Islam Dan Akal Sehat #49 - Kesesatan Embriologi Dalam Quran

 


Taktik penipu dimana-mana sama, dari dulu sampai hari ini. Mereka selalu membungkus penipuannya yang menyesatkan dengan banyak hal-hal yang baik. Tapi semua kebaikan yang ditawarkan atau ditampilkan para penipu punya satu tujuan, yaitu agar korbannya percaya pada tipuanya yang menyesatkan dan mencelakakan! Penipu sudah biasa menampilkan 99 macam kebaikan demi menjerumuskan korbannya ke dalam 1 tipuan!

Itulah yang kita lihat dalam Islam!

Polanya sama persis dengan apa yang terjadi dalam suatu skema penipuan! Ada begitu banyak ajaran-ajaran Islam yang menurut muslim baik sehingga mereka meyakini Islam sebagai ajaran keberanan yang berasal dari Tuhan. Tapi di balik segala "kebaikan" yang dipropagandakan para ulama-ulamanya, terdapat juga ajaran-ajaran yang menyesatkan dan menjerumuskan banyak muslim ke dalam neraka kekal.

Satu contoh kecil...

Muslim begitu bangga dengan ajaran Islam yang mereka anggap paling anti terhadap perzinahan dan mewajibkan wanita muslimah untuk menjaga martabatnya dengan menutup aurat menggunakan hijab. Itu semua tampak sebagai ajaran yang baik dan terpuji sehingga dengan cepat mereka menyimpulkan Islam sebagai agama yang benar.

Tapi tanpa disadari muslim, ajaran islam yang membenarkan kawin-cerai, poligami, dan berhubungan seks tanpa ikatan perkawinan dengan milkul yamin (Al Mu'minuun 5-6 dan Al Ahzab 50) justru membenarkan dan memfasilitasi perzinahan! 

Selanjutnya penggunaan hijab yang dikatakan sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat perempuan, semata-mata untuk menutupi fakta penghinaan terhadap martabat wanita yang jstru diajarkan dalam Islam. Yang saya maksud adalah dibenarkannya perkawinan dengan anak-anak perempuan di bawah umur dalam Islam! Itu tertulis dalam Quran (Ath-Thalaaq 4) dan dicontohkan langsung oleh nabinya sendiri dengan mengawini Aisyah. 

Perkawinan dengan anak di bawah umur jelas bukan untuk tujuan prokreasi atau untuk menghasilkan keturunan. Demikian juga perkawnan tersebut jelas tidak didasari oleh cinta-kasih yang saling melengkapi sebagaimana layaknya suami istri. Satu-satunya tujuan dari pembenaran perkawinan dengan anak di bawah umur dalam Islam adalah untuk merendahkan martabat perempuan sebagai obyek seksual! Fakta ajaan-ajaran yang buruk itulah yang ingin ditutup-tutupi dengan berbagai kebaikan lain yang palsu!

Dari contoh sederhana tersebut jelas terlihat pola propaganda berbagai kebaikan dalam Islam yang digunakan untuk menutupi ajaran-ajaran yang menyesatkan. Muslim sengaja digiring untuk hanya memperhatikan hal-hal yang baik tapi palsu dalam Islam dan melupakan atau tidak menyadari ajaran-ajaran yang buruk dan menyesatkan. Itulah pola yang khas terjadi dalam setiap skema penipuan, dimana korban digiring untuk terpukau pada hal-hal baik sehingga terjebak pada jerat penipuan yang sudah disiapkan!

Silahkan lihat kembali video-video seri 'Islam Dan Akal Sehat' yang membahas masalah Milkul Yamin dan penggunaan hijab bagi muslimah, linknya ada di bagian keterangan!

Pada video ini saya akan membahas sebuah ajaran dalam quran yang dianggap oleh banyak muslim sebagai salah satu bukti keajaiban quran dalam sains. Padahal di balik ajaran tersebut terdapat ajaran sesat yang mendukung dan memberikan dasar bagi kejahatan terbesar dan sekaligus terkeji terhadap kemanusiaan!

