menyembah tuhan yang tidak Anda kenali.
Dan inilah tepatnya kondisi yang ditawarkan Islam kepada para pemeluknya.
Dalam Islam, Allah digambarkan sebagai sosok yang jauh dan sepenuhnya transenden. Tuhan sama sekali tak terjangkau manusia. Al-Quran sendiri menegaskan dalam Surah Asy-Syura ayat 11:
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia."
Ya, tidak ada yang serupa, dan tidak ada analogi apapun yang memadai.
Konsekuensinya sangat serius: jika tidak ada apapun yang serupa dengan Allah, maka tidak ada gagasan atau konsep manusia yang bisa benar-benar mewakili Allah. Setiap pemikiran tentang Allah sudah pasti tidak memiliki kemiripan apapun dengan realitas Allah yang sesungguhnya.
Ironisnya, bahkan Asmaul Husna, yaitu daftar sifat atau nama-nama Allah, juga tidak dapat memberikan gambaran yang utuh atau mendekati tentang Allah. Alasannya jelas, sesuai pernyataan Al-Quran sendiri, tidak mungkin ada gagasan atau sekumpulan gagasan yang serupa dengan Allah. Jadi Asmaul Husna sekalipun tidak lebih dari potongan-potongan puzzle misterius tentang Allah yang tidak akan pernah membentuk gambar utuh.
Singkatnya, dalam Islam manusia mustahil mengenal Allah. Dalam Islam manusia sekedar menyembah apa yang tidak dikenalnya.
Sekarang mari kita lihat apa yang ditawarkan iman Kristen.
Kristen tidak menawarkan daftar sifat-sifat Allah atau definisi tentang Allah. Kristen menawarkan sesuatu yang jauh lebih radikal. Iman Kristen mengatakan bahwa Tuhan, yang memang transenden dan tak terjangkau, mengambil inisiatif untuk turun menjangkau manusia dan menyatakan Diri-Nya kepada manusia. Tuhan yang diimani orang Kristen adalah Tuhan yang ingin dikenal manusia dan berupaya maksimal untuk itu.
Diawali dengan pewahyuan yang diterima oleh para nabi secara bertahap di berbagai zaman, manusia dipersiapkan untuk menerima seluruh kebenaran. Dan akhirnya, seluruh kebenaran itu diwahyukan melalui inkarnasi dimana Tuhan sendiri datang menyatakan Diri-Nya pada manusia. Itulah upaya terbaik yang dapat dilakukan Tuhan untuk menyatakan Diri-Nya kepada manusia.
Dengan berinkarnasi, Tuhan tidak hanya dikenal manusia melalui sekumpulan sifat-sifat atau konsep teoritis. Tapi juga dikenal melalui teladan hidup yang nyata dan secara personal. Dan yang terpenting dari semuanya, melalui inkarnasi manusia dapat mengenal kasih Tuhan yang diungkapkan di dalam kurban salib. Dengan cara demikian maka seluruh kebenaran sudah dinyatakan seluruhnya oleh Yesus Kristus yang adalah Sang Kebenaran itu sendiri.
Selanjutnya, bagaimana seluruh kebenaran tersebut dapat tetap terjaga utuh setelah Yesus naik ke surga? Itulah tugas Roh Kudus yang diutus oleh Yesus Kristus. Roh Kudus tidak menyatakan kebenaran-keberanan baru, tetapi Ia mengajarkan kepada manusia seluruh kebenaran yang sudah dinyatakan oleh Yesus Kristus..
Singkatnya, dalam iman Kristen manusia dapat mengenal Tuhan karena Tuhan sendiri yang menyatakan Diri-Nya. Tuhan menyatakan Diri-Nya melalui wahyu yang diterima para nabi, digenapi sempurna oleh inkarnasi Yesus Kristus Sang Putra Allah, dan dijaga utuh melalui bimbingan serta pengajaran Roh Kudus dari zaman ke zaman.
Sekarang anda bisa melihat sendiri perbedaannya dengan Islam. Dalam Islam, manusia mustahil mengenal apalagi dekat dengan Allah yang mereka sembah. Tak ada celah sedikitpun bagi manusia untuk mengenal Tuhan. Bahkan nama-nama dan sifat-sifat Allah tidak lebih dari potongan-potongan puzzle yang tidak pernah membentuk gambar utuh sampai kapanpun.
Ini sangat ironis..
Jika dalam iman Kristen Tuhan berupaya menyatakan Diri-Nya kepada manusia, Allah yang disembah Muslim justru tidak ingin manusia mengenalnya.
Pertanyaan kritisnya: mengapa Allah dalam Islam tidak ingin dikenali manusia? Adakah sesuatu yang disembunyikannya? Atau karena dia takut jati dirinya terbongkar?
Ini mengingatkan kita pada perkataan Yesus kepada perempuan Samaria, "Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi." (Yoh.4:22).
Tuhan yang sejati dan menyelamatkan dapat dikenal, karena Dia menyatakan Diri-Nya pada manusia. Tuhan yang sejati ingin manusia mengenal-Nya. Sebaliknya tuhan palsu seperti yang disembah oleh perempuan Samaria, tidak dapat dikenal dan bahkan tidak ingin dikenal. Mengapa? Sebab ketika orang mengetahui siapa dia sesungguhnya, orang akan berhenti menyembahnya.
Buat saudara-saudariku kaum Muslim, tidakkah kalian sadari betapa bahayanya menyembah tuhan yang sama sekali tak dapat dikenali. Dari mana kalian yakin itu sungguh-sungguh Tuhan Sang Pencipta dan bukan iblis yang sekadar mengaku tuhan? Silahkan pertanggungjawabkan iman anda di hadapan akal sehat dengan menjawab pertanyaan sederhana ini.
Argumen-argumen cerdas seperti ini hanyalah sebagian dari materi yang ada dalam buku "Islam Dan Akal Sehat". Jika Anda tertantang untuk memahami kebenaran iman tidak hanya dengan sekedar percaya, tapi juga dengan akal budi yang berani bertanya, buku ini untuk anda. Linknya tersedia di keterangan video.









Kindle Unlimited Membership Plans
0 Komentar