Islam Dan Akal Sehat 30a: 7 Alasan Fundamental Mengapa Allah SWT Bukan Tuhan (bagian 1)


Transkrip:

Bayangkanlah anda bekerja di sebuah kapal yang besar. Anda bekerja dengan rajin dan menjalankan semua tugas dengan baik. Anda juga menaati semua aturan yang berlaku di kapal dan disayangi oleh pimpinan. 

Semuanya tampak Ok...

Tapi ada satu hal yang terlewat... tanpa anda sadari sebelumnya, kapal tempat anda bekerja ternyata adalah kapal bajak laut yang selalu merampoki kapal-kapal lain dan bahkan membunuh semua awaknya jika perlu.

Akibatnya anda terjebak dalam masalah yang sangat besar! 

Suatu saat kapal anda akan ditangkap atau dihancurkan oleh pihak yang berwajib. Apapun peran dan tugas anda dalam kapal tersebut, anda akan ikut dimasukkan ke dalam penjara atau mungkin ikut tewas bersama semua bajak laut lainnya jika kapal tersebut dihancurkan!

Hanya ada satu pilihan anda: keluar dari kapal tersebut sebelum semuanya terlambat.

Itulah yang akan terjadi pada semua muslim...

Mereka mengira mengikuti agama yang benar dan menyembah Tuhan Sang Pencipta. Tapi mereka semua tertipu habis-habisan, allah swt yang mereka sembah bukanlah Tuhan Sang Pencipta dan agama islam yang mereka ikuti tidak lain adalah agama palsu yang berusaha menyesatkan manusia. Suatu saat agama ini akan hilang dari muka bumi dan hanya tinggal catatan sejarah.

Pada video bagian pertama ini saya akan menunjukkan 3 dari 7 alasan fundamental mengapa allah swt yang disembah muslim bukanlah TUHAN. Tiga alasan ini sebenarnya sudah cukup untuk meyakinkan siapapun bahwa allah swt bukanlah TUHAN. Tapi jika tiga alasan ini masih dirasa kurang, silahkan ikuti kelanjutan video ini untuk mengetahui 4 alasan fundamental lainnya. 

------------

Alasan fundamental pertama:

Allah SWT tidak memiliki sifat ketuhanan yang mutlak. 

Menurt KBBI, Tuhan adalah sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb. Dengan kata lain TUHAN adalah pribadi tertinggi yang layak dimuliakan, disembah, dan ditaati oleh semua ciptaan. Dalam paham monoteis sifat ketuhanan itu hanya ada pada satu-satunya TUHAN Sang Pencipta secara absolut.

Oleh karenanya Tuhan Sang Pencipta tidak mungkin membenarkan apalagi memerintahkan ciptaan bersujud atau menyembah yang lain selain DiriNya. "Jangan ada allah lain di hadapan-KU", demikian larangan tegas yang disabdakan Tuhan dalam Kitab Ulangan 5:7.

Apakah allah swt memiliki sifat yang demikian? Ternyata TIDAK!

Di dalam alquran ia justru memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud pada Adam (Q7:11, Q17:61,  Q18:50). Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa allah swt memperbolehkan ada yang disembah dan dimuliakan selain dirinya.

Ini jelas sebuah kesalahan fatal karena bertentangan langsung dengan sifat ketuhanan absolut yang tidak membenarkan ada bentuk penghormatan apapun di hadapan Tuhan selain kepada Dia saja.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana alquran bisa memiliki kesalahan fatal semacam itu?

Kemungkinan besar ayat-ayat tentang malaikat yang diperintahkan bersujud kepada Adam ini mengadaptasi secara salah penafsiran bapa-bapa Gereja tentang kejatuhan Lucifer. 

Dalam penafsiran bapa-bapa Gereja, Tuhan mengungkapkan keadaan di masa depan kepada para malaikat, bahwa kelak Yesus Sang Putra Allah akan berinkarnasi menjadi manusia dan semua malaikat harus bersujud menyembah Yesus dalam rupa manusia. Ini adalah ujian bagi para malaikat, sama seperti buah pengetahuan di Taman Eden adalah ujian bagi Adam dan Hawa. 

Sebagian besar malaikat taat dan bersedia untuk menyembah Yesus Sang Putra Allah dalam inkarnasiNya kelak, tapi Lucifer dan para pengikutnya menolak. Dalam kesombongannya mereka menganggap kodrat sebagai malaikat lebih tinggi dari manusia. Maka Lucifer dan para pengikutnya tidak sudi bersujud pada Yesus Sang Putra Allah yang berinkarnasi sebagai manusia. 

