Kegilaan Terbaru Vatikan: Paus Fransiskus Menunjuk Uskup Liberal Menjadi Prefek DDF!


 Transkrip video:

Salam damai dan sejahtera bagi kita semua...

Pada hari Sabtu, 1 Juli 2023, Paus Fransiskus menunjuk Uskup Agung Victor Manuel Fernandez menjadi prefek Dikasteri Doktrin Iman (DDF). Dulu DDF ini dikenal sebagai Kongregasi Doktrin Iman (CDF) yang salah satu tugasnya adalah menjadi benteng penjaga iman Katolik dalam menghadapi berbagai kesesatan. 

Uskup Agung Fernandez adalah kawan lama dari Paus Fransiskus yang sama-sama berasal dari Argentina. Dia dikenal dekat dengan Paus Fransiskus, berpandangan sangat liberal, pendukung LGBT, dan sering menjadi penulis bayangan bagi Paus Fransiskus, salah satunya dalam ensiklik kontroversial Amoris Laetitia.

Gambaran bagaimana liberalnya Uskup Agung Fernandez ini bisa terlihat dari buku berbau erotis hasil karangannya yang baru-baru ini diterjemahkan dalam bahasa Inggris: "Heal Me With Your Mouth, The Art of Kissing." Tidak heran jika pada suatu kesempatan Uskup Agung Fernandez pernah berkata, "..dalam banyak persoalan, (pandangan) saya jauh kebih progresif daripada Paus."

Singkatnya, Paus Fransiskus sengaja menunjuk seseorang yang sangat liberal untuk memimpin dikasteri yang bertugas menjaga kemurnian iman Katolik! Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik, lembaga yang bertugas menjaga ketat kemurnian iman Katolik justru diduduki oleh seseorang yang sangat liberal! Situasi tersebut kurang lebih bisa kita bayangkan seperti seorang koruptor aktif ditunjuk untuk menduduki jabatan pimpinan KPK! 

Kemungkinannya cuma dua: itu pilihan bodoh atau jahat!

Tapi melihat surat Paus Fransiskus yang ditujukan pada Uskup Agung Fernandez setelah penunjukannya, jelas sekali Paus Fransiskus tahu betul siapa yang dipilihnya.

Berikut kutipan dari surat Paus Fransiskus:

"Sebagai prefek baru dari Dikasteri untuk Ajaran Iman, saya mempercayakan kepada Anda sebuah tugas yang saya anggap sangat berharga. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga ajaran yang mengalir dari iman, agar “memberikan alasan bagi pengharapan kita, tetapi tidak sebagai musuh yang mengkritik dan mengutuk”.

Dikasteri yang akan Anda pimpin di waktu sebelumnya menggunakan metode yang tidak bermoral. Yaitu, alih-alih mempromosikan pengetahuan teologis, yang dikejar adalah berbagai kesalahan doktrinal. Apa yang saya harapkan dari Anda adalah sesuatu yang sangat berbeda..."

Jelas Paus Fransiskus memang sengaja menunjuk Uskup Agung Fernandez yang sangat liberal dengan tujuan untuk mengubah cara kerja DDF. Paus Fransiskus menginginkan DDF sebagai penjaga iman Katolik agar meninggalkan cara-cara mengkritik, melarang, dan mengutuk, yang dianggapnya tidak bermoral. Dengan kata lain, penunjukan tersebut dimaksudkan agar DDF tidak lagi ketat dalam menjaga iman, tapi bersikap terbuka, dialogis, dan kompromis!

Paus Fransiskus dalam suratnya juga mengatakan demikian:

"Akan selalu benar bahwa realitas lebih unggul dari gagasan...."

Secara tersirat Paus Fransiskus menginginkan agar DDF yang dipimpin Uskup Agung Feernandez mengutamakan kenyataan yang sedang terjadi ketimbang ajaran Gereja! 

Dengan begitu banyaknya persoalan yang akan dibahas dalam Sinode Untuk Sinodalitas, maka penunjukan Uskup Agung Fernandez berpotensi besar membuat semua persoalan tersebut akan diselesaikan dengan cara dialog dan kompromi, meski untuk itu ajaran-ajaran Gereja yang sebelumnya harus dilanggar. Artinya, para pendukung Konsili Vatikan II harus mempersiapkan mental karena sebentar lagi akan ada banyak pandangan dan gagasan sesat menjadi bagian dari ajaran Gereja Konsili!

Jelas apa yang terjadi sama sekali jauh dari gambaran sifat indefektibilitas Gereja Katolik! 

Pertanyaannya, masihkah kita percaya Gereja Katolik yang sekarang sedang melakukan berbagai perubahan merusak itu adalah Gereja Kristus yang diwariskan oleh para Rasul?

Jika akal sehat kita berfungsi dengan baik, kita tentu akan sampai pada kesimpulan bahwa semua perubahan yang merusak ini TIDAK TERJADI di Gereja Katolik sejati yang indefektibel, tapi terjadi di Gereja Katolik palsu yang didirikan di atas Konsili Vatikan II sebagai dasarnya!

Sungguh tepatlah pernyataan Uskup Agung Vigano beberapa waktu yang lalu: "...tidak dapat disangkal bahwa sejak Vatikan II dan seterusnya sebuah gereja paralel dibangun, ditumpangkan di atas dan secara diametris bertentangan dengan Gereja Kristus yang sejati."

Sebagai tambahan, Gereja Katolik palsu alias Gereja Konsili ini  tidak memiliki Roh Kudus dan para hirarkinya sedang ada di bawah kutukan Rasul Paulus karena mereka telah mengajarkan ajaran yang berbeda dari ajaran iman para Rasul (Gal.1:8-9). Keadaannya mustahil akan menjadi lebih baik! Sebaliknya cepat atau lambat Gereja palsu ini akan menghancurkan dirinya sendiri seperti yang sekarang prosesnya sedang berlangsung di depan mata. Maka bagi anda yang masih ada di dalamnya, dengarkanlah seruan Tuhan dalam Kitab Wahyu selagi anda masih diberi kesempatan:

"Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya...." (Why.18:4-5).

Terima kasih atas perhatian anda,

Viva Christo Rey!

Posting Komentar

0 Komentar