Islam Dan Akal Sehat #23b: Islam Dan Berhala (bagian 2)



Transkrip:

Pada video sebelumnya kita sudah melihat bagaimana pengaruh ajaran pagan penyembah berhala yang begitu kental telah ikut membentuk ajaran Islam. Kita juga melihat bagaimana Tuhan sengaja memilih sebuah bangsa, yaitu bangsa Israel keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, untuk menjadi sarana Sabda-Nya agar ada suatu jaminan kepastian bahwa Tuhan yang dinyatakan melalui bangsa itu adalah Tuhan yang benar.

Sama seperti uang yang dijamin asli hanyalah uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Demikian juga Tuhan yang benar hanyalah yang diajarkan melalui bangsa pilihan. Di luar jalur resmi itu, termasuk melalui Islam, tidak ada jaminan apapun... yang ada cuma ajaran palsu dan menyesatkan! Jika kita memahami dan memegang teguh kriteria sederhana ini, maka kita tidak mudah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.


Dalam konteks Islam, karena Muhamad tidak berasal dari bangsa Yahudi, dia bukanlah bagian dari rangkaian nabi-nabi yang diutus Tuhan. Maka kita bisa pastikan ajaran islam adalah ajaran palsu dan tuhan yang disembah dalam Islam bukanlah Tuhan yang sama dengan yang diajarkan para nabi-nabi Israel.. Sesederhana itu! 

Jika demikian siapakah Allah SWT yang disembah muslim?

Tuhan yang disembah dalam Islam tidak lain adalah salah satu dewa berhala yang dijadikan satu-satunya tuhan dengan cara menyingkirkan dewa-dewa lainnya. Tujuannya agar dewa berhala tersebut mirip dengan Yahweh, yaitu Tuhan yang esa seperti yang diajarkan oleh nabi-nabi Israel.

Meskipun berakar pada ajaran pagan penyembah berhala, dalam prakteknya Islam sangat anti terhadap penggunaan patung dan gambar-gambar sebagai sarana penyembahan. Sikapnya ini begitu galak sehingga menimbulkan kesan seolah-olah Islam adalah agama monoteisme yang paling murni dan tidak terpengaruh ajaran berhala...

Bagi orang yang cenderung menilai buku dari sampulnya memang kesan inilah yang kemudian diterima sebagai fakta. Tapi bagi mereka yang mau menggunakan akal sehatnya dan tidak terjebak pada bungkus, sikap anti berhala ini hanyalah upaya tipu-tipu untuk menyembunyikan fakta gelap bahwa yang disembah dalam islam tidak lain adalah salah satu dewa berhala di Kabah alias iblis.

Sikap tipu-tipu ini sangat konsisten dengan karakter islam sebagai agama dengan dua wajah... di satu sisi sering mengaku agama damai dengan berbagai ayat-ayat yang toleran dan mengajarkan kebaikan tapi di sisi lain bertaburan pula ayat-ayat pedang yang menginspirasi para teroris dan jihadis.. Islam juga mengaku agama yang paling bermoral dan anti pornografi tapi ternyata ajarannya justru mengijinkan adanya budak-budak seks, membenarkan perilaku pedofil dan ulama-ulamanya memendam harapan cabul untuk berpesta seks di surga..

Cocok sekali kalau agama seperti ini kita sebut sebagai serigala berbulu domba... dari luar tampak baik dan jinak tapi sesungguhnya terdapat ajaran sangat jahat yang siap membinasakan jiwa-jiwa siapapun yang mengikutinya.

Kembali ke soal berhala....

Sebenarnya penggunaan patung dan gambar dalam relasi manusia dengan Tuhan BUKANLAH kriteria untuk menentukan apakah suatu agama itu benar atau tidak... Kita akan tersesat jika menggunakan kriteria ini...

Agama pagan bangsa Mesir kuno, agama pagan bangsa Arab di Mekah pra-Islam, agama Konfusius di Cina, dan juga agama Hindu di India yang semuanya menggunakan patung atau gambar ternyata sama dengan agama Islam yang anti terhadap penggunaan patung dan gambar. Mereka sama-sama tidak menyembah Yahweh, Tuhan yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub....