Muslim selalu membanggakan quran dengan mengatakan bahwa di dalamnya terdapat fakta-fakta sains yang di masa lalu mustahil diketahui tapi sekarang terbukti kebenarannya. Mereka menganggap keajaiban itu sebagai bukti bahwa Quran adalah kitab suci yang berasal dari Tuhan Sang Pencipta! Salah satu yang sering dijadikan contoh adalah ayat Quran yang berhubungan dengan tahap perkembangan janin atau embriologi.

Ayat yang dimaksud adalah ini:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. 
(Al Mu'minuun 12-14)

Para penafsir quran mengatakan bahwa ayat quran ini menjelaskan beberapa tahap pertumbuhan janin, yaitu nutfah, alaqah, mudgah, dan janin yang sempurna. Banyak muslim, termasuk ulama terkenal yang juga seorang dokter yaitu Zakir Naik, menganggap ayat ini sebagai bukti keajaiban Quran. Bagaimana mungkin seorang Arab yang hidup di padang pasir abad 6 bisa memahami konsep embriologi yang fakta-faktanya baru diketahui oleh kedokteran modern? Begitu kurang lebih argumen mereka...

Sekilas ini tampak mengagumkan...

Tapi benarkah konsep embriologi belum dikenal di jaman Muhamad? Kalau saja kaum muslim dan ulama-ulamanya mau sedikit meluangkan waktu untuk membaca literatur tentang embriologi, mereka tidak perlu mengklaim secara berlebihan yang akhirnya berbalik mempermalukan mereka sendiri!

Hippocrates yang hidup di abad 5 SM sudah berbicara soal embriologi. Bahkan tahapan embrio seperti yang dinyatakan dalam Quran sudah dikemukakan oleh Claudius Galen, seorang Yahudi, sejak abad 2 Masehi! Mungkinkah Galen mencontek konsep embriologi Quran? Jelas tidak mungkin! Tapi kalau konsep embriologi Galen mempengaruhi atau dicontek oleh Quran, itu memang sangat mungkin!

Dan celakanya, konsep embriologi yang dikemukakan oleh Galen ini sudah dinyatakan tidak akurat oleh kedokteran modern. Tentu hal yang sama juga perlu dikatakan pada ajaran Quran karena konsep embriologi Galen dan Quran sama! Jadi ajaran semacam itu tidak perlu dibanggakan lagi...

Tapi ada hal yang lebih penting selain sekedar runtuhnya mitos keajaiban embriologi dalam Quran!

Perhatikan ayat Quran berikut ini:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. 
(Al Hijr 28-29).

Kemudian ayat lain lagi...

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" (Shaad 72)

Disini Quran mengajarkan sesuatu yang menyesatkan dan sekaligus sangat berbahaya, yaitu ajaran bahwa kehidupan manusia tidak dimulai dari pembuahan, tapi dimulai setelah janin terbentuk sempurna!

Ajaran ini juga diperkuat oleh pernyataan Hadis:

”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari).

Dengan demikian sudah terkonfirmasi bahwa berdasarkan Quran dan Hadis Islam mengajarkan bahwa kehidupan tidak dimulai saat pembuahan! Dan celakanya, kapan tepatnya kehidupan dimulai pada janinpun tidak jelas. Tak ada kesepakatan bulat diantara para ulama apakah janin yang telah dinyatakan sempurna itu berusia 40 hari, 80 hari, 4 bulan, atau lebih?

Maka tidak perlu heran jika PP 61 tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden SBY menyebutkan bahwa aborsi akibat kasus perkosaan dibenarkan sampai dengan 40 hari sejak haid terakhir. Saya yakin batasan 40 hari ini tidak diambil berdasarkan pertimbangan medis, tapi berdasarkan ajaran Islam. Batasan ini diambil dari usia minimal kapan roh ditiupkan ke dalam janin sesuai penafsiran ulama Islam, dalam hal ini tentunya ulama-ulama yang tergabung dalam MUI.

Berdasarkan PP tersebut aborsi karena alasan perkosaan sebelum batas 40 hari dianggap legal sementara aborsi karena alasan yang sama setelah 40 hari dianggap ilegal. Mengapa? Karena berdasarkan ajaran Islam, janin sebelum batas 40 hari bukanlah manusia sehingga menghilangkannya dengan alasan tertentu bukan tindakan pelanggaran hukum. Sebaliknya setelah batas 40 hari, janin tersebut menurut ajaran islam sudah menjadi manusia yang bernyawa sehingga aborsi dianggap sebagai pembunuhan dan pelanggaran hukum!

