Islam Dan Akal Sehat 28c: Kelemahan Islam Yang Terbesar (bagian 3)



Pada video bagian yang ketiga atau terakhir ini saya akan membahas bagaimana Alkitab ternyata memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan alquran: Sabda Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab memiliki sistematika dan struktur yang jelas sehingga memungkinkan seluruh pesan dalam Alkitab dapat dipahami sebagai sebuah kebenaran yang utuh!

Kepada manusia, Tuhan berfirman, 

"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  (Kej.1:28).

Singkatnya, manusia diciptakan Tuhan dengan kemampuan untuk menguasai alam semesta dan segala isinya! 

Perintah itu dapat terwujud jika manusia juga dibekali kemampuan untuk memahami semua hukum alam. Dan agar dapat memahami hukum alam, akal budi manusia diciptakan dengan kecenderungan untuk mampu mengenali pola dari segala sesuatu yang diamatinya. Melalui pengenalan pola inilah manusia dapat memahami segala hukum dan realitas.. tentang alam tempat hidupnya.... 

Selain itu pemahaman manusia terhadap realitas juga berproses. Tidak bisa sekaligus, tapi bertahap, semakin lama semakin baik.... Keadaan itulah yang terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya manusia...

Maka ketika Tuhan ingin menyatakan seluruh kebenaranNya kepada manusia, kebenaran itu perlu dinyatakan secara sistematis sehingga memiliki pola yang memungkinkan manusia dapat memahaminya.. Di samping itu Sabda Tuhan juga perlu dinyatakan secara bertahap, sesuai dengan karakteristik akal budi manusia dalam memahami kebenaran...

Apa yang kita lihat dalam islam, yaitu pewahyuan yang tidak sistematis dan dinyatakan hanya kepada seorang nabi, sama sekali tidak cocok dengan karakteristik manusia dalam memahami kebenaran! Seolah tidak ada niat dari si pemberi wahyu, yaitu allah swt, untuk mengajarkan kebenaran. Dengan demikian ada cukup alasan untuk mengatakan bahwa pewahyuan yang diterima muhamad tidak berasal dari TUHAN! 

Kita kembali ke proses pewahyuan Sabda Tuhan dalam Kristen...

Bagaimanakah pewahyuan Sabda Tuhan yang sistematis dan bertahap ini dapat diwujudkan dalam sejarah manusia? Seandainya Sabda Tuhan itu diwahyukan kepada banyak nabi yang berasal dari banyak bangsa dengan tradisi yang berbeda-beda, tentunya akan sulit bagi manusia untuk mencari benang merah yang dapat merangkai seluruh wahyu Tuhan itu sebagai satu kebenaran yang utuh. Maka cara yang terbaik adalah dengan memilih sebuah bangsa untuk menjadi sarana pewahyuan seluruh Sabda Tuhan...

Itulah yang terjadi ketika TUHAN mengikat perjanjian dengan Abraham: "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat..." (Kej.22:18). Penetapan bangsa terpilih ini 2000 tahun kemudian dikonfirmasi lagi oleh Yesus, "...sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi..." (Yoh.4:22)

Dengan demikian.. dalam ajaran Kristen wahyu Tuhan dinyatakan melalui bangsa terpilih secara bertahap.. dan sekaligus juga secara sistematis sehingga seluruhnya membentuk pola yang dapat dipahami manusia sebagai sebuah kebenaran yang utuh. 

Karakteristik inilah yang terlihat di dalam seluruh Sabda Tuhan yang tercatat dalam Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama hingga Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru. Kita bisa melihat bagaimana semua kitab-kitab yang ditulis di jaman yang berbeda-beda itu...bukanlah kitab-kitab yang terpisah satu sama lain,  tapi semuanya saling terkait dan membentuk sebuah narasi sejarah keselamatan yang utuh. 

