Pernyataan BIDAT Paus Fransiskus Dan Teriakan Protes Seorang Awam

 



Transkrip video:

Pax vobis, salam damai bagi kita semua...

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh sebuah berita yang cukup viral dimana seorang awam terlihat meneriaki Paus Fransiskus ketika Paus sedang memberikan katekese dalam sebuah audiensi di Vatikan. Dalam teriakannya, seorang awam yang konon berkewarganegaraan Irlandia tersebut antara lain mengatakan berulang-ulang, "Ini bukan Gereja yang dikehendaki Tuhan...Tuhan menolak anda, bapa Paus... engkau tidak dibutuhkan..."

[klip video]

Tidak berapa lama kemudian Paus mengomentari kejadian tersebut. Menurut Paus orang tersebut mungkin sedang punya masalah, entah apa. Paus kemudian mengajak para audiens untuk berdoa bagi pria tersebut.

[klip video]

Kejadian ini pun ramai diberitakan di berbagai channel Katolik di Indonesia dengan nada yang hampir sama, yaitu ada orang yang sedang bermasalah meneriaki Paus yang tengah mengadakan audiensi dan Paus menanggapinya dengan mengajak orang-orang berdoa bagi pria malang tersebut. Semuanya dilengkapi dengan komentar yang juga senada: betapa mulianya Paus Fransiskus yang tidak menghukum orang tersebut tapi justru mendoakannya...

Sayang sekali yang diungkapkan di banyak video hanyalah masalah yang amat dangkal dan tidak substansial. Padahal ada persoalan lebih penting yang layak diangkat dari kejadian tersebut.

Dalam tanggapannya, Paus yang konon terkenal rendah hati dan merangkul semua orang itu ternyata lebih suka melihat masalah tersebut sebagai kesalahan atau kelemahan orang lain, bukan kesalahan dirinya atau masalah yang terjadi pada Gereja yang sedang dipimpinnya. Padahal ini bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa waktu yang lalu seorang imam Ortodoks juga meneriakinya sebagai bidat... 

Apakah lalu semuanya salah orang lain?

Saya percaya pria tersebut punya alasan kuat untuk melakukan itu...

Terlebih jika kita kaitkan dengan konteks isi katekese Paus pada audiensi tersebut, yang memang mengandung pernyataan-pernyataan yang bertentangan dengan iman Katolik. Dalam katekesenya antara lain Paus Fransiskus mengatakan demikian:

"Gereja adalah komunitas orang berdosa yang diselamatkan. Indah, definisi ini. TIDAK ADA YANG BISA MENGECUALIKAN DIRINYA DARI GEREJA, kita semua adalah orang berdosa yang diselamatkan...."

Pernyataan ini bertentangan dengan ajaran Gereja yang menyatakan seseorang dapat terpisah dari Gereja karena berbagai sebab, antara lain karena murtad, bidat, skismatis, berdosa berat, atau karena diekskomunikasi. Setidaknya itulah yang diajarkan kepada kita selama ini dan seperti yang juga dinyatakan oleh Paus Pius XII dalam ensiklik "Mystici Corporis".

Pernyataan bidat ini makin ditegaskan Paus dalam kesempatan yang sama dengan mengatakan:

"Marilah kita pertimbangkan, saudara-saudari terkasih, bahwa di dalam Kristus tidak ada seorang pun yang dapat benar-benar memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi karena ikatan itu adalah ikatan eksistensial, ikatan kuat yang ada dalam kodrat kita sendiri; hanya cara kebersamaan satu sama lain yang berubah, tetapi TIDAK ADA APAPUN dan TIDAK SEORANG PUN YANG BISA MEMUTUSKAN IKATAN INI. 

“BAPA, coba kita pikirkankan MEREKA YANG MENYANGKAL IMAN, MEREKA YANG MURTAD, MEREKA YANG MENGANIAYA GEREJA, MEREKA YANG MENOLAK BAPTISANNYA: APAKAH INI JUGA ADA DI DALAM GEREJA?” YA, MEREKA JUGA, SEMUANYA. Para penghujat, semuanya. KITA ADALAH SAUDARA. INI ADALAH PERSEKUTUAN ORANG KUDUS. Persekutuan orang-orang kudus menyatukan komunitas orang percaya di bumi dan di surga... dan seterusnya"

Pernyataan lengkap dari katekese Paus Fransiskus pada hari itu dimuat lengkap di situs resmi Vatikan, link-nya ada di keterangan video...

Jadi menurut Paus Fransiskus, mereka yang skismatis atau memisahkan diri dari Gereja Katolik seperti Patriarkh Michael Cerularius dan semua anggota Gereja Ortodoks tetaplah menjadi bagian dari Gereja Katolik. Begitu juga mereka yang bidat seperti Martin Luther, Raja Henry VIII, John Calvin, dan semua pengikutnya, mereka tetap menjadi bagian dari Gereja Katolik dan bagian dari komunitas orang-orang kudus.

Ini jelas bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik. Ini jelas-jelas pernyataan bidat! Maka amat sangat wajar jika orang tersebut berteriak-teriak saat Paus Fransiskus membuat pernyataan-pernyataan bidat tersebut.

Yang justru layak disayangkan adalah para imam, uskup, dan kardinal, serta semua umat yang hadir pada waktu itu TAPI diam saja. Apakah mereka semua sudah kehilangan rasa dan kepekaan terhadap ajaran iman Katolik yang benar sehingga pernyataan bidat yang begitu jelas dianggap biasa saja?

Juga yang sangat mengecewakan adalah channel-channel Katolik Indonesia di youtube, tidak hanya yang dikelola awam, tapi juga yang dikelola para klerus... Mana suara mereka? Mengapa mereka diam saja terhadap pernyataan sesat yang dapat membahayakan iman semua orang???

Seperti yang dikatakan Paus Felix III. "Tidak menentang kekeliruan berarti mendukungnya..." Maka bersikap diam saja terhadap pernyataan bidat Paus Fransiskus berarti mendukung pernyataan bidat yang diucapkannya.

Seandainya kami dari Crusader Network ada di antara para audiens saat itu, kemungkinan besar kami juga akan berteriak dan protes terhadap pernyataan Paus Fransiskus. Bukan karena kami membenci Paus Fransiskus, tapi karena kami mengasihinya agar dengan protes dan teriakan itu Paus Fransiskus sadar pada pernyataan bidatnya, segera meralatnya, dan bertobat.

Dan yang sangat menggelikan....

Kurang lebih setahun yang lalu Paus Fransiskus membuat pernyataan publik bahwa mereka yang menolak Konsili Vatikan II atau menafsirkannya tidak sejalan dengan "magisterum" telah menempatkan diri mereka di luar Gereja.

Jadi bisa disimpulkan, menurut pengajaran Paus Fransiskus semua orang yang murtad, menyangkal baptisan, bidat, skismatik, mereka yang diekskomunikasi, bahkan para penghujat Tuhan tetap ada di dalam Gereja Katolik, sedangkan mereka yang setia pada ajaran para Rasul dan, sebagai konsekuensinya, menolak Konsili Vatikan II justru ada di luar Gereja...

Nah... Gereja Katolik manakah yang dimaksudkan oleh Paus Fransiskus?
Gereja Katolik versi "gandum" ataukah Gereja Katolik versi "lalang"????

Mari kita renungkan bersama....

Terima kasih atas perhatian anda...

Viva Christo Rey...

Posting Komentar

0 Komentar