Mengingat batasan 40 hari ini hanyalah kesepakatan minimal para ulama, maka angkanya bisa lebih dari 40 hari menurut ulama-ulama lainnya. Bahkan ada ulama-ulama yang menafsirkannya hingga 4 bulan (120 hari). Jadi kapan janin boleh diaborsi itupun berbeda-beda batasannya dalam Islam, bergantung pada ulama yang dijadikan rujukan! 

Ini jelas ajaran yang mengada-ada atau asli ngawur! Bagaimana mungkin untuk hal yang sangat penting seperti kapan kehidupan manusia dalam janin dimulai bisa berbeda-beda tergantung penafsiran subyektif ulama tanpa ada kepastian yang jelas? Seolah-olah bukan Tuhan, tapi para ulama itulah yang menentukan kapan kehidupan manusia dimulai!

Satu hal yang pasti, berdasarkan ajaran Islam janin sebelum mendapatkan roh jelas bukan manusia tapi hanya semacam daging tumbuh atau tumor yang bisa dihilangkan karena alasan tertentu. Maka setiap muslimah yang melakukan aborsi karena alasan 'perkosaan' pada tahap kehamilan tertentu, yang waktunya bergantung pada penafsiran subektif ulama, sama sekali tidak akan merasa berdosa karena Islam membenarkannya!

Ini bahaya besar yang tidak disadari banyak muslim!

Pandangan Islam mengenai dimulainya kehidupan pada janin menempatkan Islam sebagai agama paling RASIS di muka bumi. Jika rasisme dianggap mendiskriminasi martabat manusia berdasarkan kategori-kategori suku, warna kulit, bahasa, atau bahkan ideologi tertentu, maka yang terjadi pada islam lebih parah! 

Islam membedakan janin yang berusia tertentu dengan mengkategorikannya sebagai BUKAN MANUSIA karena dianggap belum memiliki roh kehidupan. Dengan demikian Islam tidak sekedar mendiskriminasi janin usia tertentu dengan martabat yang lebih rendah, tapi bahkan mengkategorikannya sebagai BUKAN MANUSIA! Berdasarkan alasan tersebut maka Islam adalah agama paling RASIS dan anti kehidupan di muka bumi!

Tidak perlu heran jika kita tidak pernah atau sangat jarang jikapun ada, mendengar ada organisasi Islam yang mendukung gerakan anti-aborsi! Alasannya jelas, ajaran Islam memang membenarkan aborsi! 

Bandingkan ini dengan ajaran Kristen yang meyakini kehidupan dimulai saat pembuahan. Dengan ajaran ini maka setiap janin, tidak peduli berapapun usianya, adalah manusia utuh yang memiliki martabat sama dengan manusia lainnya. Maka aborsi sama artinya dengan pembunuhan dan harus dilarang!

Tidak hanya ajaran Kristen, bahkan ajaran Hindu dan juga Hippocrates yang menjadi bapak dari ilmu kedokteran mengajarkan hal yang sama. Hanya Islam satu-satunya ajaran yang mengaku berasal dari Tuhan tapi justru mengajarkan pandangan sesat bahwa kehidupan tidak dimulai saat pembuahan!

Tahukah anda apa filosofi dasar yang membedakan gerakan pro-life dan pro-aborsi? Pro-life mendasarkan filosofi gerakannya pada keyakinan bahwa kehidupan dimulai sejak pembuahan, sedangkan pro-aborsi menolak pandangan itu. Dengan demikian ajaran Islam sejalan dengan filosofi gerakan pro-aborsi!

Konsekuensinya sangat mengerikan!

Dengan mengambil contoh PP 61 tahun 2014, terbukti ajaran Islam telah digunakan sebagai dasar bagi legalisasai aborsi! Jika di Indonesia batas yang digunakan adalah 40 hari, maka di negara lain batas ini bisa lebih lama tergantung kesepakatan penafsiran ulama mereka. Bahkan bukan tidak mungkin penafsiran ditiupkannya roh pada janin terjadi setelah semua organ-organ tubuh pada janin terbentuk sempurna! 