Narasi ini diawali dengan Kitab Kejadian yang menceritakan kisah penciptaan manusia yang berlanjut dengan  kejatuhannya ke dalam dosa. Lalu dilanjutkan dengan kisah epik karya Tuhan melalui para nabi selama berabad-abad, untuk mempersiapkan datangnya keselamatan. Selanjutnya karya keselamatan Tuhan ini dinyatakan melalui kedatangan Yesus Sang Mesias. Karya keselamatan ini mencapai puncaknya dalam pengorbanan Sang Putra Allah di atas kayu salib, sebagaimana yang tertulis dalam keempat Injil...

Dan akhirnya, seluruh narasi sejarah keselamatan ini ditutup dengan Kitab Wahyu yang menubuatkan datangnya Yerusalem baru yang turun dari surga... Ini adalah simbol dari pulihnya keadaan manusia kembali menjadi citra Allah, seperti sebelum kejatuhannya.

Yang unik dan membedakannya dengan narasi atau kisah karangan manusia adalah, narasi ini tidak dibentuk menggunakan hasil imajinasi, mitos, atau konsep-konsep pemikiran manusia! Tapi dibentuk menggunakan elemen-elemen sejarah nyata yang ditulis secara terpisah oleh banyak orang di jaman yang berbeda-beda...  Tidak ada kitab suci lain di dunia ini yang memiliki unsur semacam itu!!! Hanya Alkitab saja...!

Kekhasan Alkitab ini sekaligus memastikan bahwa semua yang tercatat di dalamnya memang sungguh-sungguh berasal dari Tuhan, karena tidak ada yang mampu membangun sebuah narasi utuh seperti itu menggunakan bahan dari fragmen-fragmen sejarah manusia yang nyata.

Tidak hanya manusia, bahkan iblis atau malaikat sekalipun tidak mungkin mampu melakukannya sampai kapanpun! Hanya TUHAN yang berkuasa atas sejarah saja yang mampu melakukannya... Dialah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, Dialah Yahweh, Allah Tritunggal Sang Pencipta, yaitu satu-satunya Allah yang benar!

Bandingkan ini dengan alquran yang diturunkan hanya dalam satu jaman melalui satu orang, tapi tidak juga mampu membangun satu kebenaran yang utuh! Apalagi alquran tidak diturunkan melalui bangsa terpilih...! Nabi palsu manapun pasti bisa membuat kitab seperti itu dan mengklaimnya sebagai kitab suci!

Lalu kebenaran seperti apakah yang ingin disampaikan Tuhan kepada manusia melalui pewahyuan dalam ajaran Kristen ini?

Semua agama konon bermaksud menjadikan hidup manusia lebih baik... Pernyataan seperti ini sering diungkapkan oleh mereka yang cenderung bersikap indiferentis, yaitu mereka yang menganggap semua agama sama baiknya. Tapi jika kita menyimak narasi sejarah keselamatan dalam Alkitab, ternyata tujuannya lebih dari itu. 

Fase akhir dari narasi sejarah keselamatan dalam Alkitab adalah pulihnya keadaan manusia menjadi seperti semula. Artinya, di akhir jaman manusia akan kembali menjadi citra Allah dan kehidupan di bumi akan dipulihkan kembali menjadi seperti di Taman Eden, yang tidak lain adalah cermin dari kehidupan surga di atas bumi! Ini adalah pemenuhan dari harapan manusia yang diungkapkan melalui doa Bapa kami, " ...Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam surga..."

Dan keadaan ini hanya mungkin dicapai jika dalam Sabda Tuhan yang dinyatakan melalui Alkitab terdapat kekuatan transformatif yang mampu mengubah manusia tidak hanya menjadi lebih baik, tapi juga menjadi sempurna! 

Bisa kita simpulkan: ajaran kebenaran yang diwahyukan Tuhan pastilah sebuah kebenaran yang sempurna, karena hanya kebenaran seperti itu saja yang mampu mengubah manusia menjadi sempurna! Itulah kebenaran yang diwartakan dalam ajaran Kristen!