Nah, secara gegabah alquran mengadaptasi tafsiran tersebut dan mengganti Yesus dengan Adam. Siapapun yang menginspirasi alquran lupa bahwa Tuhan tidak mungkin memerintahkan malaikat bersujud pada Adam karena Adam hanyalah ciptaan, tapi Tuhan dapat memerintahkan malaikat bersujud pada Yesus karena Dia adalah Putra Allah dan TUHAN. Kekeliruan ini yang tidak disadari oleh semua muslim, termasuk nabi dan ulama-ulamanya.

Selain memerintahkan malaikat bersujud pada Adam, allah swt juga berdoa bagi muhamad! Fakta ini tidak hanya tercatat dalam alquran (Q33:56) tapi juga terabadikan dalam gelar muhamad, SAW atau Shallallahu `alaihi Wa Sallam, yang artinya: allah bershalawat dan mengucap salam. Karena arti shalawat tidak lain adalah doa, maka SAW juga berarti, "Allah berdoa dan memberi salam"... kepada muhamad tentunya..

Banyak muslim yang tumpul akal sehatnya menerima begitu saja kalimat tersebut sebagai hal yang wajar. Tapi tidak bagi mereka yang akal sehatnya masih bekerja dengan baik.

Arti "doa" menurut KBBI adalah permohonan kepada Tuhan. Tapi secara umum doa berarti komunikasi dengan pribadi yang lebih tinggi. Contohnya, manusia berdoa kepada Tuhan, tidak pernah Tuhan berdoa kepada manusia. Bahkan di Injil, Yesus Kristus Putra Allah berdoa kepada BapaNya karena Bapa lebih besar/tinggi dari pada Putra, tapi tidak pernah Bapa berdoa kepada Putra.

Nah, jika dalam Alquran dikatakan allah swt berdoa bagi muhamad, lalu kepada siapa allah swt berdoa? Memang tidak ada penjelasan eksplisit kepada siapa allah swt berdoa. Tapi pernyataan itu mengungkapkan bahwa ada pribadi yang lebih tinggi dari allah swt. Dengan demikian allah swt sudah pasti tidak MAHA TINGGI.

Umumnya ulama muslim beragumen bahwa kata "shalawat" bisa punya arti yang berbeda tergantung konteksnya. Jika itu diterapkan pada allah swt maka artinya memberi berkat. 

Tapi dengan mudah argumen abal-abal ini dibantah.

Jika memang maksudnya memberi berkat mengapa dalam ayat tersebut tidak digunakan kata-kata yang tegas dan tidak ambigu yang artinya memang allah swt memberi berkat? Bukankah dalam bahasa arab ada kata-kata yang lebih tepat untuk itu seperti misalnya 'barakah' yang artinya 'berkat'? Mengapa harus menggunakan kata-kata yang artinya jelas-jelas "berdoa"? 

Maka pernyataan allah swt "berdoa" bagi muhamad memang dimaksud seperti itu: Allah swt berdoa, bukan memberi berkat. Dan itu dengan amat telak menunjukkan ada pribadi yang lebih tinggi dari allah swt.

Dua fakta ini: allah swt membenarkan ciptaan bersujud kepada yang lain selain dirinya dan allah swt berdoa bagi muhamad sudah menjadi bukti yang sangat kuat bahwa allah swt BUKAN TUHAN karena dia tidak memiliki sifat ketuhanan yang mutlak dan secara tidak langsung mengakui adanya pribadi lain yang lebih tinggi dari dirinya. Allah swt tidak lebih hanyalah iblis yang mengaku sebagai tuhan....

Alasan fundamental yang kedua:

Allah SWT bukan sumber kebenaran!

Kebenaran adalah gagasan yang tepat tentang suatu realitas. Hanya pernyataan atau gagasan yang sesuai/cocok dengan realitas yang termasuk di dalam kebenaran. Semua pernyataan atau gagasan yang berbeda atau tidak sesuai dengan realitas bukanlah kebenaran.

Tuhan adalah kebenaran mutlak, artinya dalam Dia terletak segala hal yang perlu kita ketahui tentang seluruh realitas yang ada. Baik itu tentang Tuhan Sang Pencipta, tentang ciptaan yang kelihatan maupun tidak kelihatan, tentang awal dan akhir alam ciptaan, tentang makna dan tujuan hidup, tentang hukum-hukum yang mengatur bagaimana ciptaan harus hidup, tentang ajaran yang mengantar manusia pada keselamatan, dan sebagainya.

