ARGUMEN PAMUNGKAS Yang Tak Mampu Direspon Muslim

 


Transkrip video:

Pada video terakhir ini kita sampai pada argumen pamungkas yang sangat sulit dibantah Muslim. Tapi sebelum itu kita akan mengulangi kembali berbagai argumen yang sudah dibahas pada video sebelumnya.

Pada video pertama kita membahas sebuah pertanyaan sederhana yang menggoncang fondasi konsep tauhid unitarian Islam, "Seperti apakah Allah sebelum segala sesuatu diciptakan?" Pertanyaan ini menyadarkan Muslim pada fakta bahwa Allah yang mereka sembah bukanlah Tuhan yang sempurna. Sebelum segala ciptaan ada, Allah itu ternyata sendirian, kesepian, dan sifat kasihnya (jika itu ada) hanya berupa potensi yang tidak pernah teraktualisasi.

Pada video kedua, sifat Allah yang kesepian semakin terkonfirmasi ketika Al-Quran mengatakan tujuan satu-satunya dari penciptaan manusia adalah untuk menyembah Allah. Akibatnya relasi antara manusia dan Allah dalam Islam tidak lebih dari sekadar relasi antara tuan dan hamba: manusia yang taat menyembah dapat pahala, dan yang tidak taat akan mendapat hukuman. Keadaannya sangat berbeda dengan Tuhan dalam iman Kristen yang menciptakan manusia untuk menjadi ekspresi dari kemuliaan-Nya.

Video ketiga membuka mata Muslim dan menyadarkan mereka bahwa Allah yang mereka sembah tak pernah dapat dikenali, terutama karena Allah Islam tidak ingin dikenal manusia. Ini kontras dengan Tuhan dalam konsep Kristen yang sejak di zaman para nabi Perjanjian Lama selalu berusaha memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia. Dan upaya itu berpuncak pada inkarnasi Tuhan dalam Yesus Kristus. Ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa Allah Islam tidak ingin dikenali manusia? Apa yang ingin disembunyikannya dari manusia?

Video keempat membahas perbedaan mendasar karakter Allah Islam dan Tuhan yang dipercaya Kristen. Allah Islam adalah tuhan yang sepenuhnya transenden sehingga mustahil dikenali manusia. Sebaliknya Tuhan dalam iman Kristen tidak hanya transenden, tapi juga imanen yaitu hidup bersama manusia. Dengan demikian orang Kristen dapat mengenal dan mengasihi Tuhan yang mereka sembah, sementara Muslim hanya bisa menyembah tuhan yang tidak dapat mereka kenal.

Video kelima membahas perbedaan konsep kesempurnaan Tuhan. Dalam Islam gagasan tentang Allah yang sempurna ternyata hanya berupa asumsi dan klaim verbal saja, tidak lebih. Sebaliknya dalam ajaran Kristen, kesempurnaan Tuhan tercermin secara nyata dalam tata ciptaan-Nya.

Video keenam membahas tentang Tuhan dan kasih. Dalam Islam Allah yang disebut-sebut sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ternyata tidak pernah sekalipun membuktikan kasihnya pada manusia. Ini berbeda dengan Tuhan dalam Kristen. Dalam iman Kristen, Tuhan adalah Kasih dan Dia sungguh-sungguh membuktikan kasih-Nya dengan cara yang kongkrit dalam sejarah manusia melalui inkarnasi dan penyaliban.

Pada video ketujuh kita berjumpa dengan dilema Euthypro: "Apakah kebenaran disebut demikian karena Tuhan menghendakinya, atau Tuhan menghendakinya karena hal itu sesuai dengan kebenaran?" Islam terjebak pada pilihan pertama: kebenaran adalah segala sesuatu yang dikehendaki Allah secara arbitrer atau sewenang-wenang. Sebaliknya ajaran Kristen terlepas dari jebakan dilema Euthyphro karena dalam iman Kristen kebenaran adalah kodrat dari Tuhan sendiri.

Pada video kedelapan kita membahas konflik Mutazilah yang menjadi bukti konkrit dari kelemahan teologi Islam dalam sejarah Islam sendiri. Kaum Mutazilah yang sangat fanatik pada konsep tauhid berpandangan bahwa Al-Quran itu hanya ciptaan sehingga bisa salah dan dapat dikritisi oleh akal. Pandangan ini ditentang keras oleh kaum Asyariah yang menyatakan Al-Quran bukan ciptaan, tapi ada bersama-sama dengan Allah sejak semula tanpa melanggar prinsip tauhid. Ironisnya, upaya Islam untuk mempertahankan diri dari serangan kaum Mutazilah justru mencomot konsep Trinitas yang mereka sangkal.

Pada video kesembilan konsep Trinitas yang dipercaya iman Kristen dibahas sebagai konsep ketuhanan yang paling koheren dan masuk akal dari semua konsep ketuhanan yang ada. Penjelasan tentang Trinitas yang koheren dan logis ini dimungkiinkan dengan melihat keterkaitan antara konsep Trinitas dengan elemen-elemen dasar pembentuk kehidupan.

Sekarang di video kesepuluh ini, sampailah kita  pada argumen pamungkas...

