Dilema Bagi Kristen: Layakkah Capres Yang Menolak Israel Kita Pilih?



Transkrip:

Salam damai dan sejahtera bagi kita semua...

Ada satu pertanyaan penting yang muncul dalam berbagai komentar di video CN sebelumnya: bagaimana dengan paslon yang menolak Israel? Apakah paslon itu layak kita dukung?

Ada anggapan keliru yang sengaja disebarkan beberapa channel Kristen seolah-olah capres 03 yang pernah menyatakan menolak Israel sehingga menggagalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tidak layak dipilih oleh orang-orang Kristen! Satu hal yang harus kita ingat, dalam persoalan Israel-Palestina pandangan ketiga paslon sebenarnya RELATIF SAMA. Ketiganya menolak Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina! 

Misalnya, paslon 01 yang sekarang didukung oleh PKS dan PKB, jelas sudah pasti menolak Israel. Bahkan sikap itu disuarakan dengan tegas dalam banyak kampanyenya.

Bagaimana dengan capres 02 yang didukung oleh Presiden Jokowi? Sama saja! 

Harus diingat bahwa dalam debat pilpres tahun 2014 Jokowi tegas menyatakan dukungannya pada kemerdekaan Palestina, yang otomatis juga berarti menolak Israel. Juga tahun lalu Jokowi secara salah mengutuk Israel dalam serangan bom ke sebuah rumah sakit di Gaza. Jadi Jokowi sangat konsisten dalam sikapnya menolak Israel dan mendukung Palestina. Jika capres 02 tidak menolak Israel, tentu akan aneh kalau Jokowi yang konsisten menentang Israel memilih untuk mendukung capres 02.

Selain itu di dalam pilpres 2014 dan 2019 saat melawan Jokowi, capres 02 didukung oleh PKS, HTI, dan FPI. Dan pada pemilihan gubernur DKI tahun 2017, capres 02 bersama-sama kelompok PKS, HTI, dan FPI mendukung capres 01 untuk menjadi gubernur! Jadi sudah pasti pada waktu itu capres 02 juga mendukung Palestina dan menentang Israel. Tidak ada bukti eksplisit capres 02 telah berubah sikapnya dan berbalik mendukung Israel, maka dapat kita simpulkan hari ini pun capres tersebut masih menolak Israel.

Intinya, sikap ketiga capres dalam masalah Israel-Palestina relatif sama saja sehingga sama sekali tidak bisa kita jadikan sebagai bahan pertimbangan. Itulah pilihan buruk yang tersedia kalau semua calon presiden dan wakil presiden beragama Islam, yang memang cenderung membenci bangsa Yahudi.

Sekali lagi perlu dicatat, dalam pemilihan presiden ini kita tidak mencari presiden yang ideal. Bagaimana pun semua capres punya kekurangan. Tugas kita dalam pilpres kali ini adalah mencegah orang jahat menang dan berkuasa.

Terima kasih atas perhatian anda...


Viva Christo Rey!


Posting Komentar

0 Komentar