--------------

Sebaliknya, nabi-nabi Israel dalam Perjanjian Lama, dan orang-orang Kristen Protestan yang menolak penggunaan patung dan gambar ternyata menyembah Tuhan yang sama dengan orang-orang Kristen Ortodoks yang menggunakan gambar atau ikon... dan orang-orang Katolik yang selama dua milenium setia menggunakan gambar serta patung dalam menyembah Tuhan. Mereka sama-sama menyembah Yahweh, Tuhan yang disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub!

Patung dan gambar tidak otomatis sama artinya dengan berhala! Demikian juga menolak penggunaan gambar dan patung tidak otomatis berarti menyembah Tuhan yang benar!

Lalu mengapa melalui Musa (Kel.20:4) Tuhan melarang manusia membuat patung? 

Ada dua alasan penting!

Yang pertama, karena pada masa itu manusia tidak tahu seperti apa rupa Tuhan maka patung apapun yang dibuat manusia tidak mungkin dapat menggambarkan atau mewakili Tuhan dengan benar.

Yang kedua, bangsa Israel baru saja keluar dari tanah Mesir yang penuh dengan penyembahan berhala-berhala. Maka keberadaan patung-patung di tengah bangsa Israel berpotensi mengembalikan semangat pemujaan terhadap berhala-berhala seperti yang pernah mereka alami selama 400 tahun di Mesir. Keadaan ini sangat berbahaya dan dapat menyimpangkan mereka dari Allah yang benar.

Itu sebabnya untuk mensterilkan bangsa terpilih dari cara-cara penyembahan berhala, Tuhan pada masa itu melarang manusia untuk membuat patung! Dengan demikian ada jaminan kepastian bahwa Tuhan yang diwartakan melalui bangsa terpilih ini tidak tercemar sedikitpun oleh dewa-dewa dari bangsa-bangsa lain yang dilambangkan dengan berbagai berhala.

-----------------

Bandingkan ini dengan Muhamad yang menghancurkan semua patung berhala di Kabah tapi masih menyisakan satu berhala, yaitu Hajar Aswad.... Silahkan simpulkan sendiri seperti apa dampaknya terhadap agama Islam...

Jadi larangan pembuatan patung yang diterima oleh Musa adalah terkait pada kemungkinan penyembahan berhala. Sedangkan patung yang dibuat tidak untuk penyembahan berhala tentu saja tidak dilarang. 

Buktinya, tidak lama setelah Tuhan melarang Musa membuat patung, Tuhan malah memerintahkan Musa untuk membuat 2 patung kerub dari emas untuk menghiasi Tabut Perjanjian (Kel.25:18-20). Demikian juga ketika banyak orang Israel yang mati karena dipagut ular tedung, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat patung ular yang dapat memulihkan orang-orang Israel dari pagutan ular (Bil.21:8).

Seperti itulah persoalan seputar patug pada masa Perjanjian Lama...

Ketika dua ribu tahun yang lalu Tuhan datang ke dunia dan berinkarnasi dalam Yesus Kristus, sebuah era baru dimulai. Untuk pertamakalinya dalam sejarah, melalui Yesus Kristus manusia dapat melihat Tuhan. Yesus adalah ikon atau gambar Tuhan yang sempurna karena Dia adalah Putra Allah yang datang dari surga dan serupa dengan Bapa. Demikian serupanya Yesus dengan Bapa sehingga siapa yang melihat Yesus berarti juga telah melihat Bapa (Yoh.14:9).

Karena manusia dapat mengenali Yesus secara fisik, maka manusiapun boleh membuat gambar ataupun patung untuk mengenang Yesus. Patung atau gambar yang dibuat untuk mengenang Yesus jelas bukan berhala dan tidak mengarahkan manusia pada dewa-dewa berhala. Maka pelarangan untuk membuat gambar dan patung menjadi tidak relevan lagi!