Disebut argumen pamungkas karena argumen yang sangat kuat ini mengambil inspirasi dari kebijaksanaan Salomo dalam sebuah kisah yang sama-sama dikenal oleh Kristen dan Islam. Kristen mengenalnya dari Kitab Suci, yaitu 1Raj.3:16-28 dan Islam mengenalnya dari sumber-sumber Hadis seperti Sahih Bukhari dan Muslim.

Dalam kisah tersebut diceritakan tentang dua perempuan datang menghadap Raja Salomo. Keduanya mengklaim sebagai ibu dari satu bayi yang masih hidup. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Tidak ada saksi kejadian dan tidak ada bukti fisik karena pada masa itu tes DNA belum dikenal. Secara hukum, tidak ada cara untuk memutuskan siapa yang benar.

Lalu Salomo melakukan sesuatu yang mengejutkan. Dia memerintahkan bayi itu dibelah dua dengan pedang, dan masing-masing perempuan mendapat separuh. Perempuan pertama langsung setuju, "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!" Tapi perempuan kedua berteriak.  "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia."

Dari respon kedua perempuan itu maka Salomo langsung mengetahui siapakah ibu yang sesungguhnya dari bayi yang diperebutkan itu.

Apa yang dapat kita tarik dari kisah ini?

Salomo dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Untuk memutuskan, dia tidak mau mendasarkannya pada argumen kedua perempuan yang sama-sama ngotot. Salomo memutuskan berdasarkan bukti konkrit: siapakah dari kedua perempuan itu yang sungguh-sungguh mengasihi bayi tersebut, bahkan dengan cara mengorbankan keinginannya sendiri.

Biasanya kita melihat kisah tersebut sekedar bukti kebijaksanaan Salomo yang diperoleh berkat anugerah hikmat-pengertian dari Tuhan. Tapi sekarang kita bisa menarik pelajaran dari kisah itu untuk memutuskan perkara rumit dalam menentukan siapakah Tuhan yang benar: Allah tauhid yang dipercaya Islam atau Allah Tritunggal yang diimani Kristen?

Video-video sebelumnya dari yang pertama hingga yang ke sembilan sudah memberikan berbagai argumen yang sangat cukup untuk menunjukkan siapakah Tuhan yang sejati. Tapi banyak Muslim yang dengan berbagai alasan pembenaran tetap ngotot mempertahankan iman mereka yang keliru. Bagi Muslim dengan kedegilan tingkat dewa ini, tinggal satu argumen tersisa yang mustahil mereka jawab dengan memuaskan: Tuhan yang mana yang sungguh-sungguh mencintai manusia dan bahkan rela berkorban demi manusia?

Sanggupkah Muslim memberikan jawaban atas pertanyaan hikmat Salomo ini?

Saya akan tutup channel ini jika ada Muslim yang sanggup menjawabnya!

Islam menyatakan Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tapi tak ada satu pun momen sejarah dimana Allah Islam ini pernah membuktikan kasihnya pada manusia. Tidak satu pun!

Kasih Allah Islam hanyalah sebatas klaim dan asumsi. Allah Islam DIKLAIM sebagai Maha Kasih, dan DIASUMSIKAN telah mengasihi manusia. Itu saja. Tapi soal bukti kongkrit... NOL BESAR.

Ini kebalikan dengan Allah Tritunggal yang dipercaya dalam iman Kristen. Karena Tuhan itu sempurna dan tidak pernah berubah maka cukup satu momen sejarah yang membuktikan kasih Tuhan sudah cukup menjadi bukti sempurna bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh mengasihi manusia. Dan Ia mengasihi manusia dengan kasih yang sama, sejak manusia pertama hingga akhir zaman. 

Dalam iman Kristen momen pembuktian itu sungguh terjadi di sejarah kongkrit, yaitu pada saat inkarnasi dan penyaliban Yesus Kristus, Sang Allah Putra. Itu terjadi kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Dari perspektif Allah Bapa, Ia mengasihi manusia sedemikian besar sehingga rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia. Dari perspektif Allah Putra, Ia telah menunjukkan kasih yang terbesar dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri di kayu salib demi keselamatan manusia.

Muslim bisa saja terus membantah atau memutarbalikkan fakta soal penyaliban, tapi fakta ini tetap tidak tergoyahkan: Allah Tritunggal yang diimani Kristen bagaimanapun sudah terbukti mengasih manusia, sementara Allah tauhid Islam tak punya bukti apapun selain sekadar klaim dan asumsi.

Setiap orang Kristen bisa memanfaatkan argumen pemungkas yang diambil dari hikmat Salomo ini sebagai pertanyaan mematikan yang tak akan sanggup dijawab oleh setiap Muslim.

Seluruh perjalanan argumentasi ini tersusun lengkap dalam buku Islam dan Akal Sehat. Buku ini adalah undangan untuk siapapun yang mau mencari kebenaran bukan dengan iman yang buta, tapi dengan kejujuran yang penuh dan keberanian intelektual yang sejati.

Dapatkan bukunya sekatang, link-nya ada di keterangan video.




Posting Komentar

0 Komentar