Transkrip:
Pada video sebelumnya kita sudah melihat karakter gelap Islam melalui sisi kehadirannya, yaitu sebagai agama yang khusus datang ke dunia untuk menentang iman Kristen. Pada video kali ini kita akan melihat karakter gelap itu dari sisi pandangan eskatologisnya, yaitu bagaimana cara Islam memandang akhir dunia. Pemahaman tentang sisi eskatologis Islam sangat penting agar kita dapat mengetahui karakter jihad Islam modern dan tujuan sesungguhnya dari gerakan ini.
Islam percaya bahwa pada akhirnya Muslim akan menguasai dunia. Dasarnya ada di ayat-ayat Al-Quran, antara lain An-Nur 55:
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh di antara kamu, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa..."
Lalu bagaimana kemenangan akhir Islam itu akan diwujudkan?
Dalam Islam kemenangan akhir itu akan terwujud dengan datangnya Imam Mahdi yang akan memimpin seluruh Muslim mengalahkan musuh-musuh mereka. Gagasan tentang Imam Mahdi memang tidak tertulis langsung dalam Al-Quran, mereka mengambilnya dari beberapa Hadis.
Tentang Imam Mahdi ini ada perbedaan penting antara Sunni dan Syiah. Pada aliran Sunni, sosok Imam Mahdi ini baru akan diturunkan di akhir zaman. Sementara dalam paham Syiah, sosok Imam Mahdi ini adalah Imam Syiah ke-12 yang dipercaya masih hidup sampai hari ini. Ia tidak terlihat karena disembunyikan Allah secara ghaib untuk muncul kembali di akhir zaman. Tapi gagasan dasar dari kedua aliran tetap sama: Imam Mahdi akan memimpin Muslim menguasai dunia di akhir zaman.
Jadi sejak awal Islam dengan semangat jihadnya punya cita-cita untuk menguasai dunia, dan Imam Mahdi akan datang untuk menggenapi seluruh rencana itu. Cita-cita jihad Islam itu sempat mendapatkan pukulan telak pada tahun 1924 dengan dibubarkannya Kekalifahan Ottoman Turki. Meski demikian cita-cita tersebut tidak pernah padam. Bagaikan binatang yang terluka, kaum islamis mengerahkan segala kekuatan yang tersisa untuk mewujudkan cita-cita jihad global. Mereka terus melancarkan invasi jihad dengan berbagai cara, sambil mengharapkan kedatangan Imam Mahdi yang akan menyempurnakan perjuangan mereka. Jadi pengharapan akan kedatangan Imam Mahdi adalah elemen yang sangat penting dari gerakan jihad Islam.
Semangat eskatologis Islam untuk menguasai dunia inilah yang gagal dilihat banyak orang, sehingga mereka mengira perjuangan kaum Muslim hanyalah reaksi yang wajar atas penindasan yang mereka terima. Ini salah besar. Tertindas atau tidak, kaum islamis akan tetap melancarkan perjuangan jihad global demi mewujudkan cita-cita eskatologis mereka.
Dari gagasan eskatologis Islam ini kita akan memahami dua fenomena sejarah yang terjadi saat ini dan berpengaruh secara global:
1. Semangat Islam dalam memusuhi Yahudi.
Kebencian Islam terhadap Yahudi yang begitu kental ini tidak muncul begitu saja. Semangat tersebut menjadi bagian dari karakter eskatologis Islam seperti yang tertulis dalam Hadis ini:
"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, maka batu dan pohon berkata: 'Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, kembalilah bunuhlah dia...""(HR. Bukhari & Muslim)
Jadi hari kiamat baru akan terjadi setelah kaum Muslim memerangi Yahudi dan menghabisi mereka. Lihatlah betapa jahatnya pengharapan eskatologis mereka. Dari sini kita paham mengapa Islam begitu terobsesi untuk memusuhi Yahudi, anti-zionis, dan berusaha keras untuk memusnahkan mereka. Misalnya saja seperti yang terungkap dari slogan berbau genosida "From the river to the sea, Palestine will be free..." yang menjadi seruan global. Itu semua adalah bagian dari gagasan eskatologis Islam.
Ya, Islam dalam gagasan eskatologisnya memang bersifat genosidal. Inilah agama yang paling munafik. Agama yang sendirinya merencanakan genosida tetapi justru menuduh orang lain melakukan genosida. Maling teriak maling.
2. Kebangkitan Islam setelah keberhasilan Revolusi Islam Iran.
Imam Khomeini sebagai pemimpin Iran melihat bahwa kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1978 adalah kesempatan penting untuk menggerakkan semangat jihad Islam secara global. Itu sebabnya ia dengan sengaja dan sistematis menyebarkan semangat revolusi Islam ini ke seluruh dunia dengan maksud untuk mempersiapkan perang global agar Imam Mahdi segera muncul memimpin umat Islam. Bangkitnya Islam di berbagai negara, termasuk di negara kita, tidak lepas dari pengaruh semangat revolusi Islam ini.
Islam juga sangat terobsesi untuk memiliki senjata nuklir demi mewujudkan agenda untuk menciptakan perang global. Jika negara seperti Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai upaya agar tidak diserang, Iran ingin memiliki senjata nuklir dengan tujuan untuk menyerang negara musuhnya demi menciptakan kekacauan global yang akan memicu kemunculan Imam Mahdi. Itu perbedaannya.
Sayangnya, cuma ada dua negara yang menyadari bahaya ini: Amerika Serikat dan Israel. Hanya dua negara inilah yang berusaha keras menggagalkan ambisi Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Tapi sayangnya upaya mereka ditentang nyaris oleh seluruh dunia, bahkan juga oleh Gereja Katolik melalui sikap dan pernyataan Paus Leo XIV.
Apa yang dapat kita simpulkan dari sini?
Islam memiliki pandangan eskatologis yang sangat berbahaya bagi peradaban manusia. Secara sengaja Islam merancang dan menciptakan kondisi yang berujung kekacauan atau kehancuran global. Itu dilakukan demi menggenapi pengharapan mereka akan kedatangan Imam Mahdi yang akan memimpin mereka berkuasa di seluruh dunia. Jadi berdasarkan pandangan eskatologisnya, Islam adalah agama yang secara sadar merencanakan dan mengupayakan kehancuran peradaban dunia demi ambisi eskatologisnya untuk berkuasa di akhir zaman.
Singkatnya, Islam dengan semangat jihadnya adalah musuh bagi peradaban manusia. Dengan fakta ini maka wajah gelap dari Islam kini terungkap seluruhnya: Islam adalah agama yang datang untuk menjadi antitesis dari kekristenan, dan sekaligus untuk menghancurkan peradaban.
Untuk orang-orang Kristen yang saat ini ikut-ikutan bersikap anti-zionis, anti-Israel, pro-Palestina, dan membela rezim Islam Iran, harus berpikir dua kali untuk terus melanjutkan sikap itu. Bisa jadi tanpa sadar mereka telah ikut berpartisipasi dalam agenda jihad Islam untuk menghancurkan peradaban dunia.









Kindle Unlimited Membership Plans
0 Komentar