Itulah yang dipercaya oleh Gereja Katolik sejak awal. Apalagi ternyata Yesus sendiri telah memberikan gambar wajah-Nya kepada manusia ketika seorang wanita mengusap wajah Yesus dengan sepotong kain saat Dia tengah berjuang memanggul salib. Wanita tersebut kemudian dikenal dengan nama Veronica, yang berasal dari kata "Vera Icon", artinya gambar yang benar.

Dan yang paling fenomenal, Yesus juga meninggalkan warisan gambar wajah dan seluruh tubuh-Nya pada kain kafan yang digunakan untuk membungkus Diri-Nya saat dimakamkan. Kain kafan berusia 2000 tahun itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di Katedral St. Yohanes Pembaptis di Turin, Italia. Kain kafan tersebut dikenal dengan nama "Kain Kafan dari Turin".

Pada kain kafan tersebut tercetak gambar negatif ASLI dari seluruh wajah dan tubuh Yesus lengkap dengan luka-luka akibat siksaan pada proses penyaliban, tepat seperti yang tertulis di Injil.

Tak ada seorang manusiapun di dunia ini  yang dapat menjelaskan bagaimana gambar tersebut dapat dibuat dengan cara-cara manusiawi. Sampai hari ini..! Satu-satunya penjelasan ilmiah yang masuk akal, gambar tersebut terbentuk akibat radiasi cahaya yang terjadi saat proses kebangkitan Yesus!

Memang ada yang meragukan keasliannya berdasarkan uji penanggalan karbon yang mengatakan kain kafan tersebut berasal dari abad pertengahan. Tapi kemudian diakui bahwa uji karbon tersebut tidak akurat akibat sampel yang dipakai tercemar oleh bahan-bahan lain yang digunakan untuk menambal atau memperbaiki kerusakan-kerusakan yang pernah terjadi pada kain kafan tersebut.

Gambar ajaib yang tercetak pada Kain Kafan dari Turin memungkinkan kita merekonstruksi tidak hanya wajah tapi juga seluruh tubuh Yesus dalam bentuk tiga dimensi. Dengan demikian kita bisa simpulkan bahwa Yesus sendirilah yang menghendaki manusia mengenang Dia melalui gambar dan juga patung-Nya!

Pertanyaannya sekarang, mengapa gambar atau patung?

Penggunaan gambar atau patung erat hubungannya dengan upaya membangun relasi kita dengan Tuhan. Setelah Yesus naik ke surga, kita tidak dapat melihat Tuhan Yesus secara langsung. Tapi dengan memandang gambar atau patung-Nya kita bisa merasakan adanya kehadiran Tuhan Yesus dalam hati kita sehingga kita merasa dekat dengan-Nya. Sama seperti hati kita juga merasa dekat dengan orang-orang yang kita kasihi saat kita melihat foto-foto mereka, meski secara fisik mereka berada jauh dari kita.

Tidak hanya orang Katolik, bahkan orang Protestanpun menggunakan gambar Yesus saat mereka berdoa. Ketika mereka menyebut nama "Yesus" dalam doa, maka gambaran sosok Yesus pasti muncul dalam pikiran atau hati mereka. Dengan demikian sekalipun mereka tidak menggunakan gambar atau patung Yesus secara fisik, mereka tetap menggunakannya secara rohani dalam bentuk imajinasi. Itulah yang membuat orang-orang Kristen menjadi dekat dengan Tuhan dan dapat merasakan Dia selalu hadir dalam kehidupan. 

Kedekatan personal dengan Tuhan seperti inilah yang tidak mungkin ada dalam Islam!

Dalam upaya pencitraannya sebagai agama monoteis Islam menolak keras penggunaan gambar ataupun patung. Karena Islam juga tegas menolak ketuhanan Yesus maka gambaran Tuhan dalam islam menjadi sangat abstrak atau bahkan tidak ada sama sekali alias kosong....

Keadaan ini sebenarnya sangat berbahaya... Apapun dapat mengisi kekosongan ini!

Pertanyaannya, karena muslim sudah menyangkal Yesus dan memilih bersujud menghadap berhala di Kabah, siapakah yang mengisi hati dan pikiran kosong mereka saat mereka tengah berdoa? Sangat besar kemungkinannya yang mengisi kekosongan tersebut adalah iblis alias dewa berhala di Kabah yang kepadanya mereka telah mengarahkan sujudnya lima kali sehari!