Artinya menurut Islam ada kemungkinan janin baru dianggap sebagai manusia bernyawa setelah usia kehamilan 6 bulan atau lebih! Ini tidak jauh beda dengan kaum demokrat liberal pendukung aborsi di Amerika serikat yang membenarkan aborsi karena bagi mereka bayi yang belum lahir tidak memiliki status hukum sebagai warga negara. Oleh karenanya janin-janin yang tidak diinginkan boleh diaborsi tanpa konsekuensi hukum! Kebiadaban pandangan ini beda tipis dengan ajaran Islam!

Di seluruh dunia, kasus aborsi bisa mendekati 100 juta per tahun! Ini perhitungan kasus-kasus resmi, belum ditambah kasus-kasus tidak resmi yang jumlahnya bisa besar sekali. Dengan perhitungan berdasarkan data ini, hanya dalam waktu 10 tahun saja aborsi telah membunuh 1 milyar manusia! Dengan demikian aborsi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah manusia dan Islam ikut mendukungnya!

Apalagi jika diperhitungkan nilai moralnya. Semakin lemah dan tak berdaya manusia yang dibunuh, semakin kejam pembunuhan tersebut. Maka pembunuhan terhada janin-janin yang lemah dan tak berdaya melalui aborsi adalah pembunuhan paling kejam yang bisa dilakukan manusia. Maka aborsi bukan hanya kejahatan kemanusiaan terbesar berdasarkan jumlahnya tapi juga terkejam berdasarkan moralitasnya! Dalam kasus PP no. 61 tahun 2014, yang bersalah orang tuanya tapi sang bayi harus dibunuh dan itu dibenarkan oleh ajaran islam!

Dengan mengajarkan kehidupan manusia tidak dimulai saat pembuahan, Islam telah menjadi satu-satunya agama besar di dunia yang mendukung aborsi. Dengan demikian maka Islam telah menjadi pendukung kejahatan terhadap kemanusiaan yang terbesar dan terkejam dalam sejarah umat manusia.

Dengan menyadari ini masihkah ada muslim yang berani percaya ajaran Islam yang demikian biadab ini berasal dari Tuhan Sang Pencipta?

Saudara-saudaraku kaum muslim...

Saatnya kalian menggunakan akal sehat dan memikirkan ulang iman kalian. Dalam video ini dengan jelas saya tunjukkan bagaimana ajaran embriologi yang dibanggakan banyak muslim sebagai bukti keajaiban quran ternyata tidak lebih dari pengulangan konsep embriologi yang sudah diajarkan oleh Claudios Galen di abad 2.

Lebih dari itu, propaganda kehebatan ayat embriologi quran ini ternyata hanya untuk menutupi ajaran sesat Islam yang menganggap kehidupan manusia tidak dimulai saat pembuahan. Ajaran ini menjadi dasar atau mendukung tindakan aborsi bagi janin-janin dalam usia kehamilan tertentu.

Karena aborsi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang terbesar dan terkejam dalam sejarah umat manusia, maka dengan mengimani Islam kalian secara tidak langsung juga menjadi pendukung terhadap kejahatan kemanusiaan tersebut. Yakinkah anda akan selamat dan masuk surga dengan menjadi pendukung kejahatan tersebut? Mustahil!

Islam dengan berbagai ajaran kebaikannya yang palsu telah menipu banyak muslim untuk mendukung dan terlibat dalam ajaran yang melawan kemanusiaan! Islam adalah agama palsu yang berasal dari iblis karena iblis tidak hanya bapa segala dusta yang menyesatkan, tapi juga pembunuh manusia sejak semula yang menginginkan kebinasaan semua manusia, baik di dunia maupun dalam kehidupan kekal!

Sadari itu dan segera tinggalkan Islam selagi ada kesempatan. Selanjutnya gunakan waktu kalian yang tersisa untuk percaya pada satu-satunya Tuhan dan Penyelamat manusia, yaitu Yesus Kristus. Ajaran-Nya tidak pernah menipu dan pasti membawa manusia pada kehidupan kekal!

Wassalam...

Posting Komentar

0 Komentar