Ini sangat konsisten dengan apa yang diminta Yesus, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna."  (Mat.5:48)

Tidak hanya menuntut manusia, Yesus juga mengajarkan caranya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."  (Mat. 19:21)

Dari seluruh Alkitab, inilah satu-satunya cara yang diajarkan Tuhan bagi manusia untuk menjadi sempurna! Inilah cetak biru transformasi spiritual terbaik yang pernah ada di dalam sejarah manusia!

Yang luar biasa, ajaran transformatif ini ternyata juga disimbolkan dalam fragmen-fragmen narasi sejarah keselamatan! Ini menjadikan ajaran tersebut bukan sekedar teori atau gagasan ideal, tapi proses transformatif yang realistis dan benar-benar berasal dari TUHAN!

Mari kita lihat kembali kata-kata kunci di dalam ayat tadi....

Kata "...pergilah" adalah tahap pertobatan yang mengawali setiap perjalanan spiritual manusia. Pertobatan adalah suatu perubahan sikap, yaitu penyesalan terhadap hidup yang lama dan mulai menatap hidup yang baru di jalan Tuhan. Dalam fragmen narasi sejarah keselamatan ini dilambangkan dengan keluarnya bangsa Israel dari negeri Mesir dimana mereka telah diperbudak selama 400 tahun, untuk menuju ke Tanah Terjanji... 

Dalam perjalanan keluar dari negeri Mesir,  bangsa Israel harus melewati Laut Merah yang memisahkan mereka dari negeri Mesir untuk selamanya. Penyeberangan Laut Merah ini sekaligus juga melambangkan pembaptisan! Itulah awal dari perjalanan spiritual manusia!

Kemudian kata "...juallah segala milikmu..." adalah tahap penyangkalan diri, yaitu proses pemurnian yang mengikuti pertobatan. Ini dilambangkan dengan pengembaraan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. 

Sekedar keluar dari Mesir saja tidaklah cukup, bangsa Israel harus mengikis habis semua tradisi kaum pagan dan cara hidup duniawi yang sebelumnya mereka jalani di negeri Mesir. Dengan kata lain, bangsa Israel harus menyangkal cara hidup mereka yang lama... Dan melalui proses pemurnian ini bangsa Israel juga harus mempersiapkan diri membangun budaya hidup yang baru sebagai bangsa pilihan. Yaitu dengan mengikuti cara hidup yang diajarkan oleh TUHAN dalam Taurat... 

Semangat penyangkalan diri bangsa Israel selama 40 tahun pengembaraan di padang gurun ini juga disimbolkan dengan 40 hari puasa yang dilakukan oleh Yesus setelah Dia dibaptis dan sebelum Dia menjalankan karya pewartaanNya. Inilah tahap yang perlu dijalani manusia setelah pertobatan dan sebelum manusia dapat sungguh-sungguh menerima Tuhan di dalam hidupnya...

Berikutnya kata "...datanglah ke mari.." berarti datang kepada Tuhan, atau hidup bersama Tuhan. Pada tahap ini manusia menjadikan dirinya sebagai Bait Allah dengan mulai menempatkan Tuhan sebagai pusat hidupnya setelah melewati tahap pertobatan dan penyangkalan diri. 

Ini dilambangkan dengan masuknya bangsa Israel ke Tanah Terjanji setelah melewati masa pemurnian 40 tahun lamanya di padang gurun. Hanya generasi bangsa Israel yang baru dan mereka yang sudah terbebas dari pengaruh budaya pagan bangsa Mesir saja yang berhak masuk ke Tanah Terjanji. Di Tanah Terjanji inilah kelak akan dibangun Bait Allah tempat Yahweh berdiam di tengah bangsa Israel!

Apakah sampainya bangsa Israel di Tanah Terjanji dan dibangunnya Bait Allah di Yerusalem menjadi akhir perjalanan spiritual mereka?

Ternyata belum! Itu semua hanyalah persiapan untuk menyambut kedatangan Mesias yang akan memimpin bangsa Israel menuju keselamatan! 

