Transkrip:
Dari video-video sebelumnya kita sudah sampai pada kesimpulan penting dan sangat solid ini, yaitu Islam adalah agama yang hadir sebagai antitesis kekristenan dan sekaligus agama penghancur peradaban.
Tentu ini menimbulkan pertanyaan kritis? Bukankah Kristen juga memiliki gagasan eskatologis terjadinya kehancuran peradaban sebelum kedatangan Yesus Kristus?
Benar, Kristen juga memiliki gagasan eskatologis adanya kehancuran dan kerusakan dunia menjelang kedatangan Yesus Kristus. Tapi ada perbedaan yang sangat mendasar.
Mari kita kutip lagi hadis paling populer yang berbicara tentang akhir zaman:
"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, maka batu dan pohon berkata: 'Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, kembalilah bunuhlah dia...""(HR. Bukhari & Muslim)
Dalam nubuat eskatologis ini sangat jelas Muslim menjadi pelaku aktif dalam mengupayakan peperangan dan kehancuran untuk menghabisi Yahudi.
Bandingkan ini dengan nubuat eskatologis Kristen:
"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa..." (2Tes.2:3)
Amat jelas disini bahwa pemicu kedatangan akhir zaman adalah terjadinya kemurtadan besar. Jadi tak ada upaya aktif dari orang Kristen untuk mengadakan kerusakan atau kehancuran peradaban demi mendatangkan akhir zaman.
Dengan demikian perbedaan gagasan eskatologis Islam dan Kristen sangat jelas: Islam mengupayakan peperangan dan kehancuran peradaban demi kedatangan akhir zaman, sebaliknya Kristen tidak merencanakan atau mengupayakan itu. Ini semakin mempertegas karakter Islam sebagai agama yang berasal dari si jahat.
Ada satu lagi hal sangat penting yang membedakan keduanya, yaitu peran Yahudi atau Israel dalam gagasan eskatologis Islam dan Kristen. Dalam gagasan eskatologis Islam sangat jelas: Yahudi harus dimusnahkan.
Lagi-lagi, ini juga sangat bertentangan dengan gagasan eskatologis Kristen:
"Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan..." (Rm.11:25-26)
Dalam gagasan eskatologis Kristen juga sangat jelas: seluruh Israel atau bangsa Yahudi akan diselamatkan. Ini perbedaan yang jaraknya bagaikan langit dan bumi, agama yang berasal dari Tuhan menginginkan keselamatan Israel, sementara agama yang berasal dari si jahat menginginkan kehancuran Israel.
Perbedaan ini sangat penting untuk dipahami agar kita tahu bagaimana kita sebagai Kristen harus bersikap di tengah konflik global yang semakin panas, dimana semangat pro-kontra Israel sering menjadi isu sentral.
Memang di masa lalu, hampir selama dua milenium lamanya selalu terjadi konflik antara orang Kristen dan Yahudi. Tapi jika kita percaya sekarang ini kita tengah memasuki masa akhir zaman dimana nubuat-nubuat akhir zaman sedang digenapi, kita harus mengubah sikap. Tetap memendam kebencian terhadap Yahudi, baik itu dalam bentuk anti-Israel, anti-zionisme, atau anti-semit, membuat kita langsung atau tidak langsung telah ikut ambil bagian dalam rancangan eskatologis Islam yang ingin memusnahkan Yahudi. Dengan demikian kita sedang melawan rencana Tuhan yang ingin menyelamatkan bangsa Israel.
Tentu kita tidak ingin berada dalam posisi itu. Sebaliknya, sebagai Kristen yang percaya pada nubuat-nubuat Kitab Suci mari kita ikut ambil bagian dalam rencana Tuhan yang pada akhirnya akan menyelamatkan seluruh Israel.









Kindle Unlimited Membership Plans
0 Komentar