Karena Tuhan adalah kebenaran absolut, maka Tuhan pasti hanya berpikir, berkehendak, bersabda dan bertindak dalam kebenaran! Tidak bisa lain dari itu! Tuhan tidak bisa menipu dan Dia juga tidak mungkin menyesatkan karena itu semua bertentangan dengan kebenaran.

Nah, apakah allah swt selalu berkehendak, berkata, dan bertindak dalam kebenaran?

Ternyata TIDAK!

Contoh paling jelas adalah pernyataan Alquran tentang penyaliban Yesus. Dalam alquran dikatakan bahwa sesungguhnya yang disalibkan bukanlah Yesus, tapi orang lain yang diserupakan dengan Yesus (Q4:157)

Pernyataan alquran itu sendiri sudah bertentangan dengan fakta dan realita sejarah. Dengan melihat fakta-fakta sejarah, yaitu pengakuan orang-orang terdekat seperti para Rasul dan murid-murid Yesus, bahkan dari catatan sejarah orang-orang non-Kristen seperti Josephus Flavius, atau Tacitus menunjukkan bahwa Yesus memang disalibkan!

Ingat, suatu pernyataan atau gagasan yang tidak cocok atau tidak sesuai dengan realitas sudah pasti bukan kebenaran! Maka alquran bukanlah kitab kebenaran dan allah swt yang menginspirasinya pasti bukan sumber kebenaran! 

Tapi banyak ulama muslim justru tetap percaya pada alquran dan menganggap semua bukti-bukti itu adalah tanda suksesnya allah swt dalam menyerupakan orang lain dengan Yesus sehingga murid-murid Yesus dan semua orang lain tidak ada satupun yang menyadarinya.

Artinya allah swt sukses mengelabuhi semua orang selama enam abad lamanya!

Celakanya, jika kita percaya pernyataan alquran tersebut benar, maka ada problem moral yang sangat parah disini.

Para rasul dan murid-murid Yesus menurut alquran adalah orang-orang yang beriman dan berserah diri pada Tuhan (Q3:52)

Nyatanya mereka tetap dikelabuhi atau ditipu mentah-mentah oleh allah swt sehingga semua orang beriman yang mengikuti ajaran Yesus melalui pengajaran para rasulNya juga akan ikut tertipu.

Seperti inikah yang dilakukan oleh Tuhan? Menipu dan mengelabuhi orang-orang beriman selama berabad-abad?

Tentu TIDAK MUNGKIN karena penipuan dan kebohongan selama berabad-abad itu bertentangan dengan kebenaran dan TUHAN tidak mungkin melakukan apapun yang bertentangan dengan kebenaran!

Maka allah swt yang dalam alquran mengaku telah menipu semua orang dengan menyerupakan orang lain sebagai Yesus pastilah BUKAN TUHAN!

Bagi muslim yang masih punya akal sehat, tentunya akan terpikir... jika allah swt telah menipu orang-orang beriman yang tulus mengikuti ajaran Yesus, sangat besar kemungkinannya muslim pengikut muhamad selama ini juga hanya ditipu! Dengan demikian alquranpun bisa jadi hanya kebohongan saja. Ini seperti kata pepatah sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya... Sekali allah swt membohongi umatnya yang taat, tidak perlu lagi kita percaya dia selamanya.

Sangat ironis, muslim percaya bahwa orang-orang kristen telah tertipu selama 6 abad lamanya soal penyaliban Yesus sebelum fakta itu akhirnya dibuka oleh alquran, padahal yang sesungguhnya justru muslimlah yang telah tertipu hingga 14 abad lamanya karena percaya pada alquran dan akan terus tertipu selama ajaran islam tetap diimani.

Alasan fundamental yang ketiga:

Allah swt bukan sumber kebaikan!

Menurut KBBI, kebaikan itu adalah sifat yang sesuai dengan suatu standar atau norma umum yang berlaku.

Dalam Injil Yesus berkata, "..Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.." (Luk.18:19, Mrk.10:18). Maka TUHAN adalah standar tertinggi dan satu-satunya dari kebaikan. Karena Tuhan itu sempurna maka kebaikan Tuhan juga sempurna. Dengan demikian segala sesuatu yang berasal dari TUHAN pasti baik, tidak satupun ada yang jahat.

Nah, apakah allah swt dalam alquran memiliki kebaikan yang sempurna?

Sayangnya tidak!