Demikian juga pertobatan, penyangkalan diri dan hidup bersama Tuhan dengan menjadikan diri kita sebagai Bait Allah... bukanlah akhir perjalanan spiritual manusia. Ketiga tahap tadi tidak lain adalah persiapan untuk masuk ke tahap akhir dan puncak dari perjalanan spiritual...

Dan tahap akhir perjalanan spiritual itu diwakili oleh kata "...ikutlah Aku..", yang tidak lain berarti meneladani Yesus Kristus Sang Putra Allah. Itulah yang akan mengantarkan kita untuk menjadi sempurna seperti TUHAN...

Mengapa bisa demikian? 

Karena Yesus adalah TUHAN yang hidup dalam rupa manusia. Itu alasan utamanya... Jika Yesus bukan TUHAN, tak mungkin ada jalan bagi manusia untukmenjadi sempurna seperti TUHAN... sekalipun manusia sudah mengikuti teladan semua nabi dengan sempurna!

Dalam Injil.. Yesus berkata, "Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh.14:6). Artinya, Yesus adalah satu-satunya JALAN yang akan mengantarkan kita pada kesempurnaan seperti Bapa di surga!.. Maka dengan meneladani hidup Yesus, jiwa kita akan diangkat dan diubah untuk menjadi sempurna seperti TUHAN.

Ok, mungkin itu tadi masih terlalu umum dan mengawang-awang...

Lalu kongkritnya apa sih yang harus diteladani dari Yesus agar manusia dapat menjadi sempurna seperti TUHAN? Apakah cara berpakaianNya? Atau kemampuanNya mengadakan mujizat?

Tentu bukan itu...!

Seluruh ajaran para nabi di sepanjang sejarah keselamatan didasarkan pada perintah ini: kasihilah TUHAN dan kasihilah sesama. Itulah inti dari seluruh ajaran Tuhan. Meski Yesus juga mengajarkan perintah yang sama, Yesus mengajarkan kualitas kasih yang sangat berbeda dari yang telah diajarkan para nabi.

Yesus memberikan perintah baru, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yoh.15:12) Karena Yesus adalah TUHAN maka dalam perintah ini Yesus menuntut manusia untuk mengasihi seperti TUHAN telah mengasihi manusia. Ini sebuah standar kasih yang baru dan tidak mungkin dituntut oleh para nabi yang bukan TUHAN... 

Mengapa? Itu karena para nabi tidak mungkin mengajarkan seperti apa TUHAN mengasihi manusia, tapi Yesus yang adalah TUHAN, tentu bisa mengajarkannya dengan sempurna...

Hebatnya, Yesus tidak mengajarkan perintah itu melalui konsep ataupun aturan-aturan, tapi melalui teladan hidupNya sendiri dengan mengurbankan diri di kayu salib demi penebusan dosa manusia... "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." demikianlah Sabda Yesus (Yoh.15:13)

Dalam pengurbanan di kayu salib itulah untuk pertama kali dalam sejarah, manusia bisa melihat sendiri dan berkesempatan memahami bagaimana kasih TUHAN yang terbesar bagi manusia...! Kasih yang lebih besar dari itu tidak mungkin dapat ditunjukkan TUHAN kepada manusia... Silahkan tunjukkan kalau memang ada...!

Nah, kasih sebesar itulah yang harus diteladani manusia dari Yesus untuk dapat menjadi sempurna seperti TUHAN!

Apakah maksudnya semua orang Kristen harus disalibkan untuk meraih kesempurnaan? Dalam arti kiasan, memang YA! Tepatnya, seperti yang dikatakan Yesus, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Luk.9:23) Tapi dalam arti harafiahnya, tentu bukan seperti itu... 

Yang dimaksud adalah kita harus bersedia mengasihi sesama secara total, sehabis-habisnya, sampai kita sendiri ikut menderita karena kasih itu. Itulah kasih yang sempurna pada sesama!

Ok, itu tadi kasih kepada sesama... Lalu bagaimana dengan kasih kepada Tuhan? Bagaimanakah kita dapat meneladani Yesus untuk hal ini?