Ini sangat mengerikan.....

Dalam Injil Yesus mengatakan bahwa roh jahat pergi mengembara ke tempat-tempat tandus mencari perhentian (Mat.12:43 dan Luk.11:24). Dengan bersujud mengarah pada Kabah, tanpa disadari oleh muslim iblis menganggap perbuatan itu sebagai sebuah undangan untuk memasuki hati dan pikiran mereka. Karena tidak ada gambaran dan kehadiran Tuhan dalam hati serta pikiran muslim, maka iblis yang mencari-cari tempat perhentianpun akan leluasa mengisinya tanpa hambatan..

Apalagi jika muslim berdoa dengan semangat diskriminasi dan kebencian terhadap golongan lain, seperti yang diungkapkan dalam rumusan shalat mereka!
Atau.. jika mereka menciumnya saat beribadah haji... Undangan itu menjadi semakin kuat.

Bayangkan betapa celakanya muslim yang menolak Yesus sebagai Tuhan dan memilih bersujud menghadap berhala di Kabah, atau bahkan dengan kesungguhan hati berrebut menciumnya! Iblislah yang akan leluasa mengisi hati mereka setiap kali mereka melakukan shalat dengan bersujud menghadap Kabah atau menciumnya saat beribadah haji, tidak peduli apakah mereka bermaksud mengundangnya ataupun tidak...

Saudara-saudaraku kaum muslim....

Jangan pernah menganggap video-video ini sebagai ungkapan kebencian terhadap kalian. Tuhan Yesus mengasihi kalian, maka kamipun juga mengasihi kalian. Tuhan Yesus menghendaki kalian selamat dari kesesatan, demikian juga kami melalui video-video ini...

Sudah begitu jelas dan terang benderang bahwa ajaran Islam sangat dipengaruhi ajaran penyembah berhala. Dan salah satu berhala itu, yaitu Hajar Aswad, sampai sekarang masih ada di Kabah. Ke arah berhala itulah kalian telah mengarahkan sujud kalian lima kali sehari. Berhala itu pula yang kalian cium dengan susah payah saat beribadah haji.

Jika kalian bisa membuktikan dan yakin 100% bahwa Hajar Aswad sama sekali bukan berhala, maka semua yang saya sampaikan dalam video ini salah total. Silahkan lupakan video ini dan lanjutkan ibadah kalian.... 

Sebaliknya jika kalian tidak bisa membuktikan Hajar Aswad bukan berhala, atau kalian memiliki sedikit keraguan soal itu... jiwa kalian dalam bahaya yang sangat besar!

Bagi kalian mungkin sujud menghadap Kabah hanya berfungsi untuk menyeragamkan arah dalam shalat, itulah yang dikatakan oleh ustad-ustad kalian.... Tapi bagi iblis tidak demikian. Sujud itu dianggapnya sebagai undangan untuk memasuki hati dan pikiran kalian! Demikian juga saat kalian menciumnya dengan penuh rasa hormat!

Pernahkah kalian mendengar cerita tentang orang yang kerasukan setan setelah bermain ouija-board, jailangkung, nini thowok, atau permainan-permainan sejenis? Mereka mungkin tidak pernah bermaksud mengundang iblis, tapi dengan melakukan permainan itu iblis menganggapnya sebagai undangan! Demikian juga yang terjadi saat kalian bersujud ke arah berhala di Kabah atau menciumnya! Itu ADALAH undangan bagi iblis meski kalian tidak bermaksud demikian!

Gunakan akal sehat kalian! Demi keselamatan jiwa-jiwa kalian, segeralah keluar dari agama sesat ciptaan iblis itu selagi masih ada kesempatan. Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat. Karena hanya Yesus Kristus, Anak Allah Yang Hidup, yang sanggup menyelamatkan kalian dari kuasa kegelapan yang dibawa oleh agama sesat itu.

Posting Komentar

0 Komentar