Sebagaimana Tuhan telah menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Mat.5:45). Kebaikan yang sempurna tidak diskriminatif! Tuhan itu  baik kepada orang beriman maupun kepada orang yang jahat dan tidak mengenalNya!

Tapi gambaran tentang allah swt di dalam alquran sama sekali tidak demikian. Allah swt justru menampilkan dirinya sebagai 'tuhan' yang rasis dan diskriminatif. Ini tampak jelas dalam ayat Q48:29 yang mengajarkan muslim untuk bersikap baik terhadap sesama muslim dan bersikap keras terhadap non-muslim, Q60:13 yang melarang muslim berteman dengan Yahudi, Q3:32 yang mengajarkan muslim untuk membenci kafir, Q98:6 yang menyebut kaum yahudi dan kristen sebagai ciptaan terburuk dan masuk neraka, dan banyak ayat-ayat rasis serta diskriminatif lainnya.

Bandingkan dengan ajaran Injil!

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Luk.6:33-35)

Dari ayat ini kita bisa ambil kesimpulan penting: Tuhan yang benar adalah sumber kebaikan yang sempurna. Oleh karenanya Ia mengajarkan kebaikan tanpa syarat dan tidak diskriminatif, termasuk untuk mengasihi musuh.

Sebaliknya, sama seperti penjahat yang hanya bersikap baik terhadap sesama penjahat, allah swt juga mengajarkan muslim untuk bersikap baik terhadap sesama muslim dan memusuhi golongan lain. Allah swt dalam alquran tidak mengajarkan kebaikan tanpa syarat dan non-diskriminatif karena allah swt memang bukan sumber kebaikan! 

Fakta bahwa allah swt bukanlah sumber kebaikan sempurna juga makin terkonfirmasi dengan adanya ayat-ayat alquran yang mengatakan bahwa allah swt tidak hanya menciptakan yang baik, tapi juga yang buruk, seperti misalnya allah swt menciptakan 'gelap' (Q6:1). Bandingkan ini dengan Alkitab dimana Tuhan hanya menciptaan terang dan tidak menciptakan kegelapan (Kej.1:3-4).

Dan yang amat parah, allah swt juga menanamkan atau menimbulkan kejahatan. Misalnya dalam dalam Q2:10 dan Q9:125 dimana allah swt menambahkan kejahatan dalam hati manusia. Dan juga dalam Q5:14 dimana allah swt menimbulkan permusuhan dan kebencian!

Itu semua makin menguatkan fakta bahwa allah swt bukan sumber kebaikan! Karena allah swt bukan sumber kebaikan, maka kesimpulannya cuma satu: allah swt pasti BUKAN TUHAN!

Saudara-saudaraku kaum muslim...

Mari kita rangkum ketiga alasan fundamental yang sudah dipaparkan dalam video ini.

Yang pertama, Allah swt tidak memiliki ketuhanan mutlak. Yang kedua Allah swt bukan sumber kebenaran. Dan yang ketiga, Allah swt bukan sumber kebaikan.

Apa dampak ketiga hal tersebut bagi seorang muslim?

Jelas bahwa selama ini muslim hanya menyembah iblis yang dipercaya sebagai Tuhan. Maka tidak perlu heran jika selama ini muslimpun ditipu untuk lima kali sehari bersujud ke arah Kabah yang tidak lain hanyalah sebuah rumah berhala yang di dalamnya terdapat satu-satunya berhala yang dulu dipuja oleh muhamad dan sukunya, yaitu Hajar Aswad.

Selain itu karena allah swt bukan sumber kebenaran maka selama ini apa yang dipercaya muslim tidak lebih dari kebenaran palsu yang sudah dirancang untuk menyesatkan muslim agar masuk ke jurang neraka.

Selanjutnya karena allah swt bukan sumber kebaikan, maka muslim tidak pernah mendapat ajaran yang membawa mereka pada kebaikan sejati. Dan lebih buruk dari itu, pada akhirnya muslim akan diarahkan untuk menjadi manusia-manusia jahat, sama seperti allah swt yang mereka sembah.

Itulah yang akan kalian dapat sebagai muslim...

Gunakan akal sehat kalian jika itu masih ada dan sadarilah bahaya besar yang mengancam jiwa kalian jika kalian terus menjadi muslim!

Segera tinggalkan islam selagi masih ada waktu dan mulailah percaya pada Tuhan yang sesungguhnya, yaitu Dia yang dengan tegas mengatakan DiriNya adalah jalan, kebenaran dan hidup. 

Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. 

Dialah Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat semua manusia...