Sama saja... pada momen penyaliban, Yesus juga meneladankan kepada kita bagaimana harus mengasihi Tuhan. Itu terjadi ketika Yesus berseru, "Eli..Eli... Lama sabakhtani...", "AllahKu..AllahKu.. mengapa Engkau meninggalkan Aku..." Dalam momen itu, Yesus benar-benar ditinggalkan Sang Bapa yang demi penebusan dosa manusia telah membiarkan Dia menanggung penderitaan itu sendirian.

Tapi Yesus tidak memberontak, seperti anak domba Ia tetap setia menjalani kehendak BapaNya hingga tuntas. Yaitu saat Yesus mengatakan, "Sudah selesai..." dan dengan penuh kedamaian Ia menyerahkan nyawaNya, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." (Luk.23:46)

Pada momen penyaliban tersebut Yesus mengajarkan kita untuk tetap setia mengasihi Tuhan dan menjalankan seluruh kehendakNya sampai akhir sekalipun kita merasa ditinggalkan dan dibiarkan menderita oleh Tuhan! Mengasihi Tuhan ketika Dia memberi kita banyak anugerah, berkat, dan kesenangan, itu biasa... tapi tetap mengasihi Tuhan dan taat pada setiap kehendakNya saat kita tengah menerima kemalangan dan penderitaan dariNya... itu baru luar biasa!!! Itulah kasih yang sempurna kepada Tuhan!

Adakah ajaran kebenaran yang lebih baik dari ini? Saya berani memastikan tidak akan ada dimanapun juga...baik dulu, sekarang, atau sampai kapanpun...!

Nah, dari penjelasan tadi kita bisa sampai pada kesimpulan yang sangat kontras, bagaikan perbedaan antara hitam yang paling gelap dan putih yang paling terang....

Jika ajaran islam tidak sistematis dan tidak mampu mengajarkan kebenaran yang utuh, sebaliknya dalam Kristen ajaran Tuhan diwahyukan dengan cara yang sistematis, bertahap, dan sekaligus mengandung kebenaran yang utuh dan sempurna! Apa yang menjadi kelemahan islam terbesar, yaitu tidak adanya kebenaran, justru menjadi kekuatan terbesar dari ajaran Kristen yang penuh dengan kebenaran!

Saya tantang semua muslim di seluruh dunia, baik ulama maupun jihadis, baik ustad maupun teroris... untuk membantah video ini dengan menunjukkan kebenaran yang setara atau lebih baik dalam islam... Jika tantangan ini berhasil dijawab dengan baik oleh siapapun juga, channel ini akan saya tutup untuk selamanya... dan akan saya ganti menjadi channel jihadist network...

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Apakah yang kalian cari dalam islam? Kebenarankah? Jika itu maka setelah melihat video ini dan dua video sebelumnya, seharusnya kalian sampai pada kesimpulan yang kuat bahwa dalam islam kebenaran yang kalian cari itu seperti fatamorgana di gurun pasir... kelihatannya ada, padahal tidak ada! 

Tetap percaya pada islam sementara di dalamnya tidak ada kebenaran adalah sebuah tragedi akal sehat! 

Semoga bukan itu yang kalian pilih....

Kecuali kalian bisa menjawab tantangan yang baru saja saya sampaikan, sudah saatnya kalian mengambil keputusan terpenting yang akan membawa kalian pada kebenaran sejati yang menyelamatkan: tinggalkan islam dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat.

Jangan buang waktu karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kita masih diberi kesempatan hidup...

Cukup katakan ini dengan kesungguhan hati, "Ya Yesus, sekarang aku mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan Penyelamatku, selamatkanlah jiwaku demi belaskasihMu... " Maka berkat yang luar biasa dari surga akan tercurah bagi kalian sebagai tanda suka cita Tuhan yang telah mendapatkan kembali anak-anakNya yang hilang...

Posting Komentar

0 Komentar